Kota Surakarta (Humas) – Semangat menghadirkan pembelajaran yang kreatif, interaktif, dan berdampak bagi peserta didik menjadi fokus utama dalam kegiatan EduCreative Talk bertajuk “Creative Teaching, Engaging Learning” yang diselenggarakan oleh Tim DIGI FUN MATH Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS), pada hari Senin (18/5/2026) di Laboratorium IPA Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 5 Kota Surakarta.
EduCreative Talk ini merupakan bagian dari Program Hibah Pembelajaran Berdampak (JARPAK) UNS yang digelar melalui mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNS Tahun 2026 yang tergabung dalam Tim DIGI FUN MATH. Sedangkan DIGI FUN MATH itu sendiri merupakan program media pembelajaran matematika berbasis digital dan interaktif yang dikembangkan oleh tim akademisi dan mahasiswa prodi tersebut.
Seminar tersebut menghadirkan Guru Sejarah Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Surakarta yang terkenal dengan metode pembelajaran berbasi Artificial Intelligence (AI) yakni Rusdi Mustapa, sebagai narasumber utama. Dalam seminar tersebut, Rusdi Mustapa membagikan pengalaman dan praktik, baik dalam mengembangkan pembelajaran kreatif, baik berbasis media non-digital maupun digital kepada seluruh guru dan tenaga pendidik di lingkungan SMPN 5 Surakarta yang hadir.

Suasana EduCreative Talk berlangsung hangat dan penuh antusias karena peserta tidak hanya menerima materi secara teoritis, tetapi juga diajak melihat implementasi nyata pembelajaran kreatif yang telah diterapkan di MAN 1 Surakarta.
Dalam pemaparannya, Rusdi Mustapa menjelaskan bahwa tantangan pendidikan abad ke-21 menuntut guru untuk mampu menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan, bermakna, dan mampu meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran.
“Hari ini guru tidak cukup hanya menyampaikan materi. Guru harus mampu menghidupkan kelas, membangun pengalaman belajar, dan menghadirkan pembelajaran yang membuat siswa ingin terlibat,” ungkap Rusdi Mustapa saat menyampaikan materi seminar.
Melalui presentasi visual bergaya modern dan sinematik, peserta diperlihatkan berbagai praktik pembelajaran kreatif yang telah diterapkan di kelas. Beberapa metode yang dipaparkan di antaranya PEPES TERI (Permainan Pesawat Berisi Materi), Ular-Ularan, Lelang Soal, pemanfaatan komik sejarah digital, video pembelajaran berbasis AI, hingga penggunaan media interaktif untuk meningkatkan partisipasi siswa.
Menurut Rusdi Mustapa, kreativitas guru tidak selalu harus dimulai dari teknologi yang mahal, tetapi dari keberanian untuk mencoba pendekatan baru yang lebih dekat dengan kehidupan peserta didik.
“Pembelajaran kreatif tidak harus mahal. Yang terpenting adalah kemauan guru untuk terus belajar, mencoba, dan menghadirkan pembelajaran yang bermakna,” tambah Rusdi Mustapa.

Kegiatan EduCreative Talk digelar untuk tujuan sebagai wadah berbagi praktik baik pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, untuk memberikan wawasan kepada guru mengenai media pembelajaran kreatif, mengembangkan pemahaman tentang metode pembelajaran inovatif dan interaktif, serta mendorong guru untuk menciptakan pembelajaran yang menyenangkan.
Panitia kegiatan yang diwakili oleh Nur Rahman Najib menyampaikan bahwa seminar ini diharapkan dapat menjadi ruang kolaborasi sekaligus inspirasi bagi para pendidik untuk terus berinovasi di era pendidikan modern.
“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti pada seminar saja, tetapi dapat memunculkan praktik-praktik pembelajaran baru yang lebih kreatif dan berdampak di sekolah,” jelas Nur Rahman Najib.
Peserta seminar pun tampak aktif mengikuti sesi diskusi dan tanya jawab. Banyak guru mengaku mendapatkan inspirasi baru mengenai cara mengemas pembelajaran agar lebih hidup dan dekat dengan siswa. Salah satu peserta yang merupakan guru Matematika dan juga alumni MAN 1 Surakarta, Yoga, menyampaikan bahwa praktik yang dibagikan terasa realistis dan mudah diterapkan di kelas.
“Yang menarik, materi yang disampaikan bukan hanya teori, tetapi contoh nyata yang benar-benar sudah diterapkan. Ini membuat kami lebih termotivasi untuk mencoba,” ujar Yoga.
Selain sesi penyampaian materi, kegiatan juga diisi dengan diskusi interaktif, berbagi pengalaman, dan dokumentasi bersama seluruh peserta, narasumber, serta tim penyelenggara.
Melalui kegiatan ini, Program Hibah JARPAK UNS 2026 diharapkan mampu menciptakan lebih banyak inovasi pembelajaran yang meningkatkan kreativitas guru sekaligus menghadirkan pengalaman belajar yang lebih bermakna bagi peserta didik. Seminar ditutup dengan semangat kolaborasi dan pesan inspiratif bahwa pembelajaran yang baik bukan sekadar menyampaikan materi, tetapi bagaimana guru mampu menghidupkan kelas dan memberikan dampak nyata bagi siswa.
“Belajar, Berkarya, Berbagi, Berdampak.”
(rsd/rmd)


















