Surakarta (Humas)- Semangat baru menyambut Tahun Ajaran 2026/2027 terasa begitu kuat dalam kegiatan Penguatan Kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) yang diikuti seluruh Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) MTsN 2 Surakarta. Bertempat di Hotel Grand HAP Solo pada Senin (6/7/2026), kegiatan yang berlangsung sejak pukul 07.30 hingga 15.00 WIB ini menghadirkan Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Surakarta, Ahmad Ulin Nur Hafsun sebagai narasumber utama.
Kegiatan diawali dengan pengarahan oleh Kepala MTsN 2 Surakarta, Kirno Suwanto yang menyampaikan arahan sekaligus memaparkan program strategis madrasah beserta kontrak prestasi yang menjadi komitmen bersama pada Tahun Ajaran 2026/2027.Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa keberhasilan madrasah tidak hanya ditentukan oleh program yang baik, tetapi juga oleh komitmen seluruh guru dan tenaga kependidikan dalam bekerja secara profesional, disiplin, inovatif, dan saling bersinergi.
Menurutnya, setiap warga madrasah memiliki peran penting dalam menghadirkan layanan pendidikan yang berkualitas bagi masyarakat.Suasana menjadi semakin semarak ketika beliau mengajak seluruh peserta meneriakkan tagline kebanggaan MTsN 2 Surakarta.”MTsN 2 Surakarta…!””HARUM…!” jawab seluruh peserta dengan penuh semangat.HARUM merupakan akronim dari Harmonis, Asri, Ramah, Unggul, dan Mendunia. Tagline tersebut bukan sekadar slogan, tetapi menjadi identitas sekaligus budaya kerja yang terus dibangun di MTsN 2 Surakarta.
Harmonis dalam menjalin kebersamaan, Asri dalam menciptakan lingkungan yang nyaman, Ramah dalam memberikan pelayanan, Unggul dalam prestasi dan mutu pendidikan, serta Mendunia dengan terus beradaptasi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan mampu bersaing di tingkat global.
Memasuki sesi utama pukul 10.00 WIB, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Surakarta, Ahmad Ulin Nur Hafsun menyampaikan materi penguatan kinerja ASN dengan gaya yang komunikatif, interaktif, dan penuh semangat. Sejak awal hingga akhir sesi, peserta tampak antusias mengikuti setiap materi.Mengawali pemaparannya, ia mengulas makna filosofis penggunaan istilah murid yang kini menggantikan istilah siswa atau peserta didik. Menurutnya, kata murid berasal dari bahasa Arab murīd (مريد), yaitu orang yang memiliki kehendak dan tekad yang kuat. Kata tersebut merupakan bentuk isim fā’il dari arāda–yurīdu–irādatan, yang berarti menghendaki atau menginginkan.”Seorang murid bukan sekadar menerima ilmu, tetapi memiliki kemauan yang kuat untuk mencari, mendatangi, dan menimba ilmu,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa hadirnya murid juga menuntut hadirnya seorang mursyid, yaitu guru yang tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan, tetapi juga membimbing, mengarahkan, mendidik, dan menjadi teladan dalam membentuk karakter serta akhlak peserta didik.Pada sesi berikutnya, beliau mengajak seluruh ASN mengubah cara pandang dalam membangun organisasi melalui pendekatan SOAR (Strength, Opportunity, Aspiration, Result) sebagai pengembangan dari analisis SWOT. Menurutnya, organisasi akan lebih cepat berkembang apabila mampu mengoptimalkan kekuatan yang dimiliki, memanfaatkan peluang, menyatukan aspirasi, dan berorientasi pada hasil nyata, dibandingkan terlalu lama berkutat pada kelemahan.
Materi tersebut kemudian dipraktikkan secara langsung. Seluruh peserta diminta melakukan analisis SOAR terhadap MTsN 2 Surakarta dengan menuliskan gagasan mengenai kekuatan, peluang, aspirasi, serta hasil yang ingin dicapai madrasah. Berbagai ide yang lahir kemudian ditempelkan pada papan yang telah disediakan dan didiskusikan bersama.
Beberapa hasil analisis dibacakan oleh Kepala MTsN 2 Surakarta sebagai bahan refleksi sekaligus masukan dalam menyusun langkah strategis pengembangan madrasah ke depan.Metode penyampaian yang partisipatif membuat seluruh peserta terlibat aktif sepanjang kegiatan. Tidak ada peserta yang sekadar menjadi pendengar. Semua diajak berpikir, berdiskusi, menyampaikan gagasan, sekaligus membangun optimisme terhadap masa depan MTsN 2 Surakarta.
Sesi pembinaan dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab. Beragam pertanyaan dan pengalaman yang dibagikan peserta semakin memperkaya materi sekaligus mempertegas pentingnya budaya kerja yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada pelayanan.Salah seorang peserta, Sunarni, mengaku memperoleh banyak inspirasi dari materi yang disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Surakarta, khususnya mengenai penerapan analisis SOAR.
“Alhamdulillah, saya merasa sangat senang mengikuti kegiatan ini. Materi tentang SOAR memberikan sudut pandang baru bagi kami untuk lebih fokus pada kekuatan dan peluang yang dimiliki, bukan pada kelemahan. Semoga ilmu yang kami peroleh hari ini dapat kami terapkan dalam menjalankan tugas sehingga kinerja kami semakin baik, semakin bersemangat, dan mampu memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan MTsN 2 Surakarta,” tuturnya.Kegiatan penguatan kinerja berakhir pada pukul 12.00 WIB dan dilanjutkan dengan istirahat, salat, serta makan siang (ISHOMA).
Tepat pukul 13.00 WIB, kegiatan dilanjutkan dengan pembagian tugas Tahun Ajaran 2026/2027 yang disampaikan oleh Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum, Joko Wahono.Pembagian tugas tersebut menjadi langkah awal dalam mempersiapkan penyelenggaraan pembelajaran agar seluruh program madrasah dapat berjalan secara efektif sejak hari pertama masuk sekolah.Melalui kegiatan ini, seluruh guru dan tenaga kependidikan MTsN 2 Surakarta diharapkan semakin memperkuat komitmen sebagai ASN Kementerian Agama yang profesional, berintegritas, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan. Semangat HARUM (Harmonis, Asri, Ramah, Unggul, dan Mendunia), diharapkan terus menjadi napas dalam setiap langkah pengabdian, sehingga MTsN 2 Surakarta mampu melahirkan murid-murid yang berilmu, berkarakter, berprestasi, serta siap menghadapi tantangan masa depan. (fi’/my)

















