Surakarta (Humas) — Kantor Kementerian Agama Kota Surakarta menghadiri Rapat Koordinasi Penguatan Ketakmiran Masjid yang diselenggarakan pada Kamis (23/7/2026) di Ruang Rapat Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Surakarta.
Rapat koordinasi ini dihadiri oleh jajaran Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Surakarta, Kesbangpol, serta perwakilan Kementerian Agama Kota Surakarta yang diwakili oleh Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam, Achmad Arifin beserta jajaran.
Dalam pertemuan tersebut, Kesbangpol Kota Surakarta mendorong DMI untuk memperkuat peran takmir masjid di seluruh wilayah Surakarta. Penguatan tersebut mencakup berbagai aspek strategis, di antaranya penguatan kelembagaan takmir, edukasi anti narkoba, isu penyimpangan sosial, pencegahan stunting, serta keterlibatan masjid dalam memberikan solusi terhadap berbagai persoalan kemasyarakatan.
Menanggapi hal tersebut, Kementerian Agama Kota Surakarta menyatakan dukungannya dengan menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Sinergi antara Kemenag, DMI, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), takmir masjid, serta organisasi kemasyarakatan Islam dinilai menjadi kunci dalam mengoptimalkan peran masjid di tengah masyarakat.
“Kami mendorong agar penguatan ketakmiran tidak berjalan sendiri, tetapi dilakukan melalui kolaborasi yang solid antar lembaga. Dengan sinergi yang kuat, masjid dapat menjadi pusat solusi bagi berbagai persoalan umat,” ujar Achmad Arifin.
Selain itu, Kemenag juga menekankan pentingnya peran Penyuluh Agama Islam dalam memperluas jangkauan pembinaan kepada masyarakat. Melalui pendekatan edukatif dan persuasif, penyuluh diharapkan mampu menyampaikan pesan-pesan keagamaan yang relevan dengan tantangan sosial saat ini.
“Penyuluh agama memiliki peran strategis sebagai ujung tombak di masyarakat. Penguatan sosialisasi dan pembinaan harus terus dilakukan agar nilai-nilai keagamaan dapat hadir sebagai solusi yang menyejukkan,” tambahnya.
Dalam rapat tersebut juga dibahas pentingnya penguatan ekonomi berbasis masjid sebagai salah satu upaya konkret dalam menjawab persoalan sosial. Masjid diharapkan tidak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga mampu berperan dalam pemberdayaan ekonomi umat.
“Masjid memiliki potensi besar sebagai pusat pemberdayaan. Jika dikelola dengan baik, masjid dapat menjadi ruang yang tidak hanya menguatkan spiritualitas, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkap salah satu peserta rapat.
Melalui rapat koordinasi ini, diharapkan peran takmir masjid di Kota Surakarta semakin optimal dalam membangun masyarakat yang religius, mandiri, dan berdaya, sekaligus mampu menjadi garda terdepan dalam menghadapi berbagai tantangan sosial.
Meneliti Itu Seru! Tim Aksara MTsN 1 Surakarta Raih Medali Perak Tingkat Nasional di OPSI 2026
Surakarta (Humas) — Prestasi membanggakan kembali diukir oleh generasi muda Indonesia di ajang berprestasi tingkat nasional. Tim Aksara dari MTsN...
Selanjutnya















