Kota Surakarta (Humas) – Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kota Surakarta terus memperbaiki layanan keagamaan melalui forum koordinasi internal yang dikemas dalam Rembug Mentes pada Kamis (1/1/2026). Forum yang digelar di Aula R. Oesman Pudjotomo ini menjadi ajang konsolidasi sekaligus persiapan pelaporan Capaian Kinerja periode Triwulan 3 Tahun 2026. Kegiatan berlangsung usai pelaksanaan Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila dan diikuti segenap jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kankemenag Kota Surakarta, termasuk pegawai yang bertugas di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan se-Surakarta.
Rembug Mentes diawali dengan penghimpunan masukan dari para ASN. Setiap usulan kemudian diulas dan ditanggapi langsung oleh Kepala Kantor Ahmad Ulin Nur Hafsun yang hadir didampingi Kepala Seksi dan Penyelenggara dari semua unit kerja. Forum ini menegaskan komitmen jajaran untuk tidak sekadar menyelesaikan administrasi, tetapi juga menjawab persoalan nyata di lapangan, terutama yang berkaitan dengan pembinaan keagamaan dan pengelolaan sumber daya manusia.

Masukan pertama datang dari Penata Keprotokolan May Hidayah Isnaini. Ia menyoroti minimnya kafilah asli Kota Surakarta dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ). Pengalaman menjadi MC Majelis IV Cabang Qiraat Al-Qur’an Golongan Remaja dan Dewasa pada MTQ Nasional ke-XXXI Tahun 2026 di Kota Semarang menjadi refleksi bahwa beberapa tahun terakhir Kota Surakarta kerap tidak mengirimkan peserta ber-NIK asli Surakarta. “Belajar dari wilayah Kabupaten Pati, ekstrakurikuler tilawah, tartil, dan murotal sebaiknya kembali dimulai sejak jenjang SD atau MI,” ujar May Hidayah Isnaini dalam forum tersebut.
Meski begitu, ia juga mencatat sisi lain yang membanggakan. Kota Surakarta memang redup di panggung MTQ, namun bersinar di ajang Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Research. Mulai tingkat provinsi hingga nasional, Kankemenag Kota Surakarta secara konsisten menyabet banyak juara, mulai dari juara umum, juara 1, 2, 3, hingga juara harapan. Prestasi ini menjadi bukti bahwa potensi pembinaan keagamaan di Kota Surakarta tetap kuat dan perlu terus dirawat.
Masukan kedua disampaikan oleh Pengawas Madrasah Sri Hartati. Ia mengajak jajaran Kankemenag Kota Surakarta untuk menyebarluaskan informasi Lomba Karaoke bagi Guru Madrasah dalam rangka Hari Guru Nasional Tahun 2026. Lomba akan dilaksanakan pada Rabu–Kamis (4-5/11/2026, bertempat di Aula R. Oesman Pudjotomo, tanpa pungutan biaya alias GRATIS. Pendaftaran paling lambat 27 Oktober 2026. Ajakan ini diharapkan mampu meningkatkan partisipasi guru madrasah sekaligus mempererat kebersamaan di lingkungan pendidikan keagamaan.
Masukan ketiga datang dari Pengawas Pendidikan Agama Kristen Suripto. Ia melaporkan bahwa Lomba Mata Pelajaran Pendidikan Agama Kristen (MAPAK) Tahun 2026 tingkat Provinsi Jawa Tengah menunjuk Kota Surakarta sebagai tuan rumah. Penunjukan ini menjadi kesempatan strategis bagi Kankemenag Kota Surakarta untuk menunjukkan kapasitasnya terlibat dalam penyelenggaraan agenda keagamaan tingkat provinsi, sekaligus memperkuat citra Surakarta sebagai pusat layanan dan pembinaan keagamaan yang inklusif.

Masukan keempat disampaikan oleh Analis Kepegawaian Masruchin Fuadi. Ia melaporkan kembali pergeseran atau rotasi beberapa pegawai, baik antar KUA Kecamatan, dari KUA Kecamatan ke Kemenag, maupun dari MAN ke Kemenag. Rotasi ini menjadi bagian dari penataan organisasi dan penguatan kapasitas pegawai di lingkungan Kankemenag Kota Surakarta.
Menanggapi seluruh masukan, Ahmad Ulin Nur Hafsun menyampaikan respons positif. Usulan menghidupkan kembali ekstrakurikuler tilawah, tartil, dan murotal sejak jenjang SD atau MI akan ditindaklanjuti. Kepada pegawai yang baru bergabung atau kembali bertugas di Kankemenag, ia mengucapkan selamat datang dan meminta mereka segera menyiapkan laporan capaian kinerja sesuai format yang telah disiapkan oleh Perencana.
“Mari, kita usahakan agar diri kita selalu berbahagia dalam menjalankan tugas,” pesannya menutup forum.
Melalui Rembug Mentes ini, Kankemenag Kota Surakarta menegaskan arah perbaikan layanan keagamaan yang tidak hanya administratif, tetapi juga berdampak langsung bagi masyarakat dan pembinaan generasi. (rmd)

















