Kota Surakarta (Humas) – Di hari ke-22 Ramadan 1447 Hijriah, Kantor Kementerian Agama Kota Surakarta melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) yang dikoordinir oleh Penyelenggara Zakat dan Wakaf (Zawa) menggelar Tebar Harapan Ramadan (THR) 1447 H dengan membagikan ratusan paket sembako dan bantuan tunai kepada golongan fakir, miskin, dan fisabilillah. Kegiatan yang berlangsung di Aula R. Oesman Pudjotomo pada Kami (12/3/2026) sore, dihadiri langsung oleh Kepala Kankemenag Kota Surakarta Ahmad Ulin Nur Hafsun, yang didampingi oleh Penyelenggara Zakat dan Wakaf Arif Ansori, Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Achmad Arifin, Kasi Rifhamdhani Agam, serta Kasi Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (PAKIS) Encep Moh. Ilham. Kehadiran Ahmad Ulin Nur Hafsun beserta jajaran menegaskan komitmen penuh Kemenag Kota Surakarta dalam memastikan bantuan tepat sasaran kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan di bulan penuh berkah.
Dalam sambutannya saat membuka acara, Ahmad Ulin Nur Hafsun menyampaikan pesan mendalam yang menyentuh hati para mustahik yang hadir. Ia menekankan bahwa esensi dari program THR bukan sekadar bagi-bagi bantuan materi, melainkan sebuah ikhtiar lahiriah untuk meraih keberkahan Ilahiah. “Harapan kita adalah doa kita kepada Allah SWT. Maka melalui program THR, semoga Allah menambah berkah rezeki para muzaki di lingkungan Kemenag, dan semoga Allah menjaga serta memberi kenikmatan atas semua rezeki yang telah diberikan-Nya,” ujar Ahmad Ulin Nur Hafsun di hadapan para penerima manfaat. Pernyataan ini sejalan dengan visi Kemenag Kota Surakarta yang terus berupaya mentransformasi layanan keagamaan dari sekadar konsep menjadi implementasi berdampak nyata bagi umat, sebagaimana dicanangkan dalam berbagai rapat koordinasi sebelumnya.
Momen penyaluran tasharruf kali ini berbeda karena diawali dengan sosialisasi Gerakan Wakaf Uang. Sebelum acara inti dimulai, Arif Ansori memberikan materi pengenalan tentang edukasi instrumen wakaf yang saat ini tengah digencarkan pemerintah. Ia menginformasikan bahwa program Gerakan Wakaf Uang di Kota Surakarta baru saja resmi dilaunching pada Rabu (11/3/2026) di Masjid Raya Sheikh Zayed Solo (MRSZS), atau sehari sebelum pelaksanaan THR. Edukasi ini menjadi penting untuk membuka wawasan masyarakat bahwa berwakaf tidak harus dalam bentuk tanah atau bangunan, tetapi bisa dalam nominal uang yang nilainya fluktuatif dan dapat digunakan untuk pemberdayaan ekonomi umat secara lebih luas.

Semangat berbagi di bulan Ramadan yang diusung Kemenag Kota Surakarta melalui program THR ini ternyata menjadi bagian dari gerakan nasional Kementerian Agama RI. Di tingkat pusat, program serupa diluncurkan dengan tema “Selasar Hangat Lintas Agama x Joyful Ramadan”, yang menegaskan bahwa nilai-nilai kepedulian sosial tidak mengenal batas keyakinan. Bahkan secara nasional, Kemenag mengawal penyaluran dana zakat, infak, dan sedekah mencapai angka fantastis Rp473 miliar selama Ramadan 1447 H, yang ditargetkan menjangkau sekitar 3 juta fakir miskin di 117 kabupaten dan kota prioritas penanganan kemiskinan ekstrem . Hal ini membuktikan bahwa apa yang dilakukan di Surakarta adalah simpul dari tali kebaikan besar yang dirajut Kemenag di seluruh Indonesia.
Pelaksanaan program THR di Kota Surakarta juga mendapatkan resonansi positif dari berbagai daerah yang menggelar kegiatan serupa. Di Banjarmasin, Kemenag setempat berkolaborasi dengan Baznas Kota Banjarmasin dan Unit Pengumpul Zakat Bank Kalsel untuk menyalurkan 205 paket sembako pada hari yang sama, Kamis (12/3/2026). Sementara itu, di Kabupaten Pulau Morotai, Kemenag setempat mengapresiasi kegiatan Tebar Ifthar Ramadan yang membagikan 290 paket sembako kepada masyarakat yang membutuhkan . Di Gowa, program THR bahkan dirangkaikan dengan pemberian penghargaan Ekoteologi Award kepada ASN Kemenag yang dinilai berkontribusi dalam penguatan nilai keagamaan dan kepedulian lingkungan . Harmonisasi program antar daerah ini menunjukkan bahwa Kemenag hadir sebagai simpul pemersatu gerakan kebaikan di bulan suci.

Kankemenag Kota Surakarta sendiri telah menunjukkan keseriusannya dalam membangun ekosistem layanan keagamaan yang berdampak. Sejak awal Februari lalu, jajaran Bimas Islam melalui rapat koordinasi telah menegaskan pentingnya program unggulan dan pendataan yang akurat untuk memastikan intervensi kebijakan tepat sasara . Komitmen ini terwujud dalam pelaksanaan THR yang tidak hanya seremonial, tetapi juga diiringi dengan edukasi literasi keagamaan seperti Gerakan Wakaf Uang. Ke depan, Ahmad Ulin Nur Hafsun berharap program serupa tidak hanya berhenti pada bantuan konsumtif, tetapi juga merambah pada pemberdayaan ekonomi mustahik agar mereka dapat mandiri dan pada gilirannya kelak bertransformasi menjadi muzaki. (rmd)




















