Kota Surakarta (Humas) – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Surakarta kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun ekosistem pendidikan yang kolaboratif melalui kemitraan dengan perguruan tinggi dan komunitas profesi guru. Pada Kamis (2/7/2026), MAN 1 Surakarta dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKKM) yang diselenggarakan oleh Grup Riset Historical Eduka, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Sebelas Maret (UNS) bekerja sama dengan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Sejarah Madrasah Aliyah Korwil II Jawa Tengah.
Kegiatan bertema “Sejarah Berbasis Deep Learning untuk Penguatan Pendidikan Nilai pada Guru Madrasah Aliyah Negeri Korwil II Jawa Tengah” ini diikuti oleh guru-guru sejarah Madrasah Aliyah Negeri yang tergabung dalam MGMP Sejarah Korwil II Jawa Tengah. Tim pengabdian dipimpin oleh Djono bersama dosen dan mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret.
Pelaksanaan kegiatan ini merupakan wujud nyata sinergi antara perguruan tinggi, organisasi profesi guru, dan madrasah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran sejarah. Melalui pendekatan deep learning, para peserta memperoleh wawasan mengenai strategi pembelajaran yang mampu mendorong peserta didik berpikir kritis, reflektif, kreatif, serta menginternalisasikan nilai-nilai karakter, kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam sambutannya, Kepala MAN 1 Surakarta Ahmad Wardimin, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada MAN 1 Surakarta sebagai mitra penyelenggara kegiatan. Menurutnya, kolaborasi dengan perguruan tinggi merupakan bagian dari upaya madrasah untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan melalui penguatan kompetensi guru.

“Kami merasa terhormat dapat menjadi bagian dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang diselenggarakan oleh Grup Riset Historical Eduka LPPM Universitas Sebelas Maret bekerja sama dengan MGMP Sejarah Korwil II Jawa Tengah. Kolaborasi seperti ini sangat penting dalam memperkuat budaya akademik di madrasah sekaligus membuka ruang bagi guru untuk terus mengembangkan kompetensi profesionalnya. Kami berharap kerja sama ini dapat terus berlanjut dalam berbagai program pengembangan pendidikan yang memberikan manfaat nyata bagi guru maupun peserta didik,” ujarnya.
Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat sekaligus Ketua Grup Riset Historical Eduka LPPM UNS, Djono, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, guru memiliki peran strategis dalam menghadirkan pembelajaran sejarah yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan materi, tetapi juga mampu membentuk karakter generasi muda.
“Melalui kegiatan ini kami ingin berbagi hasil kajian dan pengalaman mengenai implementasi pendekatan deep learning dalam pembelajaran sejarah. Pendekatan ini diharapkan mampu menjadikan pembelajaran lebih bermakna, kontekstual, dan berorientasi pada penguatan pendidikan nilai. Kolaborasi bersama MGMP Sejarah Korwil II Jawa Tengah dan MAN 1 Surakarta menjadi contoh kemitraan yang sangat baik antara perguruan tinggi, komunitas guru, dan satuan pendidikan dalam meningkatkan mutu pembelajaran di madrasah,” jelas Djono.
Sementara itu, Ketua MGMP Sejarah Madrasah Aliyah Korwil II Jawa Tengah Muh. Ghufron, menyambut baik terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai bahwa penguatan kompetensi guru melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi menjadi kebutuhan penting di tengah perkembangan dunia pendidikan yang semakin dinamis.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Grup Riset Historical Eduka LPPM UNS yang telah memfasilitasi kegiatan ini, serta kepada MAN 1 Surakarta yang telah menjadi tuan rumah dengan penyelenggaraan yang sangat baik. Materi yang disampaikan memberikan perspektif baru bagi guru sejarah dalam mengembangkan pembelajaran yang lebih inovatif dan berorientasi pada pendidikan nilai. Kami berharap kerja sama seperti ini dapat terus berlanjut sehingga MGMP menjadi wadah belajar bersama yang mampu meningkatkan profesionalisme guru sejarah di madrasah,” tuturnya.
Selain penyampaian materi, kegiatan juga diisi dengan diskusi interaktif, berbagi praktik baik, serta refleksi pembelajaran yang melibatkan dosen, guru, dan mahasiswa. Antusiasme peserta terlihat dari tingginya partisipasi dalam sesi diskusi yang membahas implementasi deep learning dalam pembelajaran sejarah sesuai dengan karakteristik peserta didik di era digital.
Bagi MAN 1 Surakarta, kegiatan ini menjadi salah satu bentuk komitmen madrasah dalam memperluas jejaring kemitraan dengan perguruan tinggi, organisasi profesi, dan berbagai pemangku kepentingan pendidikan. Sinergi tersebut diharapkan mampu melahirkan berbagai inovasi pembelajaran yang tidak hanya meningkatkan kompetensi guru, tetapi juga memperkuat kualitas layanan pendidikan di madrasah.
Kolaborasi antara Grup Riset Historical Eduka LPPM UNS, MGMP Sejarah Madrasah Aliyah Korwil II Jawa Tengah, dan MAN 1 Surakarta diharapkan menjadi langkah awal bagi pengembangan program-program akademik yang berkelanjutan. Dengan semangat kebersamaan, ketiga institusi berkomitmen untuk terus menghadirkan pembelajaran sejarah yang inovatif, relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta tetap berpijak pada nilai-nilai karakter, kebangsaan, dan budaya Indonesia.
Sebagai madrasah yang terus bertransformasi, MAN 1 Surakarta akan senantiasa membuka ruang kolaborasi dengan berbagai institusi pendidikan dalam rangka mewujudkan pendidikan yang unggul, adaptif, dan berdaya saing global. Semangat tersebut sejalan dengan visi MAN 1 Surakarta sebagai madrasah yang Maju, Bermutu, dan Mendunia. (rsd/rmd)



















