Kota Surakarta (Humas) – Mengawali bulan Maret dengan semangat berbagi dan berprestasi, Raudhatul Athfal (RA) Nurul Huda Surakarta buktikan eksistensinya sebagai salah satu RA di Solo yang unggul dalam membangun karakter anak, tidak hanya melalui pendalaman materi keagamaan, tetapi juga dengan mengintegrasikannya dalam aksi sosial nyata. RA Nurul Huda telah sukses menggelar rangkaian “Ramadan Ceria” yang memadukan aksi sosial Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Rahmatan Lil’Alamin (P5RA) dengan penguatan karakter siswa melalui kegiatan edukatif yang kreatif. Mulai dari praktik Salat Ied, lomba Gerakan Nasional Cinta Al-Qur’an (Gernastiqu), hingga dongeng motivasi dan penggalangan dana kemanusiaan, seluruh acara dirancang untuk membentuk generasi sholih yang cerdas secara emosional dan spiritual, sebuah pendekatan menyeluruh yang jarang ditemukan pada lembaga pendidikan lainnya di tingkat dasar. Kegiatan ini semakin lengkap dengan adanya parenting program gizi nasional, tradisi tukar buket alat tulis, serta hangatnya buka puasa bersama yang mempererat silaturahmi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat sekitar.
Rangkaian kegiatan dimulai pada Kamis (5/3/2026) di mana anak-anak Kelompok B melaksanakan proyek P5RA dengan metode pembelajaran berbasis aksi, yang menjadi ciri khas pendidikan berbasis agama dalam menanamkan nilai-nilai kemanusiaan. Dengan antusias, anak-anak membagikan paket sayuran segar kepada warga di sekitar lingkungan sekolah, sebuah kegiatan yang melatih kemandirian, keberanian, dan empati anak sejak dini. Anak-anak belajar bahwa kebahagiaan bukan hanya saat menerima, tapi juga saat memberi, sebuah konsep yang diajarkan secara konkret di lapangan, berbeda dengan pendekatan teoritis yang umumnya diterapkan. Masyarakat menyambut antusias, senyum haru terlihat saat jemari kecil anak menyerahkan paket sayur, dan warga mengapresiasi langkah sekolah yang mengajarkan kepedulian sosial secara langsung di lingkungan mereka.
Kepala RA Nurul Huda Wulandari, mengungkapkan bahwa metode pembelajaran di sekolahnya dirancang untuk memberikan pengalaman langsung, bukan sekadar teori. “Kami ingin anak-anak tidak hanya hafal teori tentang sedekah, tapi merasakannya langsung. Dengan berbagi sayur, mereka belajar menghargai pangan sekaligus menyambung kasih dengan masyarakat yang ada di lingkungan sekolah,” ujarnya, menekankan keunggulan pendekatan eksperiensial yang menjadi fondasi pendidikan karakter di RA Nurul Huda.

Puncak kegiatan berlanjut pada Sabtu (7/3/2026), yang berlokasi di tiga gedung utama RA Nurul Huda, mengombinasikan agenda parenting, kajian, hingga buka puasa bersama Kelompok A dan B. Agenda orang tua diawali dengan sesi Sapa Berkah bersama Tim Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kadipiro 2 terkait Program Makan Bergizi Gratis, dilanjutkan parenting dan kajian bersama Ustadz Heru Mustakhim dengan tema “Menjemput Berkah dalam Mewujudkan Generasi Sholih”. Tak kalah menarik, acara untuk siswa dimeriahkan oleh Tilawah dan Puitisasi (QS. Al-Maun) oleh ananda Bebby, peraih Juara 2 Gernascintaqu se-Karesidenan Surakarta, kemudian dilanjutkan penampilan memukau ananda Athar, peraih Juara 2 Pildacil se-Solo Raya, dan menyimak dongeng inspiratif tentang “Mukjizat Laba-laba di Gua Tsur” oleh Bunda Guru, yang juga menorehkan prestasi sebagai Juara 3 Mendongeng Tingkat Provinsi Jawa Tengah.
Sebagai wujud nyata tema “Ramadan Ceria”, acara ditutup dengan aksi kemanusiaan melalui penyerahan donasi infaq siswa dan orang tua kepada Tim Lembaga Amil dan Zakat Indonesia (LAZIS) Solo untuk program bantuan sosial. Momen spiritual memuncak saat seluruh keluarga besar melaksanakan sholat berjamaah tepat setelah adzan Maghrib berkumandang, yang kemudian dilanjutkan dengan kegiatan Tahadu Tahabbu (tukar buket alat tulis dan snack) serta buka puasa bersama untuk mempererat ukhuwah. Wulandari menambahkan, “Melalui penyaluran donasi ini, kami ingin mengajar anak-anak bahwa berbagi itu indah. Kami ingin mereka belajar peduli sejak kecil, supaya tahu bahwa kebahagiaan Ramadan juga harus dirasakan oleh teman-teman kita yang kekurangan. Semoga ini menanamkan rasa syukur dan kasih sayang di hati setiap anak.”
