Surakarta (Humas) — Kantor Kementerian Agama Kota Surakarta menyelenggarakan upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) ke-62 pada Sabtu (02/05/2026). Kegiatan tersebut dilaksanakan di halaman Kantor Kementerian Agama Kota Surakarta dan diikuti oleh seluruh jajaran pimpinan serta Aparatur Sipil Negara (ASN).
Upacara berlangsung khidmat dengan seluruh peserta mengenakan pakaian adat sebagai wujud penghargaan terhadap keberagaman budaya Indonesia.
Bertindak sebagai pembina upacara, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Surakarta, Ahmad Ulin Nur Hafsun. Dalam amanatnya, ia membacakan pidato Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah.
Dalam pidato tersebut disampaikan bahwa peringatan Hari Pendidikan Nasional merupakan momentum untuk melakukan refleksi sekaligus meneguhkan dan menghidupkan kembali semangat pendidikan nasional.
“Peringatan Hari Pendidikan Nasional adalah momentum untuk kita melakukan refleksi, meneguhkan, dan menghidupkan spirit pendidikan nasional,” ujarnya.
Lebih lanjut disampaikan bahwa pendidikan pada hakikatnya merupakan proses yang dilaksanakan secara tulus, penuh kasih sayang, untuk memanusiakan manusia.
“Pendidikan adalah proses menemukan dan menumbuhkembangkan fitrah, kodrat alamiah manusia, atau potensi sebagai makhluk Tuhan yang mulia,” lanjutnya.
Ia juga menekankan bahwa pendidikan sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, sebagai upaya bersama dalam membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul, kuat, dan tangguh, guna mewujudkan Indonesia yang maju, makmur, dan bermartabat.
Mengakhiri amanatnya, Ahmad Ulin Nur Hafsun menegaskan pentingnya tiga hal utama dalam mewujudkan kebijakan pendidikan yang berkualitas.
“Berbagai kebijakan peningkatan mutu pendidikan tidak akan terlaksana tanpa tiga M: mindset (pola pikir) yang maju, mental yang kuat, dan misi yang lurus. Tanpa ketiganya, semua kebijakan hanya akan berhenti sebagai program dan formalitas yang sekadar ditandai capaian angka-angka,” tegasnya.
Ia pun menutup dengan ucapan, “Selamat Hari Pendidikan Nasional 2026.” (Za)



















