Kota Surakarta (Humas) – Pelajar yang mampu bersaing dan berkontribusi dalam menghadirkan inovasi bagi keselamatan lalu lintas, kali ini kembali dibuktikan oleh Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Surakarta. Natasya Faiza Larasati, siswi kelas 11 F10, berhasil meraih Juara 1, sementara Naura Wahyu Wulandari, siswi kelas 11 F2, memperoleh Juara 5 atau Harapan 2 dalam ajang Pemilihan Pelajar Pelopor Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Kota Surakarta Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Dinas Perhubungan Kota Surakarta.
Kompetisi yang dimulai sejak 10 Juni 2026 tersebut terdiri atas beberapa tahapan, yakni penyusunan Karya Tulis Ilmiah (KTI), pembuatan Video Edukasi Keselamatan Lalu Lintas, seleksi 10 besar grand finalis melalui tes tertulis dan wawancara, serta presentasi inovasi alat di hadapan dewan juri.
Pada pengumuman pemenang tanggal 18 Juni 2026, Natasya Faiza Larasati berhasil meraih nilai tertinggi dengan total 2.896 poin dan juga dinobatkan sebagai Juara 1 Kategori Orasi. Sedangkan Natasya, pada babak final, ia mempresentasikan inovasi berjudul SIAGA (Sistem Informasi dan Peringatan Dini pada Area Blind Spot Tikungan Tajam).
Inovasi tersebut memanfaatkan sensor ultrasonik HC-SR04 sebagai pendeteksi kendaraan, Arduino Nano sebagai pengolah data, serta LED dan buzzer sebagai indikator visual dan audio. Sistem ini dirancang untuk memberikan informasi secara real time kepada pengguna jalan ketika terdapat kendaraan yang tidak terlihat akibat blind spot di tikungan tajam.
Menurut Natasya, inovasi tersebut lahir dari kepeduliannya terhadap keselamatan pengguna jalan. “Harapan saya dengan diciptakannya alat SIAGA (Sistem Informasi dan Peringatan Dini pada Area Blind Spot Tikungan Tajam Berbasis Sensor Ultrasonik) dapat meningkatkan kewaspadaan pengguna jalan dalam berkendara sehingga dapat mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas yang disebabkan oleh keterbatasan pandangan pada tikungan tajam. Saya juga berharap inovasi ini dapat terus dikembangkan dan diterapkan pada titik-titik rawan kecelakaan sehingga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Natasya.

Tidak kalah membanggakan, Naura Wahyu Wulandari melalui inovasi bertajuk PANDU (Smart Riding Companion Berbasis IoT dan Gamifikasi Melalui Evaluasi Stabilitas Berkendara dalam Mewujudkan Budaya Safety Riding).
Inovasi PANDU dirancang sebagai pendamping berkendara cerdas yang memanfaatkan teknologi Internet of Things (IoT) dan pendekatan gamifikasi untuk membantu pengguna mengevaluasi stabilitas berkendara secara berkelanjutan. Melalui sistem penilaian dan umpan balik yang interaktif, PANDU diharapkan mampu membangun budaya safety riding sejak usia pelajar.
Inovasi tersebut mendapatkan apresiasi dari dewan juri karena mengangkat isu keselamatan berkendara yang sangat relevan dengan kehidupan generasi muda saat ini.
Guru pembimbing, Prihantoro Eko Susilo, mengaku bangga atas capaian kedua siswinya. “Prestasi ini merupakan hasil kerja keras, kedisiplinan, kreativitas, dan semangat belajar yang luar biasa dari Natasya maupun Naura. Keduanya mampu menunjukkan bahwa pelajar madrasah dapat menghadirkan solusi inovatif terhadap persoalan keselamatan lalu lintas yang ada di masyarakat,” ungkap Prihantoro Eko Susilo.
Menurutnya, proses pendampingan dilakukan secara intensif sejak tahap penyusunan karya tulis ilmiah hingga simulasi presentasi final. “Yang membanggakan bukan hanya prestasinya, tetapi juga proses belajar yang mereka jalani. Mereka belajar melakukan riset, menyusun gagasan, membuat prototipe, berkomunikasi di depan publik, dan mempertahankan ide di hadapan dewan juri,” tambahnya.
Kepala MAN 1 Surakarta Ahmad Wardimin, menyampaikan apresiasi atas keberhasilan dua siswi tersebut. “Kami sangat bangga atas prestasi yang diraih Natasya Faiza Larasati dan Naura Wahyu Wulandari. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa siswa MAN 1 Surakarta tidak hanya unggul dalam bidang akademik dan keagamaan, tetapi juga mampu berinovasi dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” tutur Ahmad Wardimin.
Ahmad Wardimin berharap prestasi tersebut menjadi inspirasi bagi seluruh siswa untuk terus mengembangkan kreativitas dan keberanian dalam mengikuti berbagai kompetisi. Pemenang menerima penghargaan yang diserahkan langsung oleh Wali Kota Surakarta Respati Ardi, didampingi Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani, dalam event Car Free Day Jalan Slamet Riyadi pada Minggu (21/6/2026).
Prestasi Natasya dan Naura menjadi bukti bahwa MAN 1 Surakarta terus melahirkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga peduli terhadap keselamatan dan mampu menghadirkan inovasi bagi kemaslahatan masyarakat. (rsd/rmd)




















