Kota Surakarta (Humas) – Komitmen Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Surakarta dalam membangun budaya peduli lingkungan kembali diwujudkan melalui kegiatan Gerakan Reresik Bareng Sanitasi dan Drainase (Grebek SANDRA #2) yang dilaksanakan pada Jumat (31/7/2026). Kegiatan yang dipusatkan di seluruh lingkungan MAN 1 ini melibatkan Tim Adiwiyata, guru, tenaga kependidikan, serta peserta didik sebagai bentuk aksi nyata menjaga kebersihan, kesehatan, dan kelestarian lingkungan sekolah.
Mengusung semangat gotong royong, para peserta bergerak secara serentak membersihkan ruang kelas, halaman, taman, saluran drainase, tempat cuci tangan, serta berbagai fasilitas umum di lingkungan madrasah. Tidak hanya berfokus pada kebersihan, Grebek SANDRA #2 juga menjadi sarana edukasi untuk menanamkan karakter cinta lingkungan sekaligus memperkuat implementasi Program Adiwiyata di MAN 1 Surakarta.
Kegiatan ini dilaksanakan melalui lima fokus utama yang menjadi indikator pengelolaan lingkungan di madrasah, yaitu kebersihan kelas dan lingkungan, pengelolaan sampah, keanekaragaman hayati, konservasi air, dan konservasi energi.

Pada aspek kebersihan kelas dan lingkungan, setiap kelas bersama wali kelas melakukan kerja bakti membersihkan ruang belajar, lorong, halaman, serta area sekitar kelas agar tercipta suasana belajar yang nyaman, sehat, dan kondusif.
Dalam bidang pengelolaan sampah, peserta didik melakukan pemilahan sampah organik dan anorganik, membersihkan area bank sampah, serta mengumpulkan sampah yang masih memiliki nilai ekonomis untuk dikelola lebih lanjut. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun kebiasaan reduce, reuse, dan recycle (3R) di lingkungan madrasah.
Selanjutnya pada aspek keanekaragaman hayati, Tim Adiwiyata melakukan perawatan taman, penyiraman tanaman, pembersihan area hijau, serta memastikan berbagai tanaman koleksi madrasah tetap terawat sebagai media pembelajaran sekaligus penunjang terciptanya lingkungan yang asri.

Sementara itu, pada aspek konservasi air, peserta didik melakukan pemeriksaan kebersihan tempat cuci tangan, saluran air, drainase, serta memastikan tidak terdapat kebocoran pada kran maupun instalasi air. Langkah ini dilakukan untuk menjaga kualitas sanitasi sekaligus menghemat penggunaan air bersih.
Adapun pada bidang konservasi energi, para peserta memeriksa penggunaan listrik di setiap ruang kelas dengan memastikan lampu, kipas angin, dan perangkat elektronik dimatikan apabila tidak digunakan. Edukasi mengenai budaya hemat energi juga terus disosialisasikan kepada seluruh warga madrasah.
Kepala MAN 1 Surakarta Ahmad Wardimin, menyampaikan bahwa Grebek SANDRA merupakan program yang tidak hanya berorientasi pada kebersihan fisik lingkungan, tetapi juga sebagai bagian dari pendidikan karakter bagi peserta didik.
“Kami ingin membangun budaya bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Melalui Grebek SANDRA, peserta didik belajar tentang gotong royong, disiplin, kepedulian, serta tanggung jawab terhadap lingkungan. Nilai-nilai inilah yang menjadi bagian penting dalam pendidikan di MAN 1 Surakarta,” ungkap Ahmad Wardimin.
Ia menambahkan bahwa budaya peduli lingkungan harus menjadi kebiasaan sehari-hari, bukan hanya dilakukan ketika ada kegiatan tertentu. “Program Adiwiyata bukan sekadar mengejar penghargaan, tetapi membentuk karakter warga madrasah agar memiliki kesadaran menjaga bumi dan lingkungan mulai dari hal-hal sederhana,” tambahnya.

Koordinator kegiatan Suyatmi menjelaskan bahwa Grebek SANDRA #2 merupakan agenda rutin Tim Adiwiyata sebagai bentuk evaluasi sekaligus pembiasaan perilaku ramah lingkungan.
“Melalui kegiatan ini kami mengajak seluruh warga madrasah untuk bersama-sama menjaga kebersihan, merawat tanaman, mengelola sampah dengan benar, menghemat air, serta menggunakan energi secara bijaksana. Kelima aspek tersebut merupakan bagian yang saling mendukung dalam menciptakan lingkungan madrasah yang sehat dan berkelanjutan,” jelas Suyatmi.
Menurutnya, keterlibatan seluruh warga madrasah menjadi kunci keberhasilan Program Adiwiyata karena lingkungan yang bersih tidak dapat diwujudkan hanya oleh satu pihak.
Salah satu peserta kegiatan, Sugas, murid kelas 12 F1, mengaku senang dapat terlibat langsung dalam kegiatan tersebut.
“Saya merasa bangga bisa ikut Grebek SANDRA karena kami belajar menjaga lingkungan secara langsung. Ternyata hal-hal sederhana seperti membuang sampah pada tempatnya, memilah sampah, mematikan lampu saat tidak digunakan, dan menjaga tanaman sangat berpengaruh terhadap kebersihan sekolah. Semoga kegiatan seperti ini terus dilaksanakan agar semua warga sekolah semakin peduli terhadap lingkungan,” tutur Sugas.
Melalui Grebek SANDRA #2, MAN 1 Surakarta kembali menegaskan komitmennya sebagai madrasah yang aktif mengembangkan budaya peduli lingkungan. Kegiatan ini tidak hanya menghasilkan lingkungan yang lebih bersih, hijau, dan sehat, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran kontekstual bagi peserta didik dalam menerapkan nilai-nilai kepedulian terhadap lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, seluruh warga MAN 1 Surakarta berharap budaya menjaga kebersihan, mengelola sampah secara bertanggung jawab, melestarikan keanekaragaman hayati, menghemat air, serta menggunakan energi secara bijaksana dapat terus menjadi bagian dari karakter warga madrasah. Melalui langkah-langkah sederhana namun konsisten tersebut, MAN 1 Surakarta optimistis dapat terus menjadi madrasah yang bersih, sehat, hijau, berbudaya lingkungan, dan berkelanjutan, sejalan dengan semangat Program Adiwiyata menuju masa depan yang lebih lestari. (rsd/rmd)


















