Kota Surakarta (Humas) — Pembangunan Zona Integritas (ZI) di Kantor Kementerian Agama Kota Surakarta terus menunjukkan progres positif. Hal ini mengemuka dalam Rapat Evaluasi Kinerja Semester I yang diselenggarakan oleh Kelompok Kerja (Pokja) 1 di Aula R. Oesman Pudjotomo pada Rabu (26/7/2026).
Rapat diikuti oleh seluruh anggota Pokja, Sekretaris ZI, Ketua ZI, serta jajaran pimpinan. Hadir langsung Kepala Kantor Kemenag Kota Surakarta, Ahmad Ulin Nur Hafsun, Ketua ZI yang juga Kasubbag Tata Usaha Bagus Sigit Setiawan, serta Sekretaris ZI Alfian Faisal.
Ketua Pokja 1, Noor Ainy Latifah, dalam pemaparannya menyampaikan bahwa secara umum budaya kerja dan pola kerja di lingkungan Kemenag Kota Surakarta telah terbangun dengan baik. Pokja 1 juga secara aktif melakukan monitoring terhadap seluruh pokja guna memastikan keberjalanan program ZI.
“Hasil evaluasi ini akan segera kami tindaklanjuti agar terjadi pembenahan kinerja sekaligus penguatan budaya kerja di lingkungan kantor,” ujarnya.
Sekretaris ZI, Alfian Faisal, mengapresiasi kinerja Pokja 1 yang dinilai telah menunjukkan capaian yang cukup baik, khususnya dari sisi penilaian Lembar Kerja Evaluasi (LKE).
“Pokja 1 sudah memiliki nilai LKE yang cukup baik. Kami optimistis tahun ini dapat meningkat menjadi 8 dari sebelumnya 6,” ungkapnya.
Namun demikian, ia menyoroti perlunya penguatan pada aspek pelaporan kuantitatif.
“Secara kualitatif, berbagai program sudah dilaksanakan dengan dampak yang besar. Namun secara kuantitatif, data yang kita informasikan belum maksimal. Ini yang perlu kita tingkatkan agar capaian tersebut lebih terukur,” tambahnya.
Selain evaluasi kinerja, Pokja 1 juga memaparkan hasil implementasi program Agen Perubahan yang telah berjalan dan memberikan dampak nyata di masyarakat.
Wawan Nur Arifin, sebagai Agen Perubahan program Golek Garwo, menyampaikan bahwa program tersebut telah mendapatkan atensi yang baik dari masyarakat dan akan terus diperkuat melalui inovasi baru.
“Kami akan memanfaatkan kegiatan baru yang akan diluncurkan pada bulan September sebagai media untuk mensosialisasikan program Golek Garwo. Alhamdulillah, program ini sudah mendapatkan respons yang positif,” jelasnya.
Sementara itu, Pardi selaku Agen Perubahan program Gemari Surakarta menjelaskan bahwa program yang diinisiasi memiliki keunikan dibanding daerah lain karena menjangkau seluruh rumah ibadah lintas agama.
“Kalau di daerah lain Gemari hanya di masjid, di Kota Surakarta kita laksanakan di semua rumah ibadah. Hingga bulan Juli sudah terlaksana di 6 lokasi, dan sepanjang tahun 2026 ini telah mencapai 8 titik, terakhir di GKG Kerten,” terangnya.
Ia menambahkan, kegiatan Gemari juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Pasar Kliwon, serta telah memberikan dampak langsung kepada masyarakat.
“Kegiatan ini banyak mendapat perhatian dan masukan. InsyaAllah seluruh eviden pelaksanaan akan kami laporkan secara utuh, karena program ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” imbuhnya.
Selain itu, Fahran selaku Agen Perubahan program Wakaf Cekatan turut memaparkan inovasi layanan berbasis digital yang memudahkan masyarakat dalam mengakses informasi dan layanan wakaf.
“Melalui aplikasi Wakaf Cekatan, kami berupaya menghadirkan layanan yang lebih mudah, cepat, dan transparan bagi masyarakat dalam berwakaf,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua ZI dan Kepala Kantor juga menegaskan pentingnya peran Pokja 1 sebagai fondasi dalam pembangunan Zona Integritas serta perlunya penguatan mindset dan budaya kerja sebagai kunci keberhasilan.
Melalui rapat evaluasi ini, diharapkan Pokja 1 dapat terus menjadi motor penggerak dalam memastikan pembangunan Zona Integritas di Kemenag Kota Surakarta berjalan optimal, terukur, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.


















