Kota Surakarta (Humas) – Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kota Surakarta kembali menunjukkan komitmennya dalam pemberdayaan dana umat. Melalui sinergi antar lembaga, dana zakat yang terhimpun oleh Unit Pengumpul Zakat (UPZ) dikelola untuk menebar ribuan manfaat bagi masyarakat muslim di Kota Surakarta, khususnya bagi mereka yang paling membutuhkan perhatian.
Kolaborasi yang melibatkan UPZ, Penyelenggara Zakat dan Wakaf, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Surakarta, serta Lembaga Amil Zakat (LAZ) se-Kota Surakarta ini diwujudkan dalam sebuah kegiatan Peaceful Muharram pada Kamis (25/6/2026), perayaan penuh makna, bertajuk “Pesan Inklusif dari Jiwa Anak Untuk Negeri: Menebar Maslahat, Menguatkan Umat”.
Perayaan yang dikemas sebagai momen Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas ini memang sudah menjadi agenda rutin tahunan Kemenag. Dilaksanakan secara hybrid yang terpusat di Auditorium H.M Rasjidi Kemenag RI, Kankemenag Kota Surakarta turut berpartisipasi aktif melalui sambungan zoom meeting dari Aula R. Oesman Pudjotomo.
Di tengah keterbatasan jarak fisik, semangat kebersamaan justru terasa kuat. Di Kota Surakarta, acara tersebut tidak hanya diikuti secara virtual, tetapi juga dimeriahkan dengan penyerahan bantuan simbolis secara langsung. Sebanyak 40 penerima manfaat yang terdiri dari anak yatim dan penyandang disabilitas beserta satu orang pendamping masing-masing menerima bantuan yang disalurkan secara langsung.

Momen puncak perayaan diwarnai dengan orasi penuh inspirasi dari Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar. Dalam sambutannya, ia melontarkan gagasan besar untuk menjadikan tanggal 10 Muharam sebagai momentum pembebasan bagi mereka yang kurang beruntung. “Kita akan membuat semacam tradisi baru di Indonesia, setiap tanggal 10 Muharam itu, kita peringati dengan cara membebaskan anak-anak yatim dan kelompok difabel dari penderitaan,” ujar Nasaruddin Umar dengan tegas.
Menurut Nasaruddin Umar, selama ini masyarakat mungkin lebih akrab dengan amalan puasa sunnah di bulan Muharam. Namun, ia menilai bahwa semangat berbagi dan menyantuni anak yatim juga perlu diangkat menjadi tradisi yang lebih masif.
“Kita kembalikan tradisi Lebaran Yatim yang selama ini dikenal di masyarakat, lalu kita Indonesiakan menjadi gerakan bersama untuk membantu anak-anak yatim piatu dan kelompok difabel,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Nasaruddin Umar menjelaskan bahwa peringatan 10 Muharam di Indonesia memiliki karakter yang khas, berbeda dengan negara lain. Ia mengarahkan peringatan ini pada kegiatan sosial yang memberikan dampak langsung. Ia berharap, agenda ini dapat menjelma menjadi event nasional yang mampu memperluas jangkauan bantuan.
“Kalau ini bisa menjadi event penting, maka seluruh anak-anak kita yang miskin dan yatim piatu akan semakin terbantu dan terbebas dari berbagai kesulitan hidup,” katanya.
Ia menambahkan, Muharam adalah bulan yang dimuliakan dan identik dengan perdamaian. “Pada masa Nabi tidak boleh ada peperangan pada bulan Muharam, makanya disebut haram, ya kan? Hari berkasih sayang,” imbuhnya seraya mengajak publik mengekspresikan kecintaan beragama melalui aksi nyata.
“Mari kita cintai agama dengan cara mencintai anak-anak yatim dan kelompok difabel. Siapa yang akan memperhatikan mereka kalau bukan kita,” pungkasnya.

Di sisi lain, Penyelenggara Zawa sekaligus Ketua UPZ, Arif Ansori, melaporkan capaian nyata dari kolaborasi ini. Total bantuan yang berhasil dihimpun dan akan disalurkan mencapai 530 bingkisan, terdiri dari paket sembako, peralatan sekolah, dan uang tunai. Sasaran utama program ini adalah kelompok miskin penyandang disabilitas dan siswa yatim piatu kurang mampu.
“Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang berpartisipasi hari ini, BAZNAS dan LAZ Kota Surakarta. Tentu kita semua berharap tasharruf yang kita laksanakan hari ini dapat memberi manfaat dan daya dukung bagi umat Islam. Dan bantuan yang kita berikan bukan hanya bantuan yang bersifat konsumtif, tetapi melalui kolaborasi ini kami berupaya agar bagaimana bantuan yang disalurkan dapat memberi dampak ekonomi,” jelas Arif Ansori.
Menutup laporannya, Arif Ansori juga menyampaikan wacana pengembangan lebih lanjut. Ia berencana menambah daftar kampung zakat yang saat ini sudah ada di Kelurahan Petoran, Kecamatan Jebres.
Sementara itu, salah satu penerima manfaat dari kalangan disabilitas, Muhamad Hikmal, menyambut baik kegiatan ini. “Saya Muhamad Hikmal, alhamdulilah saya bisa ikut kegiatan hari ini. Saya berharap kegiatan ini kedepan bisa masih terlaksana dan dengan lebih baik lagi. Serta saya berharap agar kegiatan ini bisa menambah penerima bantuan lebih banyak lagi,” ungkapnya penuh haru. (rmd)





















