Kota Surakarta (Humas) – Bertempat di Aula Lantai 1 Gedung SBSN UIN Surakarta, Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta menggelar puncak peringatan Dies Natalis ke-34 pada Kamis (17/9/2026). Kegiatan yang semula dijadwalkan bertepatan dengan hari lahir kampus pada 12 September 2026 itu bergeser demi mengakomodasi berbagai kegiatan akademik yang tengah berlangsung. Puncak acara ini dihadiri para tamu undangan dari berbagai instansi dan lembaga, termasuk jajaran pimpinan UIN Surakarta yang dipimpin langsung oleh Rektor UIN Raden Mas Said Toto Suharto. Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kota Surakarta Ahmad Ulin Nur Hafsun, yang memberikan dukungan penuh terhadap agenda penguatan nilai-nilai kelembagaan dan kebangsaan di lingkungan perguruan tinggi keagamaan negeri Kota Surakarta.
Dies Natalis tahun ini mengangkat tema “Mentradisikan Lurik dan Mengunggulkan Glokalisasi”. Tema tersebut dipilih agar Panca Amanat LURIK milik UIN Surakarta semakin dikenal oleh masyarakat luas. LURIK merupakan nilai utama yang menjadi landasan kerja seluruh sivitas akademika, meliputi Loyal, Unggul, Responsif, Inovatif, dan Kolaboratif. Melalui tema ini, UIN Raden Mas Said Surakarta berharap LURIK tidak hanya diterapkan di lingkungan kampus, tetapi juga dapat menginspirasi seluruh lapisan masyarakat. Selain itu, UIN Surakarta terus menggalakkan program Glokalisasi yang menjadi unggulan kampus, yakni upaya menjadi kampus berdaya saing internasional tanpa meninggalkan nilai-nilai lokal dan jati diri Indonesia.

Salah satu tamu undangan yang didapuk menyampaikan orasi ilmiah adalah Wali Kota Surakarta Respati Achmad Ardianto. Akrab disapa Respati Ardi, dalam orasinya di hadapan para tamu undangan dan sivitas akademika, Respati Ardi menekankan pentingnya penerapan Panca Amanat LURIK yang disertai dengan wawasan semesta. Menurutnya, wawasan semesta berarti memperhatikan lingkungan dan masa depan, sehingga sivitas akademika UIN Surakarta tidak hanya berfokus pada pencapaian target kinerja, tetapi juga memperkuat kesadaran untuk menjaga kelestarian lingkungan.
“LURIK ini adalah nilai-nilai yang sangat bagus dan tentu perlu diterapkan oleh seluruh sivitas akademika UIN Surakarta secara sadar. Namun, tidak hanya menjalankan nilai ini, tetapi juga harus sadar dengan wawasan semesta, yakni memperhatikan lingkungan dan masa depan,” ujarnya.
Respati Ardi juga menyatakan dukungannya terhadap program Glokalisasi yang menjadi program utama UIN Raden Mas Said Surakarta. Ia berharap program tersebut mampu mendorong seluruh mahasiswa dan sivitas akademika beradaptasi dengan perubahan global, namun tetap mempertahankan identitas lokal. Respati Ardi menyoroti sosok Raden Mas Said sebagai teladan yang berhasil menerapkan nilai-nilai lokal di kancah global.
“Saya juga sangat mendukung program Glokalisasi ini. Saya harap program ini bisa membuat seluruh mahasiswa dan sivitas akademika UIN Surakarta bisa beradaptasi pada perkembangan global, tetapi tetap mempertahankan nilai-nilai lokal yang ada. Kita bisa mencontoh sosok Raden Mas Said yang telah menjadi teladan dalam hal itu,” imbuh Respati Ardi.

Ahmad Ulin Nur Hafsun yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Dies Natalis ke-34 UIN Raden Mas Said Surakarta. Menurutnya, sinergi antara Perguruan Tinggi Keagamaan dan Pemerintah Daerah sangat penting dalam membangun masyarakat yang religius, inovatif, dan berwawasan lingkungan.
“Kami dari Kankemenag Kota Surakarta sangat mendukung langkah UIN Raden Mas Said Surakarta dalam menginternalisasikan nilai LURIK dan Glokalisasi. Ini sejalan dengan upaya kita bersama untuk membangun pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berakar pada nilai-nilai lokal dan kepedulian terhadap masa depan,” ungkap Ahmad Ulin Nur Hafsun.
Puncak Dies Natalis ke-34 UIN Raden Mas Said Surakarta ini menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan komitmen bersama antara Perguruan Tinggi Keagamaan, Pemerintah Daerah, dan Kankemenag Kota Surakarta. Dengan mengusung semangat LURIK yang berwawasan semesta serta program Glokalisasi, UIN Surakarta diharapkan terus melahirkan generasi yang loyal, unggul, responsif, inovatif, dan kolaboratif, tanpa kehilangan jati diri sebagai bagian dari bangsa Indonesia yang berdaya saing global. (tsn/rmd)

















