Surakarta (Humas) — Sebanyak 120 guru Pendidikan Agama Islam (PAI) jenjang Sekolah Dasar se-Kota Surakarta mengikuti Workshop Analisis Capaian Pembelajaran (CP), Perumusan Tujuan Pembelajaran (TP), serta Penyusunan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Kelompok Kerja Guru (KKG) PAI SD Kota Surakarta, Rabu (30/7/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kompetensi guru dalam menyusun perencanaan pembelajaran yang sistematis, terarah, dan berorientasi pada dampak nyata bagi perkembangan peserta didik.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Surakarta, Ahmad Ulin Nur Hafsun, dalam sambutannya menegaskan bahwa guru PAI memegang peran strategis dalam membentuk karakter generasi bangsa. Menurutnya, keberhasilan pembelajaran tidak hanya diukur dari penguasaan materi, tetapi juga dari tumbuhnya nilai-nilai akhlak mulia dalam kehidupan peserta didik.
“Guru Pendidikan Agama Islam memiliki peran penting tidak hanya dalam mentransfer ilmu, tetapi juga menanamkan nilai dan membentuk akhlak peserta didik. Pembelajaran harus mampu memberikan dampak nyata dalam kehidupan mereka,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Surakarta, Dwi Ariyatno, yang hadir sekaligus membuka kegiatan secara resmi, memberikan apresiasi atas terselenggaranya workshop sebagai bentuk sinergi dalam meningkatkan kualitas pendidikan agama di sekolah.
Ia berharap kegiatan tersebut mampu memperkuat kapasitas guru dalam menyusun perangkat pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan zaman dan kebutuhan peserta didik.
“Melalui kegiatan ini, diharapkan para guru mampu merancang pembelajaran yang lebih terarah, terukur, dan relevan dengan kebutuhan peserta didik di era saat ini,” ungkapnya.
Sebelum sesi inti dimulai, Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam Kantor Kementerian Agama Kota Surakarta, Encep Moh Ilham, memberikan pembinaan kepada seluruh peserta. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya paradigma pembelajaran berbasis outcome, yakni pembelajaran yang tidak berhenti pada pencapaian hasil belajar semata, tetapi mampu menghasilkan perubahan perilaku serta memberikan dampak positif dalam kehidupan peserta didik.
Ia juga mengibaratkan guru PAI sebagai penyelia halal yang memastikan seluruh proses pendidikan berjalan sesuai dengan nilai-nilai Islam, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi pembelajaran.
Workshop kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi sekaligus praktik analisis Capaian Pembelajaran (CP), perumusan Tujuan Pembelajaran (TP), dan penyusunan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP). Peserta mendapatkan pendampingan secara langsung agar mampu menyusun perangkat pembelajaran yang selaras dengan karakteristik peserta didik serta mendukung implementasi pembelajaran yang efektif.
Melalui workshop ini, diharapkan guru-guru PAI SD di Kota Surakarta semakin profesional dalam merancang pembelajaran yang bermakna, berpusat pada peserta didik, serta mampu menciptakan dampak positif bagi pembentukan karakter dan peningkatan kualitas pendidikan agama di lingkungan sekolah.














