Surakarta (Humas)— Pelepasan dan Wisuda Purnasiswa Kelas IX MTs SA Al Islam Jamsaren Surakarta Tahun Pelajaran 2025/2026 berlangsung meriah dan penuh makna di Hotel Sahid Jaya Solo pada Rabu (10/6/2026). Kegiatan yang dihadiri oleh jajaran Yayasan Pondok Pesantren Jamsaren Surakarta, orang tua siswa, serta tamu undangan tersebut menghadirkan konsep berbeda yang menjadi sorotan utama, yakni penggunaan Master of Ceremony (MC) Multi Language dengan empat bahasa sekaligus.
Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Bahasa Arab, dan Bahasa Jawa digunakan secara bergantian oleh para pembawa acara yang seluruhnya merupakan siswa MTs SA Al Islam Jamsaren Surakarta. Penampilan tersebut sukses menarik perhatian para tamu undangan sekaligus menunjukkan kemampuan komunikasi dan penguasaan bahasa yang dimiliki peserta didik sebagai bagian dari keterampilan abad ke-21 yang terus dikembangkan oleh madrasah.
Kegiatan dimulai dengan penampilan Kreasi Dance Pramuka yang membangkitkan semangat dan antusiasme peserta. Dilanjutkan dengan pembukaan resmi, prosesi wisuda purnasiswa kelas IX, serta Wisuda Tahfidz bagi siswa yang berhasil menyelesaikan hafalan Al-Qur’an mulai dari satu hingga lima juz.
Suasana haru dan bangga menyelimuti prosesi wisuda ketika para siswa menerima penghargaan atas perjalanan pendidikan yang telah mereka tempuh selama tiga tahun. Tidak hanya berprestasi dalam bidang akademik, sejumlah siswa juga memperoleh apresiasi atas capaian mereka dalam bidang keagamaan melalui program tahfidz Al-Qur’an yang menjadi salah satu program unggulan madrasah. Prestasi lain juga turut membanjiri kegiatan tersebut, seperti kejuaraan olahraga, kesenian, dan bahasa.
Rangkaian acara semakin semarak dengan penampilan Tari Pendet yang dibawakan oleh para siswi. Penampilan tersebut menunjukkan keberhasilan madrasah dalam memberikan ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan kreativitas, bakat, dan kecintaan terhadap seni budaya. Acara kemudian ditutup dengan atraksi Tapak Suci yang menampilkan ketangkasan, kedisiplinan, dan semangat juang para siswa.
Dalam sambutannya, Kepala MTs SA Al Islam Jamsaren Surakarta, Faizul Kirom, menyampaikan bahwa pelepasan purnasiswa bukan sekadar seremoni akhir pendidikan, melainkan momentum untuk mengapresiasi seluruh proses belajar, perjuangan, dan prestasi yang telah diraih peserta didik selama menempuh pendidikan di madrasah.
“Anak-anak kami hari ini tidak hanya kami lepas sebagai lulusan, tetapi juga sebagai generasi yang telah dibekali ilmu pengetahuan, akhlak mulia, kemampuan berbahasa, serta keterampilan yang akan menjadi modal penting dalam menghadapi tantangan masa depan. Kami bangga melihat perkembangan mereka selama menempuh pendidikan di MTs SA Al Islam Jamsaren,” ujar Faizul.

Ia juga berharap para lulusan dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dengan tetap menjaga semangat belajar, akhlak mulia, dan nilai-nilai keislaman yang telah ditanamkan selama berada di lingkungan madrasah.
“Jangan pernah berhenti belajar. Teruslah menjadi pribadi yang berprestasi, rendah hati, dan mampu membawa manfaat bagi masyarakat. Di manapun kalian melanjutkan pendidikan, jagalah nama baik orang tua, almamater, dan nilai-nilai Islam yang telah diajarkan di madrasah ini,” pesannya.
Sementara itu, Kasi Pendidikan Madrasah Kementerian Agama Kota Surakarta, Rifhamdani Agam, mengapresiasi konsistensi MTs SA Al Islam Jamsaren Surakarta dalam mencetak peserta didik yang berprestasi dan berkarakter. Ia menilai bahwa keberhasilan madrasah tidak hanya terlihat dari capaian akademik siswa, tetapi juga dari perkembangan keterampilan, kedisiplinan, serta prestasi nonakademik yang terus menunjukkan hasil positif dari tahun ke tahun.
“Penampilan MC empat bahasa pada kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa madrasah mampu menyiapkan peserta didik yang memiliki kepercayaan diri, kemampuan komunikasi, dan wawasan global tanpa meninggalkan identitas keislaman serta budaya lokalnya. Ini adalah modal penting untuk menghadapi era persaingan yang semakin kompetitif,” ungkap Agam.
Menurutnya, Kementerian Agama terus mendorong madrasah untuk menghadirkan pendidikan yang seimbang antara penguatan akademik, karakter, keterampilan, dan penguasaan kompetensi abad ke-21.
“Madrasah hari ini harus mampu melahirkan generasi yang religius, cerdas, adaptif, dan memiliki daya saing global. Apa yang ditunjukkan MTs SA Al Islam Jamsaren melalui berbagai prestasi akademik, tahfidz, seni, olahraga, hingga kemampuan berbahasa patut menjadi inspirasi bagi madrasah lainnya,” tambahnya.
Melalui kegiatan pelepasan purnasiswa tahun ini, MTs SA Al Islam Jamsaren Surakarta kembali menegaskan komitmennya sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada penguatan karakter, keterampilan, dan nilai-nilai keagamaan. Kehadiran MC empat bahasa dalam acara tersebut menjadi salah satu cerminan keberhasilan madrasah dalam membangun generasi yang religius, cerdas, percaya diri, dan siap menghadapi tantangan masa depan dengan bekal kompetensi yang berdaya saing global. (amr/my)


















