Surakarta (Humas) — Kementerian Agama Kota Surakarta terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga kesejahteraan dan kualitas hidup para pegawainya. Sebagai bentuk fasilitasi peningkatan pengetahuan kesehatan di lingkungan kerja, Kemenag Kota Surakarta menggelar kegiatan Sosialisasi Wawasan Penyakit Kanker yang bekerjasama dengan Yayasan Sosialisasi Kanker Indonesia (YSKI) di Aula R. Oesman Pudjotomo, Selasa (11/08/2026).
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh pegawai Kantor Kemenag Kota Surakarta guna membekali mereka dengan pemahaman mendalam mengenai bahaya kanker, mulai dari kenali faktor penyebab, langkah pencegahan, proses pengobatan, hingga pemahaman terkait tahapan stadium penyakit tersebut.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Surakarta, Ahmad Ulin Nur Hafsun, dalam sambutannya menekankan betapa krusialnya menjaga kesehatan sebelum penyakit datang menyerang. Ia mengingatkan bahwa kanker sering kali berkembang tanpa disadari oleh penderitanya.
“Harta paling mahal adalah kesehatan. Munculnya kanker sering tidak kita sadari dan tidak dirasakan. Ketika gejala timbul, tiba-tiba sudah berada di stadium lanjut sehingga membutuhkan penanganan yang sangat serius,” ujar Ahmad Ulin Nur Hafsun di hadapan para peserta.
Ahmad Ulin Nur Hafsun juga menambahkan bahwa tingkat kesadaran masyarakat Kota Surakarta terhadap pola hidup sehat saat ini semakin membaik. Oleh karena itu, pihaknya sangat bersyukur atas kehadiran tim YSKI yang bersedia berbagi wawasan pencegahan kanker secara langsung kepada para pegawai Kemenag.
“Penting untuk kita ketahui bersama, sehingga dengan kesadaran penuh kita dapat memutuskan apakah ada gaya hidup yang harus kita ubah atau kebiasaan harian yang selama ini bertentangan dengan kesehatan,” lanjutnya.
Sementara itu, Ketua Tim Yayasan Sosialisasi Kanker Indonesia, Maesaroh Harahap, memaparkan secara rinci mengenai berbagai faktor risiko kanker, baik yang mengintai pria maupun wanita.

Dalam penjelasannya mengenai kesehatan pria, Maesaroh Harahap mengungkapkan bahwa pria berkulit hitam memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker prostat. Selain itu, ia menjelaskan bahwa jenis pekerjaan tertentu seperti pengemudi, pekerja yang sering mengangkat beban berat, atau mereka yang memiliki kebiasaan duduk terlalu lama juga turut meningkatkan risiko kanker prostat. Faktor gaya hidup seperti konsumsi minuman beralkohol serta frekuensi hubungan intim yang sangat jarang atau kebiasaan menahan hasrat juga disebut berdampak pada kesehatan prostat.
Beralih ke kesehatan wanita, Maesaroh menerangkan mengenai faktor risiko kanker serviks (leher rahim) yang umumnya berkaitan erat dengan kebersihan dan aktivitas seksual. Risikonya meningkat pada wanita yang sering bergonta-ganti pasangan, melakukan aktivitas seksual di bawah usia 16 tahun atau menikah dini, serta kurang menjaga kebersihan alat kelamin.
“Adalah penting untuk mengenali tanda-tanda peringatan dini,” tegas Maesaroh. Ia mengimbau para wanita untuk mewaspadai gejala kanker rahim, seperti keluarnya cairan putih secara terus-menerus, pendarahan atau cairan tidak normal berwarna kecokelatan yang bercampur darah setelah berhubungan intim, hingga timbulnya iritasi di area kewanitaan.
Menutupi pemaparannya, tim YSKI menegaskan prinsip utama bahwa mencegah senantiasa lebih baik daripada mengobati. Langkah pencegahan dapat dilakukan dari luar maupun dari dalam tubuh.
Pencegahan dari luar meliputi penerapan pola makan teratur dan sehat, memperbanyak konsumsi buah dan sayur, mengurangi makanan tinggi lemak seperti daging merah serta makanan berkarsinogen (bahan pengawet), dan berolahraga secara teratur. Sementara itu, pencegahan dari dalam tubuh dapat diupayakan melalui suntik imunisasi serta konsumsi tanaman alami yang mengandung Ribosome Inactivating Protein (RIP) protein yang mampu menghambat pertumbuhan sel kanker. Tanaman yang kaya akan zat RIP tersebut di antaranya keladi tikus, temu putih, stroberi, raspberi, dan tomat.
Melalui edukasi ini, diharapkan seluruh ASN dan pegawai di lingkungan Kemenag Kota Surakarta dapat lebih mawas diri dan menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari. (may)

















