Surakarta (Humas) – Dua murid MTs SA Al Islam Jamsaren Surakarta mendapatkan pengalaman berharga seputar kesehatan dan pengurangan risiko bencana. Pengalaman tersebut diperoleh saat keduanya mengikuti Workshop of International Health and Disaster Risk Reduction yang digelar bersama Japanese Red Cross Toyota College of Nursing di SMP Negeri 11 Surakarta, Rabu (2/9/2026).
Kedua murid tersebut mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh antusias. Mereka tidak hanya menyerap wawasan dari pemaparan materi, tetapi juga berkesempatan mempraktikkan secara langsung pengetahuan yang diberikan selama workshop.
Acara diawali dengan sesi pembukaan bersama seluruh peserta, lalu dilanjutkan dengan penyampaian materi mengenai kesehatan dan disaster risk reduction (pengurangan risiko bencana). Sesi ini dibawakan secara interaktif, mengajak para peserta termasuk murid madrasah memahami betapa pentingnya kesiapan, ketenangan, serta langkah yang tepat saat menghadapi kondisi darurat.
Suasana semakin hidup saat memasuki sesi praktik. Didampingi langsung oleh relawan dan personel Japanese Red Cross, kedua murid kami mencoba berbagai keterampilan dasar kesehatan dan kesiapsiagaan bencana. Pembelajaran berbasis praktik ini memberikan pengalaman langsung yang sangat berkesan bagi mereka.
Salah satu siswi MTs SA Al Islam Jamsaren, Salsa, mengaku senang karena bisa mendapatkan pemahaman yang lebih nyata dibanding sekadar teori di kelas. “Kami mendapat pengalaman yang berbeda karena materi yang disampaikan langsung dipraktikkan. Jadi, kami lebih memahami cara menerapkannya ketika menghadapi keadaan darurat,” ungkap Salsa.
Senada dengan Salsa, murid lainnya, Nadia, menambahkan bahwa kegiatan ini juga mengasah rasa kepedulian sosial dan pentingnya kolaborasi. “Kegiatan ini membuat kami semakin memahami bahwa membantu orang lain membutuhkan pengetahuan, ketenangan, dan kerja sama,” tutur Nadia.
Guru pendamping dari MTs SA Al Islam Jamsaren, Deny, turut memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya kegiatan ini. Menurutnya, partisipasi ini sangat positif untuk memperkuat keterampilan murid, khususnya di bidang Palang Merah Remaja (PMR). Pembelajaran langsung di lapangan memberi bekal bermakna karena murid dapat menghubungkan teori dengan situasi nyata di kehidupan sehari-hari. (amr/my)

















