Menjaga Kesehatan Mental Generasi Muda: Guru BK Se-Surakarta Dibekali Teknik Self Journaling
Surakarta (Humas) – Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK) MTs se-Kota Surakarta bekerja sama dengan MTsN Surakarta 1 sukses menyelenggarakan Workshop Pengimbasan Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) di Aula Utama MTsN Surakarta 1 pada Selasa (4/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung secara interaktif mulai pukul 07.30 WIB ini mengusung tema pengenalan dunia psikologis Generasi Z dan Alpha serta penerapan self journaling sebagai strategi refleksi untuk mendukung kesehatan mental siswa. Diikuti oleh seluruh guru BK dari MTs Negeri maupun Swasta se-Kota Surakarta, acara ini terselenggara berkat dukungan penuh Kepala MTsN Surakarta 1 dan jajaran Kantor Kementerian Agama Kota Surakarta dengan menghadirkan Dosen Bimbingan dan Konseling Universitas Sebelas Maret (UNS), Arifah Wulandari, sebagai narasumber utama.
Penyelenggaraan workshop ini didasari oleh realitas bahwa Generasi Z dan Alpha tumbuh di tengah pesatnya era digital yang membawa tantangan sosial-emosional kompleks, mulai dari ketergantungan media sosial hingga kerentanan kesehatan mental. Sebagai bagian dari program Sekolah Siaga Kependudukan (SSK), peran guru BK menjadi sangat krusial dalam menciptakan iklim sekolah yang responsif.
“Generasi Z dan Alpha memiliki cara memproses emosi yang sangat berbeda dari generasi sebelumnya. Melalui self journaling, kita tidak hanya mengajak siswa menulis, tetapi memberikan mereka ruang aman untuk mengenali emosi, meresahkannya, dan menemukan solusi atas masalah mereka sendiri secara mandiri,” ujar Arifah Wulandari di sela-sela penyampaian materinya.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pemaparan materi mengenai karakteristik psikologis Gen Z dan Alpha. Memasuki sesi inti, para peserta diajak melakukan simulasi dan praktik langsung penyusunan self journaling. Para guru BK merancang lembar kerja refleksi (journaling prompt) yang siap diaplikasikan kepada peserta didik di madrasah masing-masing.
Kepala MTsN Surakarta 1, Nurul Qomariyah menegaskan pentingnya hasil nyata dari pelatihan ini bagi pendampingan siswa di sekolah.
“Kami berharap workshop ini tidak berhenti di ruangan ini saja. Guru BK adalah benteng utama kesehatan mental siswa di sekolah. Ilmu dan teknik journaling yang didapat hari ini harus segera diimplementasikan agar anak-anak kita merasa didengar dan didampingi,” tegasnya.
Pelatihan interaktif ini diakhiri dengan diskusi kelompok, presentasi hasil karya, dan evaluasi bersama untuk memastikan Rencana Tindak Lanjut (RTL) pengimbasan berjalan efektif di setiap sekolah. Salah satu peserta workshop, Rahmad, mengungkapkan kesannya selama mengikuti pelatihan.
“Metode self journaling ini sangat praktis dan relevan dengan anak zaman sekarang. Selama ini siswa sering bingung mengungkapkan perasaan secara lisan, dan media jurnal ini menjadi jembatan yang sangat membantu kami untuk memahami kondisi batin mereka,” ungkapnya.
Melalui workshop ini, diharapkan Guru BK MTs se-Kota Surakarta semakin siap mendampingi Generasi Z dan Alpha dengan pendekatan yang humanistis, komunikatif, dan berbasis refleksi diri demi mewujudkan generasi muda yang sehat secara emosional dan berkarakter. (dna/my)












