Surakarta (Humas) — Menyambut Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026, Madrasah Aliyah (MA) Muhammadiyah Surakarta menggelar rangkaian kegiatan edukatif dan inspiratif yang disambut dengan penuh semangat oleh para siswa. Acara dibuka secara resmi oleh Kepala MA Muhammadiyah Surakarta, Sumarman, yang mengapresiasi keaktifan para siswa dalam mengikuti seluruh agenda yang telah dirancang pihak madrasah.
Rangkaian kegiatan semarak HAN 2026 ini dikawal langsung oleh Tim Kesiswaan MA Muhammadiyah Surakarta di bawah koordinasi Septian Hendra. Dalam keterangannya, Septian menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang bukan sekadar untuk rekreasi, melainkan sebagai sarana memperluas wawasan keagamaan, sosial, dan budaya para murid di luar ruang kelas konvensional.
Hari Pertama di isi dengan materi Edukasi Remaja Kreatif dan Sehat Bersama KUA Jebres. Agenda bimbingan khusus dari Kantor Urusan Agama (KUA) Jebres mengenai program BRUS (Bimbingan Remaja Usia Sekolah). Kedatangan tim KUA Jebres disambut antusias oleh para murid.
Kepala KUA Jebres, Ghofar Ismail menyampaikan apresiasi yang mendalam atas sambutan hangat dari pihak madrasah serta tingginya antusiasme para peserta didik. “Pentingnya kolaborasi lintas lembaga ini untuk membentengi generasi muda dengan pondasi moral dan keagamaan yang kokoh sejak dini,” jelasnya.
Hadir pula sebagai pemateri utama,Penyuluh Agama Islam, Alfian Nidlor dan Eye Muallif, yang membawakan materi dengan gaya komunikasi interaktif. Suasana bimbingan berlangsung serius namun santai, dikemas dalam nuansa menyenangkan sehingga para murid menyimak setiap pesan yang disampaikan dengan saksama tanpa merasa jenuh. Program ini dinilai sangat krusial dalam membekali generasi muda dengan pemahaman karakter, kesehatan mental, serta kesiapan menyongsong masa depan yang matang dan berintegritas.

Hari berikutnya, dengan tema Menjelajah Warisan Budaya di Ndalem Djojokoesuman Baluwarti dengan agenda kunjungan edukatif ke Ndalem Djojokoesuman Baluwarti, Surakarta. Di kawasan cagar budaya tersebut, para murid berkesempatan menyaksikan pameran khusus yang diikuti oleh berbagai museum dari seluruh penjuru Indonesia.
Antusiasme tinggi terpancar dari ekspresi ceria para siswa MA Muhammadiyah Surakarta. Mereka tampak aktif berkeliling mengamati ragam koleksi sejarah, berinteraksi dengan penjaga stan museum, serta menggali wawasan mendalam mengenai kekayaan sejarah dan kebudayaan Nusantara. Kunjungan ini sekaligus menjadi sarana strategis dalam menanamkan rasa cinta tanah air dan kesadaran melestarikan budaya bangsa di kalangan pelajar madrasah.
Secara terpisah, Pengawas Madrasah, Sri Hartati menyampaikan apresiasi tinggi atas inisiatif MA Muhammadiyah Surakarta dalam menghadirkan kegiatan positif yang memadukan pembinaan karakter keagamaan dengan pengenalan budaya lokal. “Kolaborasi sinergis antara pihak madrasah, lembaga pemerintah seperti KUA, serta pemanfaatan ruang publik budaya merupakan formula ideal dalam membentuk profil pelajar yang cerdas, kreatif, dan berakhlak mulia,” ujarnya.
Melalui semarak Hari Anak Nasional 2026 ini, MA Muhammadiyah Surakarta kembali membuktikan komitmen kuatnya untuk membersamai tumbuh kembang peserta didik melalui pengalaman belajar yang kontekstual, menyenangkan, dan bermakna. (end/my)


















