Kota Surakarta (Humas) – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Surakarta terus memperkuat komitmennya dalam mendukung transformasi digital sekaligus meningkatkan tertib administrasi kependudukan melalui kegiatan Aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) bekerja sama dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Surakarta. Kegiatan digelar di Aula Gedung Ki Hajar Dewantara MAN 1 Surakarta, pada Rabu (5/8/2026), diikuti oleh guru, tenaga kependidikan, serta peserta didik yang telah memenuhi persyaratan kepemilikan KTP elektronik.
Pelaksanaan aktivasi IKD merupakan bagian dari program unggulan madrasah bertajuk “MAN 1 Surakarta Tertib Administrasi Kependudukan (MANTAP)”. Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan kepatuhan warga madrasah terhadap administrasi kependudukan sekaligus mendukung digitalisasi layanan publik yang dicanangkan pemerintah.
Selama kegiatan berlangsung, tim dari Disdukcapil Kota Surakarta memberikan pelayanan secara langsung mulai dari verifikasi data, proses pemindaian wajah (face recognition), hingga aktivasi aplikasi Identitas Kependudukan Digital pada telepon genggam peserta. Pelayanan yang cepat, ramah, dan sistematis membuat proses aktivasi berjalan lancar serta mendapat sambutan antusias dari seluruh peserta.

Kepala MAN 1 Surakarta Ahmad Wardimin, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin antara MAN 1 Surakarta dan Disdukcapil Kota Surakarta.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada Disdukcapil Kota Surakarta atas sinergi yang luar biasa dalam memberikan pelayanan kepada warga madrasah. Melalui program MANTAP, kami ingin membangun budaya tertib administrasi kependudukan sekaligus mendukung percepatan transformasi digital. Kami berharap seluruh warga MAN 1 Surakarta dapat memanfaatkan Identitas Kependudukan Digital sebagai bagian dari pelayanan publik yang modern, mudah, dan aman,” ujar Ahmad Wardimin.
Koordinator kegiatan Sarinarulita, menjelaskan bahwa program ini merupakan salah satu bentuk pelayanan yang dihadirkan langsung di lingkungan madrasah sehingga memudahkan warga sekolah memperoleh akses layanan administrasi kependudukan tanpa harus datang ke kantor Disdukcapil.
“Melalui program MANTAP, kami ingin memberikan kemudahan kepada seluruh warga madrasah dalam mengakses layanan administrasi kependudukan. Kehadiran layanan jemput bola dari Disdukcapil menjadi solusi yang sangat membantu sekaligus meningkatkan kesadaran pentingnya administrasi kependudukan yang tertib dan lengkap,” jelasnya.
Senada dengan hal tersebut, perwakilan guru Sukron Habibie, mengaku sangat terbantu dengan adanya pelayanan aktivasi IKD di lingkungan madrasah.
“Pelayanannya sangat cepat, praktis, dan petugas memberikan pendampingan dengan baik. Kami tidak perlu meluangkan waktu ke kantor Disdukcapil karena seluruh proses dapat dilakukan di madrasah. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan,” ungkapnya.

Melalui IKD, masyarakat kini dapat mengakses dokumen kependudukan secara elektronik melalui telepon pintar. Kehadiran IKD diharapkan mampu meningkatkan efisiensi pelayanan publik sekaligus memberikan kemudahan dalam berbagai kebutuhan administrasi.
Kolaborasi antara MAN 1 Surakarta dan Disdukcapil Kota Surakarta ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara lembaga pendidikan dan pemerintah mampu menghadirkan pelayanan yang semakin dekat dengan masyarakat. Selain mendukung program nasional transformasi digital, kegiatan ini juga memperkuat budaya tertib administrasi di lingkungan madrasah.
Dengan terlaksananya kegiatan ini, MAN 1 Surakarta kembali menegaskan komitmennya sebagai madrasah yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, inovatif dalam pelayanan, serta terus menghadirkan program-program yang memberikan manfaat nyata bagi seluruh warga madrasah dan masyarakat luas. (rsd/rmd)


















