Surakarta (Humas) — Kantor Kementerian Agama Kota Surakarta melalui Kepala Kantor, Ahmad Ulin Nur Hafsun, menjadi narasumber dalam kegiatan Career Development Program (CDP) yang diselenggarakan oleh Fakultas Syariah UIN Raden Mas Said Surakarta, Kamis (23/7/2026). Kegiatan ini berlangsung di Aula Utama Gedung SBSN UIN Raden Mas Said Surakarta.
Acara yang diikuti ratusan calon wisudawan tersebut turut menghadirkan Wakil Ketua Pengadilan Agama Kabupaten Boyolali serta Direktur Gus Dur Corner UIN Salatiga sebagai narasumber. CDP tahun ini menjadi penyelenggaraan terakhir sebelum program tersebut bertransformasi ke format baru pada tahun ajaran mendatang.
Dekan Fakultas Syariah UIN Raden Mas Said Surakarta, Muh. Nashirudin, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa momentum ini menjadi istimewa karena menghadirkan narasumber yang kompeten untuk memberikan gambaran peluang karier bagi para calon wisudawan.
“Alhamdulillah, pagi ini kita masih bisa melaksanakan CDP. Tahun ini merupakan pelaksanaan terakhir, sehingga menjadi momen yang spesial. Kami menghadirkan narasumber hebat untuk memberikan wawasan terkait peluang karier ke depan,” ujarnya.
Ia juga berharap para lulusan Fakultas Syariah dapat meraih kesuksesan yang lebih baik setelah menyelesaikan studinya.
Dalam pemaparannya, Ahmad Ulin Nur Hafsun menegaskan bahwa para mahasiswa telah mendapatkan bekal penting selama menempuh pendidikan, baik dari aspek intelektual, spiritual, maupun emosional.
“UIN Surakarta melalui Fakultas Syariah telah mendampingi sejak awal perkuliahan hingga lulus. Tentu adik-adik semua telah memiliki bekal yang baik, baik dari sisi badan, akal, hati, maupun emosi,” ungkapnya.
Ia juga menekankan pentingnya dua kompetensi utama dalam dunia kerja, yakni soft skill dan hard skill, yang harus dimiliki oleh setiap lulusan agar mampu bersaing dan beradaptasi.
Lebih lanjut, Ulin memaparkan sejumlah peluang karier di lingkungan Kementerian Agama yang dapat diakses oleh lulusan Fakultas Syariah, seperti menjadi penyuluh agama maupun penghulu, serta berbagai jabatan fungsional lainnya.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga memperkenalkan pendekatan SOAR (Strengths, Opportunities, Aspirations, Results) sebagai cara pandang yang lebih konstruktif dalam pengembangan diri.
“Seringkali kita berfokus pada kelemahan. Dengan pendekatan SOAR, kita diajak untuk lebih yakin dan fokus pada kekuatan yang dimiliki, sehingga menjadi lebih produktif dalam menentukan langkah dan kontribusi,” jelasnya.
Pada bagian penutup, Ahmad Ulin Nur Hafsun menegaskan bahwa kesuksesan karier tidak ditentukan oleh atribut eksternal, melainkan oleh kualitas diri.
“Kesuksesan karier bukan ditentukan oleh warna jaket atau almamater, tetapi oleh isi diri—integritas dan profesionalitas yang dimiliki masing-masing individu,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa Kementerian Agama Kota Surakarta terus berkomitmen mendukung generasi muda, khususnya para lulusan, untuk terus berkembang dan berkontribusi bagi masyarakat, bangsa, dan negara.












