Surakarta (Humas) – Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2026, MTs SA Al Islam Jamsaren Surakarta menggelar kegiatan pengenalan permainan tradisional sebagai sarana memperkuat karakter sekaligus melestarikan budaya bangsa (24/07/2026). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh peserta didik dengan penuh antusias melalui berbagai permainan yang mengedepankan kebersamaan, sportivitas, dan kerja sama.
Empat permainan tradisional, yakni egrang, lompat tali, engklek, dan gobak sodor, menjadi fokus kegiatan yang berlangsung di lingkungan madrasah. Para peserta didik dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk mencoba setiap permainan secara bergantian. Gelak tawa dan semangat kebersamaan tampak mewarnai jalannya kegiatan ketika mereka saling menyemangati dan bekerja sama menyelesaikan setiap tantangan permainan.
Selain memberikan suasana belajar yang menyenangkan, kegiatan ini menjadi media pembelajaran karakter yang mengajarkan pentingnya kejujuran, disiplin, tanggung jawab, serta kemampuan berkomunikasi dan bekerja sama. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, pengenalan kembali permainan tradisional diharapkan mampu menjadi alternatif aktivitas yang sehat sekaligus mempererat interaksi sosial antarpeserta didik.
Kepala MTs SA Al Islam Jamsaren Surakarta, Faizul Kirom, menyampaikan bahwa peringatan Hari Anak Nasional merupakan momentum untuk menghadirkan pengalaman belajar yang bermakna bagi peserta didik. “Permainan tradisional dipilih karena mengandung banyak nilai pendidikan karakter, seperti kebersamaan, sportivitas, kepemimpinan, dan kepedulian terhadap sesame,”ujarnya. Melalui kegiatan tersebut, diharapkan peserta didik semakin mengenal, mencintai, dan turut melestarikan permainan tradisional sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia.

Guru MTs SA Al Islam Jamsaren Surakarta, Deny, juga menyampaikan apresiasinya terhadap antusiasme peserta didik selama mengikuti kegiatan. Menurutnya, permainan egrang, lompat tali, engklek, dan gobak sodor bukan sekadar hiburan, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran yang efektif dalam membangun kepercayaan diri, melatih ketangkasan, serta memperkuat kerja sama antarteman. “Kegiatan semacam ini penting untuk terus dihadirkan agar peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang seimbang antara aspek akademik, sosial, dan budaya,”pungkasnya.
Melalui peringatan Hari Anak Nasional 2026, MTs SA Al Islam Jamsaren Surakarta menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan kegiatan pembelajaran yang inovatif, menyenangkan, dan berakar pada nilai-nilai budaya bangsa. Diharapkan semangat melestarikan permainan tradisional dapat terus tumbuh sehingga generasi muda tidak hanya mengenal budaya leluhurnya, tetapi juga mampu mengamalkan nilai-nilai positif yang terkandung di dalamnya dalam kehidupan sehari-hari. (amr/my)













