Surakarta (Humas) – Kegiatan peliputan oleh Trans TV di MA Al-Islam Surakarta dan Pondok Pesantren Jamsaren berlangsung selama tiga hari (21-23/04/2026). Giat ini menjadi momentum penting dalam memperkenalkan praktik pendidikan terpadu yang menggabungkan aspek akademik, spiritual, dan keterampilan siswa kepada masyarakat luas.
Selama proses peliputan, tim Trans TV mendokumentasikan berbagai aktivitas unggulan yang menjadi ciri khas lembaga pendidikan tersebut. Kegiatan pembelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) menjadi salah satu fokus utama, menunjukkan bagaimana madrasah mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi di era digital. Selain itu, suasana pembelajaran yang interaktif dan berbasis praktik juga memperlihatkan komitmen sekolah dalam mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga siap menghadapi tantangan global dengan keterampilan yang relevan dan aplikatif.
Selain pembelajaran TIK, tim peliputan juga mengabadikan kegiatan praktikum biologi yang berlangsung di laboratorium sekolah. Praktikum ini memperlihatkan pendekatan pembelajaran berbasis eksperimen yang mendorong siswa untuk berpikir kritis dan ilmiah. Di sisi lain, kegiatan Tahfidzul Qur’an menjadi sorotan utama sebagai representasi kuat dari pendidikan spiritual yang diterapkan di Pondok Pesantren Jamsaren. Para santri terlihat aktif menghafal dan murojaah Al-Qur’an dengan bimbingan para ustadz dan ustadzah yang berpengalaman. Perpaduan antara ilmu pengetahuan umum dan pendidikan agama ini menunjukkan keseimbangan yang menjadi fondasi utama dalam sistem pendidikan di MA Al-Islam Surakarta. Hal ini sekaligus menegaskan bahwa madrasah tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan akhlak mulia bagi setiap peserta didik.

Kegiatan ekstrakurikuler juga tidak luput dari perhatian tim Trans TV. Berbagai aktivitas seperti panahan, bela diri, dan pramuka ditampilkan sebagai bagian dari pengembangan potensi siswa di luar kelas. Kegiatan panahan, misalnya, tidak hanya melatih ketangkasan dan fokus, tetapi juga menanamkan nilai-nilai sunnah dalam kehidupan sehari-hari. Sementara itu, bela diri memberikan bekal kedisiplinan dan kepercayaan diri bagi siswa, sedangkan pramuka menjadi sarana pembentukan jiwa kepemimpinan, kerja sama, dan kemandirian. “Kami melihat bahwa MA Al-Islam Surakarta dan Pondok Pesantren Jamsaren memiliki sistem pendidikan yang sangat lengkap. Tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga kuat dalam pembinaan karakter dan spiritualitas siswa, ini sangat inspiratif untuk ditampilkan kepada masyarakat luas,” ujar salah satu kru.
Pengawas Madrasah Kota Surakarta, Sri Hartati turut memberikan apresiasi atas kegiatan peliputan ini. “Kegiatan peliputan ini menjadi bentuk pengakuan terhadap kualitas pendidikan madrasah yang semakin berkembang dan mampu bersaing. Kami berharap ini dapat menjadi motivasi bagi seluruh madrasah untuk terus berinovasi dan meningkatkan mutu pendidikan,” ujarnya. Peliputan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif, tidak hanya bagi MA Al-Islam Surakarta dan Pondok Pesantren Jamsaren, tetapi juga bagi citra pendidikan madrasah secara umum. Dengan adanya publikasi melalui media nasional, masyarakat diharapkan semakin mengenal keunggulan madrasah sebagai lembaga pendidikan yang mampu mencetak generasi unggul, berkarakter, dan berlandaskan nilai-nilai keislaman yang kuat di tengah dinamika perkembangan zaman. (kkh/my)



















