Surakarta (Humas) — Semangat merawat kerukunan antarumat beragama sekaligus kepedulian terhadap lingkungan terus dilakukan oleh Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kementerian Agama Kota Surakarta. Hal ini diwujudkan melalui pelaksanaan program unggulan Gemari Solo (Gerakan Rumah Ibadah Berseri Solo) yang kembali digelar pada Selasa (14/04/2026) di Vihara Dhamma Sundara, wilayah Jebres, Surakarta.
Kegiatan ini merupakan pelaksanaan ke-9 sejak program tersebut diluncurkan. Gemari Solo menjadi bentuk nyata kontribusi para penyuluh agama dalam memperkuat harmoni sosial lintas agama sekaligus menjaga kebersihan lingkungan rumah ibadah.
Rangkaian kegiatan diawali dengan kerja bakti membersihkan area vihara yang melibatkan para penyuluh agama bersama pengurus dan umat setempat. Suasana kebersamaan tampak hangat dan penuh semangat gotong royong, mencerminkan nilai luhur budaya masyarakat Indonesia.
Usai kerja bakti, kegiatan dilanjutkan dengan dialog lintas agama. Dalam suasana akrab dan penuh keterbukaan, para peserta saling bertukar pandangan keagamaan, berbagi pengalaman, serta memperkuat komitmen bersama dalam menjaga kerukunan antarumat beragama.
Sekretariat Vihara Dhamma Sundara, Keyza Paramitha, menyampaikan harapannya agar kegiatan ini dapat terus berlanjut dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.
“Harapannya, tujuan dari kegiatan ini dapat tercapai, yaitu menjaga kebhinekaan serta memperkuat toleransi antarumat beragama,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua IPARI Kota Surakarta, Pardi, menegaskan bahwa program Gemari Solo tidak hanya berfokus pada kebersihan fisik rumah ibadah, namun juga kebersihan hati dan pikiran.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menghadirkan rumah ibadah yang tidak hanya bersih dan nyaman, tetapi juga menjadi pusat pembelajaran nilai-nilai toleransi, kebersamaan, dan kepedulian terhadap lingkungan,” ungkapnya.
Program Gemari Solo diharapkan mampu menjadikan rumah ibadah sebagai pelopor kerukunan sekaligus ruang bersama yang ramah bagi seluruh umat dalam bingkai keberagaman. Kegiatan ini juga menjadi wujud nyata implementasi semangat Kemenag Berdampak, di mana kehadiran penyuluh agama tidak hanya dirasakan dalam pembinaan keagamaan, tetapi juga melalui aksi sosial yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat.
Dengan keberlanjutan program ini, IPARI Kemenag Kota Surakarta optimistis dapat terus memperkuat sinergi lintas agama serta menghadirkan kehidupan beragama yang harmonis, damai, dan penuh toleransi di Kota Surakarta. (Mza/Aia)




















