Surakarta (Humas) — Prestasi membanggakan kembali diukir oleh generasi muda Indonesia di ajang berprestasi tingkat nasional. Tim Aksara dari MTsN 1 Surakarta berhasil meraih Medali Perak dalam ajang Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) 2026 yang diselenggarakan di Jakarta pada 24–30 September 2026.
Dua siswi berprestasi kelas 9 Sains 3, yaitu Khanza Azzahra Alifa dan Aisha Ilfa Dilla sukses memukau dewan juri melalui penelitian budaya dan kebangsaan yang sangat relevan dengan dinamika remaja saat ini. Penelitian mereka mengangkat judul “Harmoni Masyarakat dalam Bingkai Jagad Cilik: Aktualisasi Naskah Kuno Karya Pujangga Kerton Surakarta dalam Menghadapi Krisis Kesantunan Generasi Z”.
Melalui sentuhan bimbingan dari para guru pendamping, Nirmala Fitri Qomariah dan Jauharul Fuad Rohas Albanna karya inovatif ini membuktikan bahwa naskah kuno kekayaan tradisi lokal dapat menjadi jawaban bagi tantangan karakter anak muda di era digital.

Saat ditemui di sela-sela prosesi penganugerahan, Aisha Ilfa Dilla tidak bisa menyembunyikan rasa syukur dan kebahagiaannya.
“Awalnya kami tidak menyangka bisa melangkah sejauh ini dan berdiri di panggung nasional meraih medali perak. Bagi kami, meneliti itu sangat seru! Kami ingin menunjukkan bahwa peninggalan naskah kuno karya pujangga Surakarta bukan sekadar sejarah mati, tapi punya pesan kesantunan yang sangat penting untuk Generasi Z,” ujar Aisha dengan penuh semangat.
Rasa bangga dan apresiasi setinggi-tingginya turut disampaikan oleh Kepala MTsN Surakarta 1 Nurul Qomariyah, , serta Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Surakarta, Ahmad Ulin Nur Hafsun,
“Prestasi luar biasa dari Tim Aksara ini menjadi bukti nyata bahwa siswa madrasah mampu berpikir kritis, mencintai budaya bangsa, dan bersaing di tingkat nasional. Semoga keberhasilan Aisha dan Khansa menjadi inspirasi bagi seluruh siswa lainnya untuk pantang menyerah dan terus berkarya,” ungkap Nurul Qomariyah
Dengan semangat “Meneliti Itu Seru!”, raihan medali perak ini menegaskan posisi MTsN Surakarta 1 sebagai madrasah yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga aktif melestarikan kearifan lokal demi membentuk karakter generasi muda yang santun dan berkebudayaan. (dna/my)















