Kota Surakarta (Humas)- Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Surakarta Ahmad Ulin Nur Hafsun didampingi Kepala Seksi (Kasi) Bimbingan Masyarakat Islam Achmad Arifin, pada Kamis (23/4/2026) hadir menyampaikan penguatan dalam kegiatan Sosialisasi Tokoh Agama Merajut Hati Memperkuat Negeri Bersama Tokoh Agama. Bertema “Membangun Masyarakat yang Harmonis, Berdaya dan Penuh Makna”, kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Kantor Cabang Kota Surakarta.
Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh sejumlah tamu undangan penting lainnya yaitu Kepala Cabang BPJS Kesehatan Kabupaten Karanganyar Khoirul Rusidi, Kepala Kankemenag, perwakilan Ormas Islam, Tokoh Agama serta Tokoh Masyarakat se-eks Karesidenan Surakarta (Kabupaten Sragen, Wonogiri, Karanganyar, dan Sukoharjo).
Dalam kegiatan tersebut, Kankemenag Kota Surakarta berperan cukup penting, khususnya dalam menjembatani nilai-nilai keagamaan dengan kebijakan publik di bidang kesehatan. Kehadiran Ahmad Ulin Nur Hafsun menjadi bukti keseriusan komitmen Kankemenag dalam mengawal literasi program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) melalui pendekatan moral dan spiritual.

Dalam sambutannya, ia menyampaikan secara gamblang tentang pentingnya sinergi antara institusi keagamaan dan BPJS Kesehatan. “Bicara masalah kesehatan, maka kita berbicara melingkupi semuanya. Kesehatan adalah karunia dari Allah SWT berupa nikmat yang harus kita jaga dan syukuri. JKN itu menjadi instrumen penting untuk melindungi kesehatan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Ahmad Ulin Nur Hafsun mengakui masih adanya dinamika pemahaman masyarakat terhadap program JKN-KIS. Menurutnya, ruang dialog seperti yang difasilitasi BPJS Kesehatan ini adalah kesempatan emas untuk menjernihkan berbagai kesalahpahaman. “Meskipun mohon maaf masih ada dinamika pemahaman masyarakat, maka hari ini BPJS memberikan fasilitas kesempatan agar kita bisa duduk bersama dengan tujuan saling sharing agar bagaimana BPJS Kesehatan bisa dipahami secara pas dan secara benar sehingga tidak ada persoalan lagi di masyarakat,” tegasnya.
Ahmad Ulin Nur Hafsun kemudian mengapresiasi dan sekaligus secara tegas menyadarkan peran penting para ulama dan tokoh masyarakat.
“Panjenengan, kita semua diaturi rawuh siang ini, karena kita semua sering kali menjadi panutan masyarakat. Saat masyarakat ada masalah, sering yang menjadi rujukan adalah Ustad, Kyai, dan sering menjadi rujukan utama. Maka, kita di posisi strategis menyampaikan nilai moral dan nilai spiritual, berfungsi sebagai pintu dan jendela informasi literasi,” ungkap Ahmad Ulin Nur Hafsun.

Kepala BPJS Kesehatan Kantor Cabang Kota Surakarta Debbi Nianta Musigiasari yang hadir didampingi oleh Kepala Bagian Mutu Layanan Kepesertaan Hardianto, menyampaikan apresiasi kepada seluruh tamu undangan yang hadir. Ia menegaskan bahwa layanan BPJS Kesehatan secara terus-menerus dituntut untuk diperbaiki dan ditingkatkan kualitasnya.
“Kami sangat berterima kasih atas kehadiran Bapak/Ibu tamu undangan semua, yang telah berkenan meluangkan waktunya. Dan salah satu kewajiban kami adalah bersinergi dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, unsur yang bersinggungan langsung dengan masyarakat, untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat dan kesadaran pentingnya berkontribusi dan patuh pada regulasi JKN-KIS,” ujar Debbi Nianta Musigiasari.
Kegiatan tersebut menjadi bukti nyata bahwa tokoh agama adalah mitra penting bagi negara dalam membangun masyarakat yang sehat, harmonis, dan berdaya. Di akhir kegiatan, seluruh peserta mendapatkan buku berjudul “Meraih Sehat Mensyukuri Nikmat”, Kumpulan Khutbah Jumat Jaminan Kesehatan Nasional yang ditulis secara ekslusif oleh tim BPJS Kesehatan. (rmd)




















