Surakarta (Humas) – Suasana haru dan bangga menyelimuti kontingen Pramuka MTsN 1 Surakarta (Pramatsa). Mereka kembali menorehkan tinta emas dengan menyabet gelar Juara Umum dalam ajang Lomba Keterampilan Penegak Pandega dan Penggalang (LK2PP) XX se-Jawa Tengah Tahun 2026 yang digelar oleh UIN Raden Mas Said Surakarta. Luar biasanya, kemenangan ini mengukuhkan dominasi Pramatsa yang berhasil mempertahankan gelar Juara Umum untuk kelima kalinya berturut-turut.
Prestasi gemilang ini diraih berkat penampilan konsisten dari Regu Putra dan Regu Putri. Regu Putri sukses membawa pulang Piala Bergilir setelah menyabet Juara 1 di cabang PBB Variasi Tongkat, LCTP, Pionering dan Juara 2 Story Telling, serta Juara 3 cabang Hasta Karya . Sementara Regu Putra memperkuat kemenangan dengan meraih Juara 1 cabang LCTP dan Hasta Karya, serta Juara 2 di cabang Story Telling dan PBB Variasi Tongkat.
Di balik deretan piala yang berjejer, ada rahasia menarik dari tim pelatih. Sejak awal, mereka justru tidak pernah mematok target untuk menjadi juara umum. Fokus utama adalah pembentukan karakter dan peningkatan kemampuan peserta didik. “Target kami hanya memastikan setiap hari ada peningkatan kemampuan dibanding hari sebelumnya dan adik-adik bisa tampil maksimal. Urusan juara sudah diatur oleh Yang Maha Kuasa,” ujar Kak Fatur, pelatih Pramatsa.
Senada dengan Kak Fatur, Fuad Rohas Albana dan Nirmala Fitri Qomariah selaku Koordinator Pramatsa selalu membakar semangat para siswa untuk melawan rasa lelah dengan kedisiplinan dan konsistensi. Mempertahankan gelar untuk kelima kalinya jelas bukan perkara mudah. Kali ini, Pramatsa diperhadapkan pada keterbatasan waktu, dengan 10 hari efektif. Lebih menantang lagi, masa persiapan ini berbenturan dengan Asesmen Akhir Tahun (ASAT). Menolak mengorbankan pendidikan yang merupakan prioritas utama, latihan sempat dihentikan total agar anggota Pramatsa fokus ASAT. Berkat manajemen waktu yang solid dan bantuan pendampingan dari kakak-kakak kelas IX, kendala tersebut berhasil diatasi.

Ujian mental pun berlanjut hingga hari perlombaan ketika beberapa anggota sempat drop karena kelelahan. Namun, chemistry dan saling dukung antar-anggota tim membuat mereka mampu bangkit dan menyelesaikan kompetisi dengan performa puncak. Cerita dramatis datang dari cabang Pionering Putri. Fayra dan timnya yang membuat konstruksi berbentuk penyu sempat panik karena ikatan tempurungnya lepas saat bangunan hampir jadi. Namun, berkat komunikasi yang tenang, mereka sukses memperbaikinya hingga sekokoh semula dan meraih Juara 1.
Di sisi lain, tim LCTP Putra punya strategi cerdas. Raffi mengungkapkan bahwa mereka membagi fokus materi berdasarkan kisi-kisi secara spesifik, sehingga penguasaan materi menjadi jauh lebih efektif dan membuahkan hasil maksimal. Prestasi ini kian lengkap lewat penampilan apik di cabang Story Telling yang diraih Dayana (Juara 2 Putri) dan Arya (Juara 2 Putra), serta Aga (Juara 1 Putra) dan Rizqeena (Juara 3 Putri) di cabang Hasta Karya.
Meskipun telah mencetak quattrick hingga kemenangan kelima, tim pelatih mengingatkan agar seluruh anggota Pramatsa tidak cepat puas dan tetap rendah hati. Kak Fatur memberikan pesan penutup yang sangat mendalam bagi seluruh anggotanya.
“Tetap membumi. Setinggi apa pun pencapaian kita, jangan sombong dan merasa paling hebat. Karena sesuatu yang didapat dengan doa, jangan pernah dibalas dengan dosa,”pesannya.
Kisah perjuangan Pramatsa MTsN 1 Surakarta ini menjadi bukti nyata bagi kita semua: bahwa keterbatasan waktu dan fisik bukanlah alasan untuk menyerah. Dengan kerja sama, disiplin, manajemen yang baik, dan restu doa, mempertahankan prestasi tertinggi pun bukan lagi hal yang mustahil. (dna/my)


