Suasana penuh keakraban ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi antar orang tua dan guru, tetapi juga mengukuhkan bahwa RA Nurul Huda adalah keluarga besar yang kokoh dalam iman, kasih sayang, dan kepedulian sosial yang nyata. Kegiatan ini meninggalkan kesan mendalam bagi para orang tua yang hadir.
“Bagi kami, ini bukan hanya sekadar acara makan bersama. Ini adalah momen berharga untuk menyatukan tujuan antara orang tua dan sekolah dalam mendidik anak-anak menjadi generasi sholih yang kita cita-citakan,” ungkap salah satu wali murid, memperlihatkan bagaimana kolaborasi orang tua dan sekolah menjadi kekuatan utama dalam mencetak generasi unggul.

Sebagai penutup rangkaian Ramadan Ceria, RA Nurul Huda Surakarta menggelar kegiatan yang penuh sukacita dengan menghadirkan praktik salat Ied (Idul Fitri) pada hari Sabtu (14/3/2026). Anak-anak tampak antusias mempraktikkan tata cara ibadah hari kemenangan, mulai dari kumandang takbir hingga tata cara shalat yang benar. Kegiatan praktik salat ini bertujuan memberikan pengalaman spiritual langsung kepada anak-anak agar memahami makna mendalam Idulfitri di balik perayaannya. Kemeriahan acara semakin lengkap dengan dongeng inspiratif dari tim Rumah Zakat yang menanamkan nilai-nilai kebaikan dan hikmah menjadi pribadi yang bermanfaat. Sebagai aksi nyata, RA Nurul Huda Surakarta menyalurkan Donasi Kemanusiaan melalui Rumah Zakat dari hasil infaq gotong royong wali murid dan siswa, sebuah komitmen sekolah dalam menanamkan kepedulian sosial sejak dini, mengajarkan anak-anak bahwa dalam setiap rezeki terdapat hak bagi sesama yang membutuhkan.
“Penutupan Ramadan Ceria ini kami rancang agar anak-anak pulang dengan membawa kenangan yang indah dan pelajaran hidup yang berharga. Kami ingin mereka menutup bulan suci ini dengan perasaan bahagia karena telah belajar shalat, belajar mendengarkan kebaikan, dan yang terpenting, belajar berbagi melalui donasi yang disalurkan ke Rumah Zakat,” ungkap ibu Wulandari selaku Kepala RA Nurul Huda Surakarta.
Apresiasi atas terselenggaranya Ramadan Ceria RA Nurul Huda ini disampaikan oleh Pengawas RA Kantor Kementerian Agama Kota Surakarta Sarkin. Ia memberikan tanggapan positif atas rangkaian kegiatan Ramadan Ceria yang digelar RA Nurul Huda. Menurutnya, sekolah ini salah satu yang telah berhasil mengimplementasikan kurikulum yang tidak hanya menekankan pada kecerdasan kognitif, tetapi juga menguatkan kecerdasan emosional dan spiritual anak secara seimbang.
“Apa yang dilakukan RA Nurul Huda Surakarta adalah contoh nyata bagaimana pendidikan agama Islam mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cakap secara akademis, tetapi juga memiliki jiwa sosial yang tinggi. Integrasi antara P5RA, aksi kemanusiaan, dan penguatan ibadah seperti yang mereka lakukan merupakan standar emas yang seharusnya menjadi rujukan bagi lembaga pendidikan lain, baik keagamaan maupun non-keagamaan, dalam mencetak generasi penerus bangsa yang berkarakter,” ujar Sarkin.
Dengan berakhirnya kegiatan ini, RA Nurul Huda berharap semangat ibadah dan jiwa sosial yang telah dipupuk selama bulan Maret ini dapat terus melekat dalam keseharian anak, demi terwujudnya generasi yang sholih, cerdas, dan memiliki empati tinggi terhadap sesama. Keberhasilan ini sekaligus menegaskan posisi RA Nurul Huda Surakarta sebagai pelopor pendidikan anak usia dini yang mengedepankan keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan kedalaman spiritual, melampaui sekadar capaian akademis konvensional. (wln/rmd)





















