Kota Surakarta (Humas) – Komitmen Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Surakarta dalam membangun budaya peduli dan berwawasan lingkungan kembali mendapatkan apresiasi. Pada Kamis (17/9/2026), bertempat di Ruang Rapat Kalpataru Kantor Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Jawa Tengah, madrasah tingkat aliyah yang berada di bawah payung Kantor Kementerian Agama Kota Surakarta ini berhasil meraih Predikat Pelaksana Terbaik III Sekolah Adiwiyata Kategori SMA/MA/SMK Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026. Penghargaan berupa trofi dan piagam dari Gubernur Jawa Tengah, diserahkan melalui perwakilan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno, sebagai simbol apresiasi atas pelaksanaan program dan budaya lingkungan di MAN 1 Surakarta.
Capaian ini menjadi catatan membanggakan sekaligus momentum untuk semakin memperkuat budaya peduli lingkungan di lingkungan madrasah. Perwakilan MAN 1 Surakarta hadir membawa semangat seluruh keluarga besar madrasah yang selama ini turut mengambil bagian dalam berbagai upaya membangun lingkungan pendidikan yang bersih, hijau, sehat, nyaman, dan berkelanjutan. Bagi MAN 1 Surakarta, predikat tersebut tidak semata-mata dimaknai sebagai keberhasilan memperoleh trofi, melainkan apresiasi terhadap proses panjang dalam membangun kesadaran lingkungan di kalangan warga madrasah, yang melibatkan guru, tenaga kependidikan, peserta didik, pimpinan madrasah, serta seluruh warga madrasah.

Kepala MAN 1 Surakarta Ahmad Wardimin, menyampaikan rasa syukur atas capaian yang diraih madrasah. Menurutnya, predikat tersebut tidak semestinya dipandang sebagai prestasi individu ataupun hanya milik Tim Adiwiyata, melainkan hasil kerja bersama seluruh keluarga besar MAN 1 Surakarta.
“Alhamdulillah, kami bersyukur atas capaian yang diraih MAN 1 Surakarta sebagai Pelaksana Terbaik III Sekolah Adiwiyata Kategori SMA/MA/SMK Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026. Tentu ini menjadi kebanggaan bagi kami, tetapi yang paling penting adalah bagaimana penghargaan ini menjadi apresiasi terhadap kerja bersama seluruh warga madrasah,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan membangun budaya peduli lingkungan tidak dapat dilakukan secara instan, melainkan membutuhkan proses, pembiasaan, keteladanan, dan komitmen bersama.
Ahmad Wardimin berharap penghargaan yang diterima tidak membuat seluruh warga madrasah berhenti berinovasi. Justru sebaliknya, penghargaan tersebut harus menjadi energi baru untuk meningkatkan kualitas pengelolaan lingkungan dan memperkuat pendidikan karakter di madrasah. “Bagi kami, penghargaan ini bukanlah titik akhir. Ini justru menjadi motivasi untuk terus meningkatkan apa yang sudah dilakukan. Jangan sampai Adiwiyata hanya berhenti pada sebuah predikat atau trofi. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana kepedulian terhadap lingkungan menjadi karakter dan budaya yang terus hidup di MAN 1 Surakarta,” ungkap Ahmad Wardimin.
Lebih lanjut, ia menilai pendidikan lingkungan memiliki keterkaitan erat dengan pembentukan karakter peserta didik, sehingga murid perlu mendapatkan pengalaman nyata bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, Koordinator Tim Adiwiyata MAN 1 Surakarta, Syarif Hidayatullah, menyambut capaian tersebut dengan penuh rasa syukur. Ia menjelaskan bahwa perjalanan menuju capaian tersebut merupakan proses yang membutuhkan keterlibatan dan kolaborasi berbagai unsur di madrasah. “Alhamdulillah, penghargaan ini menjadi sebuah kebanggaan sekaligus bentuk apresiasi terhadap apa yang telah dilakukan bersama di MAN 1 Surakarta. Kami tentu sangat bersyukur, tetapi di balik penghargaan ini ada proses panjang dan kerja bersama yang dilakukan oleh banyak pihak,” ujar Syarif. Menurutnya, salah satu hal terpenting dalam pelaksanaan Adiwiyata adalah membangun kesadaran bahwa lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. “Adiwiyata bukan hanya tentang membuat sekolah menjadi hijau atau bersih. Lebih dari itu, bagaimana kita membangun kesadaran seluruh warga madrasah bahwa lingkungan adalah bagian dari kehidupan kita. Ketika kesadaran itu sudah tumbuh, maka menjaga lingkungan akan menjadi kebiasaan dan budaya,” jelasnya.
Syarif juga memberikan apresiasi terhadap seluruh anggota Tim Adiwiyata yang telah bekerja bersama dalam menjalankan berbagai program lingkungan di madrasah. Ia menyebut bahwa kolaborasi menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga keberlangsungan program.
“Kuncinya adalah kolaborasi dan konsistensi. Tim Adiwiyata tidak bisa bekerja sendiri. Kami membutuhkan dukungan pimpinan, guru, tenaga kependidikan, murid-murid, dan seluruh warga madrasah. Ketika semuanya bergerak bersama, maka program lingkungan dapat berjalan secara lebih kuat dan berkelanjutan,” tambahnya.
Menurut Syarif, predikat yang diraih tahun ini juga menjadi tantangan baru bagi Tim Adiwiyata MAN 1 Surakarta, sehingga penghargaan tersebut diharapkan tidak membuat warga madrasah merasa cukup, tetapi justru mendorong lahirnya berbagai inovasi lingkungan yang lebih kreatif dan relevan dengan kebutuhan madrasah.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Surakarta Ahmad Ulin Nur Hafsun, turut memberikan apresiasi atas capaian MAN 1 Surakarta. Menurutnya, prestasi tersebut menjadi bukti bahwa madrasah di bawah pembinaan Kankemenag Kota Surakarta mampu mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan dengan nilai ekoteologi, wujud kepedulian terhadap lingkungan.
“Kami sangat mengapresiasi capaian MAN 1 Surakarta sebagai Pelaksana Terbaik III Sekolah Adiwiyata Provinsi Jawa Tengah. Ini menunjukkan bahwa pendidikan keagamaan tidak hanya membentuk kecerdasan spiritual dan akademik, tetapi juga menumbuhkan karakter peduli lingkungan. Semoga ini menjadi inspirasi bagi madrasah lain di Kota Surakarta untuk terus mengembangkan budaya bersih, hijau, dan berkelanjutan,” ujar Ahmad Ulin Nur Hafsun.
Capaian ini sekaligus memperkuat identitas MAN 1 Surakarta sebagai madrasah yang tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan kepedulian sosial serta lingkungan, sehingga nilai-nilai menjaga lingkungan diharapkan terbawa dalam kehidupan murid di rumah, masyarakat, hingga lingkungan sosial yang lebih luas. (rsd/rmd)
















