Kota Surakarta (Humas) – Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) Kota Surakarta pada Rabu (16/09/2026), bertempat di Aula Lantai 4 Gedung Marwa MAN 1 Surakarta, menyelenggarakan Kick Off Bimbingan Remaja Usia Nikah (BRUN) yang diikuti sejumlah 35 peserta yang terdiri dari siswa madrasah, mahasiswa dari Institut Islam Mamba’ul Ulum (IIM) dan Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Surakarta, tenaga pendidik MAN 1 Surakarta, serta remaja masjid. Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Surakarta Ahmad Ulin Nur Hafsun, didampingi Kepala Sub Bagian Tata Usaha Bagus Sigit Setiawan, Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Achmad Arifin serta Wakil Kepala Madrasah (Waka Humas) MAN 1 Nurjanah hadir secara langsung untuk membuka Kick Off BRUN.
Dalam sambutan sekaligus membuka acara, Ahmad Ulin Nur Hafsun menegaskan bahwa pernikahan memerlukan persiapan menyeluruh. Ia menyebut, persiapan secara materi, fisik, serta mental lahir dan batin harus benar-benar baik dan matang. Menurutnya, banyak bekal yang mesti dipelajari dan dikuasai oleh setiap individu sebelum melangkah ke jenjang pernikahan. “BRUN adalah bekal perlu untuk kuasai dan dimasukkan dalam bekal hidup yang penting,” ucap Ahmad Ulin Nur Hafsun di hadapan remaja usia nikah yang hadir.

Kehadiran BRUN di Kota Surakarta menjadi penanda penting bahwa pendampingan bagi remaja usia nikah tidak cukup hanya berhenti pada ranah sekolah. Berbeda dengan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) yang menyasar remaja aktif di bangku pendidikan dengan fokus pada penguatan karakter dan kesiapan diri menghadapi masa depan, BRUN menyasar mereka yang secara usia telah memasuki fase siap menikah. BRUN lebih menitikberatkan pada pemahaman mendalam tentang hakikat pernikahan, tanggung jawab rumah tangga, serta bekal spiritual dan sosial yang dibutuhkan sebelum membangun keluarga. Dengan demikian, BRUN hadir sebagai kelanjutan alami dari BRUS, menjembatani transisi remaja menuju kehidupan berkeluarga yang lebih matang dan bertanggung jawab.
Ketua APRI Kota Surakarta sekaligus Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Banjarsari Rohmat Agung Suprayogi dalam kesempatan tersebut menyoroti perbedaan mendasar antara masyarakat luar negeri dan Indonesia. Ia mengingatkan agar remaja tidak meniru mentah-mentah berbagai tren dan gaya hidup yang belum tentu sesuai dengan nilai-nilai keislaman. “Masyarakat sana dengan kita berbeda. Jadi jangan semua pemikiran trend dan gaya hidup kita tiru. Seperti misalnya trend living together itu bukan trend bagi umat Islam. Tetapi itu merupakan suatu bentuk yang muncul dari interkasi sosial manusia dan dalam Islam tidak dianjurkan untuk diikuti. Islam mengajarkan seorang laki-laki dan Perempuan diperbolehkan untuk hidup bersama harus dengan melalui suatu ikatan yang disebut pernikahan. Pernikahan adalah ibadah terpanjang. Dan ibadah belum sempurna jika belum menikah,” tegasnya.
Usai resmi dibuka, kegiatan BRUN dilanjutkan dengan penyampaian materi yang diampu oleh Penghulu KUA Kecamatan Banjarsari Sugiyat dan Penghulu KUA Laweyan Yunan Hidayat. Keduanya mengemas sesi tersebut menjadi forum yang interaktif, di mana peserta diajak untuk merenungkan bahwa menikah merupakan ibadah terpanjang dan membawa banyak manfaat bagi diri sendiri maupun orang lain. Tanpa menghilangkan identitas remaja, peserta diajak untuk mendefinisikan kehidupan rumah tangga yang tidak menghilangkan versi diri sendiri. Suasana diskusi yang hangat dan terbuka membuat para peserta leluasa menyampaikan pandangan serta pengalaman pribadi mereka.

Salah satu peserta dari mahasiswa UNU Surakarta, Rizka Farhatul Ula, mengaku mendapatkan perspektif baru setelah mengikuti Kick Off BRUN.
“Awalnya saya pikir menikah itu hanya soal dua orang yang saling mencintai. Tapi setelah ikut BRUN, saya sadar bahwa ada banyak bekal ilmu, mental, dan spiritual yang harus disiapkan. Materinya sangat membumi dan membuat saya lebih menghargai pentingnya pernikahan sebagai ibadah. Diberikan kesempatan mendeskripsikan bagaimana pernikahan dari 1 huruf nama saya, seperti ngasih POV baru bagi saya. K, komitmen. Menikah adalah menjaga komitmen,” ujarnya dengan antusias.
Dengan terlaksananya kick off BRUN hari ini, ke depan BRUN diharapkan dapat terlaksana secara rutin. APRI Kota Surakarta juga berencana menggandeng banyak pihak, termasuk karang taruna dan perangkat daerah di tingkat kecamatan se-Kota Surakarta, guna memperluas jangkauan program. Kolaborasi lintas sektor diyakini mampu menjadikan BRUN sebagai program unggulan dalam membangun generasi keluarga Muslim yang tangguh, religius, dan berdaya saing di Kota Surakarta. (rmd)
“Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir.” (Q.S. Ar-Rum ayat 21)




















