Kota Surakarta (Humas) – Kreativitas dan inovasi guru Raudhatul Athfal (RA) Kecamatan Banjarsari ditunjukkan dalam kegiatan Lomba dan Eksibisi Mahakarya Guru yang digelar meriah di Taman Cerdas Jebres, Kota Surakarta. Kegiatan ini menjadi ajang unjuk kemampuan sekaligus penguatan kompetensi guru dalam menciptakan pembelajaran yang kreatif dan menyenangkan.
Mengusung tema “Kreativitas Tanpa Sekat, Mahakarya Tanpa Batas, Menuju RA Banjarsari Hebat”, kegiatan tersebut dihadiri oleh Pengawas Madrasah Kantor Kementerian Agama Kota Surakarta Istikhomah dan Sarkin, serta diikuti oleh seluruh Kelompok Kerja Guru (KKG) RA se-Kecamatan Banjarsari. Dalam sambutan sekaligus membuka kegiatan, Istikomah menegaskan pentingnya inovasi dalam dunia pendidikan anak usia dini.
“Inovasi dalam mengajar adalah kunci. Mahakarya yang ditampilkan hari ini menunjukkan dedikasi tinggi para guru RA dalam menghadirkan pembelajaran yang relevan dan menyenangkan bagi anak-anak,” ujarnya.

Salah satu rangkaian utama kegiatan adalah lomba sosiodrama yang dikemas secara kreatif oleh masing-masing KKG, yaitu:
- KKG RA 1 dengan judul Hutan Ceria Sahabat Kita
- KKG RA 2 dengan judul Kisah Nabi Ismail
- KKG RA 3 dengan judul Cahaya Langit
Adapun juri yang didapuk untuk menilai dalam kegiatan tersebut yaitu Dosen PIAUD Universitas Raden Mas Said Surakarta Utami dan Sarkin yang juga merupakan Ketua Kelompok Kerja Pengawas (Kapokjawas) Kota Surakarta. Selain itu, dalam kesempatan tersebut Panitia juga berinisiatif untuk menyerahkan Banjarsari Awards sebagai bentuk apresiasi kepada sekolah yang berprestasi dalam Lomba Guru Berkisah Gerakan Nasional Cinta Al Qur’an (GERNASCINTAQU) yang diselenggarakan oleh Pimpinan Pusat IGRA dan Unplugged Edu Games yang diselenggarakan Masjid Raya Sheikh Zayed Solo.
Sekolah yang berprestasi dalam Lomba Guru Berkisah GERNASCINTAQU yaitu:
- RA Nurul Huda sebagai Juara 1 tingkat kota dan Juara 3 tingkat Provinsi
- RA Alif SMART sebagai Juara 2 tingkat kota
- RA Al-Islam 3 sebagai Juara 3 tingkat kota
Tidak sampai di situ, dua sekolah yakni RA Cerdas Ceria dan RA Perwanida, tahun ini juga berhasil menembus 5 besar finalis Unplugged Edu Games.
Adapun hasil lomba Mahakarya Guru tahun ini menetapkan KKG RA 2 sebagai Juara 1,KKG RA 1 sebagai Juara 2 dan KKG RA 3 sebagai Juara 3.

Ketua IGRA Kecamatan Banjarsari Suryani Wulandari, melengkapi pelaksanaan kegiatan dengan menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi wadah penting bagi guru untuk terus berkembang dan berkolaborasi.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menegaskan bahwa guru RA tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga kreator pembelajaran. Ini menjadi ruang berbagi ide dan inovasi yang dapat langsung diterapkan di kelas,” ungkap Suryani Wulandari.
Seluruh partisipan berharap melalui kegiatan Lomba Mahakarya Guru RA se-Kecamatan Banjarsari ini diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini, khususnya di wilayah Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta. Selamat kepada para pemenang, tetap semangat berkarya, belajar, dan ditunggu invosasi dan kreasi pada perjalanan mendidik putra-putri Kota Surakarta di hari-hari mendatang! (frd/rmd)

















