Surakarta (Humas) — Upaya meningkatkan ketertarikan peserta didik terhadap dunia penyiaran (broadcasting) terus dilakukan oleh MTs SA Al Islam Jamsaren Surakarta melalui kerja sama strategis dengan Trans Media (23/04/2026). Kolaborasi ini menjadi bagian dari langkah inovatif Yayasan Pondok Pesantren Jamsaren Surakarta dalam menghadirkan pengalaman belajar yang kontekstual, inspiratif, dan relevan dengan perkembangan industri kreatif saat ini.
Kegiatan peliputan yang dilakukan oleh Trans Media tidak hanya menjadi ajang publikasi, tetapi juga sarana edukatif bagi para siswa untuk mengenal lebih dekat dunia broadcasting secara langsung. Dalam kesempatan tersebut, siswa diperkenalkan pada proses produksi konten, mulai dari persiapan, pengambilan gambar, hingga penyajian tayangan yang menarik dan informatif. Hal ini diharapkan mampu membuka wawasan siswa terkait peluang karier di bidang media dan komunikasi.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, MTs SA Al Islam Jamsaren Surakarta menampilkan dua pertunjukan unggulan, yaitu Sendratari Ramayana “Sang Duta Pancawati” dan Samephore Dance. Penampilan ini tidak hanya menjadi materi liputan, tetapi juga menjadi media pembelajaran bagi siswa dalam memahami bagaimana sebuah konten visual diproduksi secara profesional.
Sendratari Ramayana yang terinspirasi dari kisah klasik Ramayana menghadirkan nilai-nilai edukatif yang dikemas melalui seni pertunjukan tradisional. Sementara itu, Samephore Dance menampilkan kreativitas siswa dalam balutan seni modern yang enerjik dan komunikatif. Kedua penampilan ini menjadi contoh nyata bagaimana karya siswa dapat diangkat menjadi konten berkualitas dalam dunia broadcasting.
Kepala MTs SA Al Islam Jamsaren Surakarta, Faizul Kirom, menyampaikan bahwa kerja sama ini memiliki dampak positif dalam menumbuhkan minat dan rasa percaya diri siswa terhadap dunia penyiaran.
“Melalui kerja sama dengan Trans Media, kami ingin membuka cakrawala berpikir siswa bahwa dunia broadcasting merupakan bidang yang menarik dan memiliki prospek luas. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang tampil, tetapi juga pembelajaran langsung bagi siswa untuk mengenal proses di balik layar industri media,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa madrasah memiliki komitmen untuk menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berbasis teori, tetapi juga pengalaman nyata yang mampu mengembangkan potensi siswa secara optimal. Menurutnya, keterlibatan siswa dalam kegiatan seperti ini dapat menjadi pemantik lahirnya generasi kreatif yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
Kerja sama antara Trans Media dan Yayasan Pondok Pesantren Jamsaren Surakarta ini juga diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi lembaga pendidikan lainnya dalam mengembangkan pembelajaran berbasis kolaborasi dengan dunia industri. Dengan demikian, siswa tidak hanya menjadi objek pembelajaran, tetapi juga subjek yang aktif, kreatif, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Melalui kegiatan ini, MTs SA Al Islam Jamsaren Surakarta menegaskan perannya sebagai lembaga pendidikan yang progresif dan responsif terhadap kebutuhan zaman. Pengenalan dunia broadcasting sejak dini diharapkan mampu menumbuhkan minat, bakat, serta kompetensi siswa dalam bidang komunikasi dan media, sehingga mereka memiliki bekal yang kuat untuk melangkah ke jenjang pendidikan maupun dunia kerja di masa mendatang. (amr/my)



















