Kota Surakarta (Humas) — Kantor Kementerian Agama Kota Surakarta menghadiri podcast yang diselenggarakan oleh Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfo) Kota Surakarta pada Jumat (12/06/2026) di Studio Podcast Diskominfo Kota Surakarta. Dalam kegiatan tersebut, Kepala Subbagian Tata Usaha Kementerian Agama Kota Surakarta, Bagus Sigit Setiawan, hadir sebagai narasumber dengan mengangkat tema Asta Protas Kementerian Agama Republik Indonesia.
Dalam pemaparannya, Bagus Sigit Setiawan menjelaskan bahwa Asta Protas merupakan delapan program prioritas Kementerian Agama yang dicanangkan oleh Menteri Agama RI, Prof. Nasaruddin Umar, sebagai upaya mendukung terwujudnya Asta Cita pemerintah.
“Asta Protas adalah program prioritas yang dicanangkan Kementerian Agama RI sejak awal Bapak Prof. Nasaruddin Umar menjabat sebagai Menteri Agama dan ini juga untuk mendukung Asta Cita Presiden RI,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia memaparkan delapan program prioritas Kementerian Agama yang meliputi penguatan kerukunan dan cinta kemanusiaan, penguatan ekoteologi, layanan keagamaan yang berdampak, pendidikan unggul, ramah dan terintegrasi, pemberdayaan pesantren, pemberdayaan ekonomi umat, pemberdayaan rumah ibadah, serta digitalisasi tata kelola.
Pada kesempatan tersebut, Bagus Sigit juga menyoroti sinergi yang telah terjalin antara Pemerintah Kota Surakarta dan Kementerian Agama Kota Surakarta dalam menjaga dan memperkuat kerukunan umat beragama. Menurutnya, kolaborasi yang baik tersebut telah membuahkan apresiasi tingkat nasional berupa Harmony Award 2025 yang diberikan oleh Menteri Agama RI kepada Pemerintah Kota Surakarta atas komitmennya dalam menjaga kerukunan masyarakat.
“Sinergi antara Pemerintah Kota Surakarta, Kementerian Agama Kota Surakarta, dan berbagai elemen masyarakat menjadi salah satu faktor yang mengantarkan Kota Surakarta meraih Harmony Award 2025 sebagai bentuk apresiasi atas komitmen dalam menjaga kerukunan,” ungkapnya.
Selain itu, Bagus Sigit juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan keberadaan Kantor Urusan Agama (KUA) tidak hanya untuk layanan pernikahan dan urusan wakaf, tetapi juga sebagai pusat layanan keagamaan dan pembinaan umat.
“KUA tidak hanya melayani urusan pernikahan atau wakaf. Masyarakat yang ingin memperdalam pemahaman agama juga dapat memanfaatkan layanan di KUA, karena para penyuluh agama kami berkantor di setiap KUA kecamatan dan siap memberikan pendampingan kepada masyarakat,” ujarnya.
Di akhir podcast, Bagus Sigit menyampaikan harapannya agar masyarakat terus menjaga kerukunan, saling menghormati, serta memperkuat persaudaraan dalam kehidupan bermasyarakat.
Ia menjelaskan bahwa Kementerian Agama mengedepankan tiga prinsip persaudaraan, yaitu ukhuwah islamiyah (persaudaraan sesama umat beragama), ukhuwah wathaniyah (persaudaraan sesama anak bangsa), dan ukhuwah basyariyah (persaudaraan sesama manusia).
“Harapan kami, masyarakat terus hidup rukun, saling mencintai, dan tidak saling mencurigai. Meskipun berbeda agama, suku, atau latar belakang, kita tetap satu bangsa dan satu kemanusiaan yang harus saling menghormati dan menjaga martabat sesama,” pungkasnya.
Melalui podcast tersebut, Kementerian Agama Kota Surakarta berharap masyarakat semakin memahami program-program prioritas Kementerian Agama sekaligus turut berperan aktif dalam menjaga kerukunan, memperkuat moderasi beragama, dan membangun kehidupan yang harmonis di Kota Surakarta.
MAN 1 Surakarta Dan Disdukcapil Kota Surakarta Bersinergi Sukseskan Aktivasi IKD Melalui Program MANTAP
Kota Surakarta (Humas) – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Surakarta terus memperkuat komitmennya dalam mendukung transformasi digital sekaligus meningkatkan tertib...
Selanjutnya



















