Kota Surakarta (Humas) – Kamis (18/6/2026, bertempat di Hotel Alana Solo, ratusan santri mengikuti Haflah Akhirussanah dan Wisuda Tahfizh Pondok Pesantren Daarul Qur’an Surakarta. Akhirussanah yang mengusung tema “Santri Berakhlak Mulia Berprestasi Dengan Al-Qur’an” ini menjadi panggung kebanggaan bagi para penghafal Al-Qur’an sekaligus memperkuat sinergi antara dunia Pesantren dan Pemerintah Pusat.
Kehadiran Koordinator Staf Khusus Menteri Agama RI Bidang Kebijakan Publik, Media dan Hubungan Masyarakat, Ismail Cawidu, menjadi sorotan utama dalam acara tersebut. Ia datang didampingi oleh Kepala Biro Administrasi Umum dan Keuangan (BAUK) UIN Raden Mas Said Surakarta, Musta’in Ahmad, serta Kepala Seksi Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (PAKIS) Kankemenag Kota Surakarta, Encep Moh. Ilham. Kehadiran mereka menandakan perhatian serius Kementerian Agama terhadap pengembangan pendidikan pondok pesantren di tingkat daerah.

Dalam sambutannya, Ismail Cawidu menyampaikan kabar gembira sekaligus motivasi bagi para santri. Ia menegaskan bahwa saat ini Kemenag memberikan apresiasi khusus bagi para hafidz dan hafidzah melalui kebijakan afirmasi. “Kemenag hari ini mengapresiasi khusus kepada hafidz dan hafidzah. Kami wujudkan dalam perhatian khusus agar penghafal Al-Qur’an memiliki akses yang mudah untuk masuk ke PTKIN melalui jalur afirmasi khusus tanpa tes,” ujarnya di hadapan ratusan santri dan tamu undangan.
Tak hanya akses pendidikan tinggi yang dimudahkan, Kemenag juga menyediakan berbagai beasiswa hingga ke luar negeri melalui lembaga penyedia dana pendidikan di Indonesia. Menurutnya, hal ini merupakan kesempatan emas bagi para santri untuk terus memotivasi diri dan mendalami ilmu agama Islam lebih lanjut. “Kemenag juga menyediakan beasiswa melalui lembaga penyedia dana pendidikan, dan para santri tidak terbatas apabila ingin melanjutkan ke luar negeri,” tambahnya, menekankan bahwa pemerintah hadir untuk memfasilitasi impian para santri.

Pernyataan Ismail Cawidu tersebut sejalan dengan nasihat yang disampaikan oleh Pengasuh Ponpes Daarul, KH. Musta’in Nasoha. Dalam nasihatnya, ia berpesan agar para santri yang telah menghafal Al-Qur’an diberikan ruang untuk terus menjaga hafalannya. “Lanjutkan tradisi yang sudah dilakukan di Daarul Qur’an, wirid dan ngaji harus tetap istiqomah,” pesannya.
Lebih lanjut, KH. Musta’in Nasoha mengingatkan tentang tingginya derajat seorang penghafal Al-Qur’an sekaligus besarnya tanggung jawab yang diemban. Ia menekankan bahwa maksiat bagi penghafal Al-Qur’an dosanya dilipatgandakan. “Al-Quran adalah dasar jadi lanjutkan belajar ilmu-ilmu agama yang lain. Dosa karena berbuat maksiat bagi orang yang hafal Al-Qur’an akan dilipatgandakan Maka, jangan pernah berniat maksiat kepada Allah SWT,” tegasnya, mengingatkan para santri untuk senantiasa menjaga adab dan akhlak mulia.
Tak kalah penting, Ketua Yayasan Daarul Quran Surakarta, Adib Aji Putra, turut menyampaikan nasihat yang menginspirasi para santri. “Jadilah Duta Al-Quran, pesantren mendidik anak berakhlakul mulia dan berprestasi. Sebaik-baiknya warisan bukan kekayaan tetapi anak yang saleh yang mendoakan kita semua,” tuturnya.

Acara yang juga bertepatan dengan Milad Yayasan Daarul Qur’an Surakarta yang ke-18 ini menjadi momen refleksi bagi seluruh civitas akademika. “Mengasuh santri dengan hati, mendidik dengan keteladanan. Selamat milad 18 tahun yayasan Daarul Quran,” ucap Adib Aji Putra di akhir sambutannya, yang disambut dengan tepuk tangan meriah dari para tamu undangan.
Para tokoh masyarakat dan pengasuh pondok pesantren lainnya yang turut memeriahkan acara, di antaranya Pengasuh Pondok Pesantren Al-Mahrusiyah Lirboyo KH. Reza Ahmad Zahid (Gus Reza), Ketua BAZNAS Kota Surakarta Moh. Qoyim, serta Ketua BAZNAS Kabupaten Karanganyar KH. Kafindi
Puncak acara diwarnai dengan prosesi wisuda dan penyerahan penghargaan kepada santri yang berhasil menuntaskan hafalan 15, 20, dan 30 juz. Momen yang paling menyentuh adalah prosesi sungkeman para santri kepada orang tua, yang membuat suasana haru dan tangis haru pecah di seluruh ruangan. Kehadiran Kemenag dalam acara ini menjadi bukti nyata bahwa negara hadir dan mendukung penuh eksistensi pondok pesantren sebagai benteng moral bangsa. (rmd)






















