Kota Surakarta (Humas) – Semangat Ramadan di Kota Surakarta tidak hanya diisi dengan kegiatan ibadah, tetapi juga semarak dengan berbagai pertunjukan seni dan budaya. Di tengah euforia bulan penuh berkah ini, Tim Seni Tari RADEVA dari Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Surakarta sukses mencuri perhatian publik lewat dua penampilan memukau di dua lokasi ikonik berbeda. Dalam waktu berdekatan, para siswi berbakat ini menyajikan harmoni budaya Nusantara yang tidak hanya menghibur, tetapi juga sarat akan makna persatuan.
Penampilan perdana RADEVA digelar pada Sabtu (3/6/2026), di halaman Balaikota Surakarta dalam ajang GelArt Seni Ramadan. Ribuan pasang mata pengunjung yang memadati kawasan balaikota sontak terpukau oleh suguhan tari medley bertajuk “Rajud Nusantara”. Konsep ini menghadirkan perpaduan dinamis berbagai tarian daerah, mulai dari kelembutan tari Jawa, kelincahan tari Betawi, hingga kegagahan tari dari Toraja dan Minang. Kostum yang merepresentasikan keberagaman Indonesia semakin memperkuat pesan visual bahwa di atas segala perbedaan, bangsa ini tetap bersatu.
Hanya berselang dua hari, pada Senin (9/3/2026), tim yang terdiri dari siswi kelas X dan XI tersebut kembali unjuk kebolehan. Kali ini, panggung megah pelataran Masjid Raya Sheikh Zayed Solo menjadi saksi aksi memukau RADEVA dalam acara Semarak Ramadan. Dengan penampilan yang tak kalah enerjik, mereka kembali membawakan “Rajud Nusantara”, memadukan gerak tari dari berbagai daerah seperti Kalimantan, Sulawesi, hingga Batak. Pertunjukan di masjid kebanggaan warga Surakarta ini sukses menarik decak kagum para jamaah dan pengunjung yang datang dari berbagai penjuru.
Kehadiran RADEVA di dua acara bergengsi ini bukan sekadar pertunjukan biasa. Di balik gemulai tariannya, tersimpan misi besar untuk mensosialisasikan peran madrasah sebagai ruang tumbuh yang holistik. MAN 2 Surakarta ingin menunjukkan bahwa institusi pendidikan berbasis keagamaan tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga menjadi wadah strategis bagi siswa untuk mengasah minat dan bakat di bidang seni dan budaya. Partisipasi ini adalah bukti nyata bahwa generasi muda madrasah mampu berprestasi dan berkontribusi bagi masyarakat.

Dalam kedua kesempatan tersebut, Kepala Tata Usaha MAN 2 Surakarta Febriana Kusanindya Budhara turut hadir mendampingi para siswa. Kehadirannya menjadi suntikan semangat tersendiri bagi para penari. Di sela-sela kegiatan, ia menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi dan kreativitas yang ditunjukkan oleh para siswinya. Dukungan penuh dari manajemen madrasah ini menjadi fondasi penting bagi RADEVA untuk terus berkarya.
“Alhamdulillah, pertunjukan tari ini semoga memberikan kebahagiaan tersendiri untuk kita semua. Seni tari yang baru ditampilkan adalah simbol kebahagiaan dalam menjunjung persatuan dan kesatuan,” ujarnya penuh bangga. Ia juga berpesan kepada seluruh anggota RADEVA untuk terus berkreasi dan melahirkan karya-karya positif yang bermanfaat bagi banyak orang.
Sementara itu, di Masjid Raya Sheikh Zayed, ia menambahkan bahwa kegiatan ini lebih dari sekadar unjuk bakat. “Ini adalah sarana pembelajaran untuk menumbuhkan rasa percaya diri dan kebanggaan akan budaya bangsa. Dari pentas seni tari madrasah, kita bisa melihat lahirnya peserta didik yang maju, bermutu, dan siap mendunia,” tegasnya. Apresiasi ini sekaligus menjadi pelecut semangat para siswa untuk terus mengembangkan potensi diri.
Momen di Masjid Raya Sheikh Zayed menjadi lebih istimewa karena para anggota RADEVA tidak hanya tampil, tetapi juga mengikuti kegiatan buka puasa bersama. Kebersamaan ini menjadi perekat silaturahmi antar anggota tim, guru pendamping, dan pengurus masjid. Suasana Ramadan yang khusyuk berpadu dengan kehangatan persaudaraan, menciptakan pengalaman tak terlupakan bagi para siswi yang juga menjalankan ibadah puasa.
Dengan rentetan penampilan sukses di dua venue bergengsi ini, RADEVA MAN 2 Surakarta telah membuktikan eksistensinya sebagai duta seni budaya yang membanggakan. Melalui “Rajud Nusantara”, mereka tidak hanya melestarikan warisan leluhur, tetapi juga menyuarakan pesan perdamaian dan persatuan di tengah masyarakat. MAN 2 Surakarta pun berharap para siswanya dapat terus mengembangkan kreativitas, berkontribusi positif, dan menginspirasi generasi muda lainnya untuk mencintai kekayaan budaya Nusantara. (arf/rmd)






















