Surakarta (Humas) – Kantor Kementerian Agama Kota Surakarta mengapresiasi kontribusi nyata Dewan Masjid Indonesia (DMI) dalam memperkuat fungsi masjid sebagai pusat peradaban dan kesejahteraan umat. Hal tersebut mengemuka dalam Musyawarah Daerah (Musda) ke-III DMI Kota Surakarta yang mengusung tema “Masjid Berdaya, Jama’ah Sejahtera” di Aula Yayasan Jama’ah Masjid Agung Surakarta, Sabtu (26/9).
Kegiatan strategis ini dihadiri oleh Kepala Kankemenag Kota Surakarta – Ahmad Ulin Nur Hafsun, Pengurus Wilayah DMI Jawa Tengah – Ahmad Rofiq, Kepala Bakesbangpol Surakarta yang diwakili oleh Sutrisno, serta perwakilan lintas sektoral seperti BAZNAS, PD Muhammadiyah, PCNU, MUI, dan pengurus ranting DMI kecamatan.
Ketua Panitia Musyda, Alfian Nidhor menyampaikan terima kasih, atas kesediaan dan keluangan waktu para tamu undangan untuk mendukung dan mengikuti musyawarah daerah. “Tentu kami berharap, motivasi serta arahan dari poro kyai, alim ulama yang telah hadir, untuk terus dapat menjalankan kegiatan kemasjidan yang berdampak langsung pada masyarakat,”tuturnya.
Kepala Kantor, Ahmad Ulin dalam sambutannya menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mengoptimalkan tata kelola aset keagamaan. Ia mengungkapkan bahwa pihaknya terus berinovasi melalui kemudahan layanan publik, salah satunya lewat aplikasi “Wakaf Cekatan” yang digagas bersama Badan Wakaf Indonesia (BWI).
“Kemenag Kota Surakarta telah memiliki MoU dengan Kantor Pertanahan serta ormas Islam seperti NU dan Muhammadiyah untuk memastikan keamanan tanah wakaf secara digital, terarah, dan cepat melalui sistem satu pintu,” ujarnya di hadapan para peserta Musda.

Selain itu, Ahmad Ulin juga memuji prestasi DMI Surakarta yang sukses meraih penghargaan dari BPJS Ketenagakerjaan Jateng. Ia berharap sinergi kepengurusan masjid yang kini terbagi secara terstruktur mulai dari Masjid Agung, Masjid Besar, hingga Masjid Jami’ dapat memperluas fungsi masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga pusat dakwah dan penyelesaian masalah sosial.
“Masjid di Surakarta kini harus menjadi solusi nyata bagi masyarakat. Melalui program kolaboratif seperti Bina Remaja Usia Sekolah (BRUS), Pusaka Sakinah untuk konsultasi keluarga, hingga pengelolaan sampah mandiri, kita ingin masjid benar-benar menghadirkan kemaslahatan luas,” tambahnya.
Senada dengan hal tersebut, PW DMI Jateng Ahmad Rofiq mengingatkan kembali akar historis peran masjid di Nusantara yang selalu berdampingan dengan pusat pemerintahan dan kemasyarakatan. Menurutnya, pengelolaan masjid secara mandiri memerlukan fondasi ukhuwah yang kuat serta rencana strategis yang berkesinambungan.

Sementara itu, Perwakilan Kepala Bakesbangpol Kota Surakarta, Sutrisno memaparkan data bahwa terdapat 709 masjid dan 170 musala di Kota Solo. Pihaknya berharap hasil Musda mampu memperkuat manajemen modern berbasis Idarah, Imarah, dan Ri’ayah, serta menjaga rumah ibadah dari potensi radikalisme.

Rangkaian acara Musda ke-III ini turut mengagendakan pengesahan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) pengurus demisioner serta penyusunan pengurus baru. Berdasarkan hasil musyawarah mufakat, Muhammad Muhtarom resmi terpilih kembali dan disahkan sebagai Ketua Pengurus Harian Pimpinan Daerah (PD) DMI Kota Surakarta periode 2026–2031. (may)














