Surakarta (Humas) – Kegiatan Diseminasi TKA dan Bedah Kisi – Kisi KKM MTs Se – Kota Surakarta digelar pada Rabu (14/01/2025) bertempat di MTsN Surakarta 1. Dihadiri oleh seluruh guru mata pelajaran Matematika dan Bahasa Indonesia MTs se-Kota Surakarta beserta kepala madrasah. Turut hadir memberikan arahan, Kasi Pendidikan Madrasah, Rifhamdani Agam dan Pengawas Madrasah, Sri Hartati.
Ketua KKM MTs Kota Surakarta, Kirno Suwanto mengawali dengan sambutan yang menegaskan bahwa TKA merupakan instrumen krusial sebagai tolok ukur kemampuan siswa, sehingga pelaksanaannya harus dipersiapkan dengan matang agar memberikan manfaat luas bagi peserta didik.

Senada dengan hal tersebut, Pengawas Madrasah,Sri Hartati menyampaikan apresiasi mendalam atas inisiatif diseminasi ini. Ia berharap kolaborasi antara madrasah negeri dan swasta ini dapat membuahkan hasil akademik yang maksimal serta berdampak positif pada prestasi madrasah di Surakarta. Sementara itu, Kasi Penmad, Rifhamdani Agam dalam arahannya menekankan bahwa keikutsertaan TKA bersifat tidak wajib dan siswa bisa memilih untuk ikut atau tidak tanpa perlu khawatir akan berdampak pada kelulusan. Hasil TKA bisa bermanfaat sebagai syarat jalur prestasi masuk SMA/SMK favorit atau sebagai data capaian akademik pribadi. “TKA berfungsi sebagai asesmen standar nasional pengganti UN, bukan penentu kelulusan. Oleh karena itu, siswa yang merasa siap dan membutuhkan bisa mengikutinya,”jelasnya. Ia menambahkan bahwa nilai TKA dapat menjadi potret kompetensi akademik yang lebih riil dibandingkan nilai rapor semata asalkan integritas tetap dijaga.
Antusiasme juga tampak jelas dari para peserta yang mengikuti jalannya diseminasi hingga akhir. Kristanti Handayani, peserta diseminasi mengungkapkan bahwa bedah kisi-kisi ini memberikan gambaran yang lebih terang mengenai kedalaman materi yang perlu disampaikan kepada siswa di kelas. “Hasil TKA yang memuaskan bukanlah hal yang mustahil untuk dicapai apabila persiapan dilakukan secara matang dan terarah sejak dini melalui sinkronisasi pemahaman antar pengajar seperti ini,”katanya.
Kegiatan berlanjut dengan pendalaman teknis di lokasi yang terpisah antara mapel Matematika dan Bahasa Indonesia untuk menjaga efektivitas diskusi. Sebanyak 26 peserta guru Matematika berkumpul di Ruang Digital untuk membedah kisi-kisi soal, sementara 22 guru Bahasa Indonesia melaksanakan kegiatan serupa di Laboratorium Bahasa.
Agenda diskusi diawali dengan paparan singkat kisi-kisi TKA oleh pengurus MGMP yang mengikuti bedah kisi-kisi tingkat Karesidenan Surakarta. Melalui diskusi intensif diharapkan para pendidik memiliki kesiapan dalam membimbing siswa menghadapi TKA. Lebih lanjut diharapkan kualitas pendidikan madrasah di Kota Surakarta semakin unggul dan kompetitif. (diana/my)



















