Surakarta (Humas) — Dalam rangkaian peringatan Hari Santri Nasional (HSN) Tahun 2025, Pemerintah Kota Surakarta melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk serta Keluarga Berencana (DP3AP2KB) bekerja sama dengan Kantor Kementerian Agama Kota Surakarta menggelar Sosialisasi Pesantren Ramah Anak dengan tema “Mewujudkan Pesantren yang Aman, Sehat, serta Bebas dari Kekerasan dan Diskriminasi”, Selasa (22/10/2025) di Serambi Masjid Agung Surakarta.
Kegiatan ini menjadi tindak lanjut dari Deklarasi Pesantren Ramah Anak yang sebelumnya telah ditandatangani oleh 38 pimpinan pondok pesantren se-Kota Surakarta, bersamaan dengan pelaksanaan Apel Hari Santri Nasional.
Sebanyak 350 santri perwakilan pondok pesantren hadir mengikuti kegiatan tersebut. Kepala Kankemenag Kota Surakarta, Ahmad Ulin Nur Hafsun, didampingi Kasi Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam, Encep Moh. Ilham, turut hadir dan menyampaikan materi tentang pentingnya mewujudkan lingkungan pesantren yang ramah, aman, dan sehat bagi seluruh santri.

Dalam arahannya, Ahmad Ulin menyampaikan bahwa belajar di pesantren merupakan kesempatan berharga untuk menimba ilmu, meneladani adab dari para kiai, serta menumbuhkan rasa kasih sayang di antara sesama santri.
“Santri harus membiasakan diri saling menghormati, tidak memanggil teman dengan sebutan yang tidak disukai, dan menerapkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari. Kesehatan juga penting dijaga, termasuk menghindari kebiasaan merokok,” pesannya.
Suasana kegiatan menjadi lebih hidup ketika Ahmad Ulin memperkenalkan Tepuk Pesantren Ramah Anak dengan nada Tepuk Sakinah yang sedang viral.
“Menyenangkan, Menyenangkan, Menyenangkan! Janji Sayang, Janji Hormat, Janji Taat! Saling Aman, Saling Nyaman! Saling Jaga, Sehat Kuat! Musyawarah Pesantren Ramah!” ujarnya disambut tepuk tangan meriah para santri.
Sebelumnya, sambutan disampaikan oleh Kabid Perlindungan Anak DP3AP2KB Kota Surakarta, Siti Dariyatini, yang mewakili Kepala DP3AP2KB. Ia menuturkan bahwa Surakarta yang telah meraih predikat Kota Layak Anak kini terus mengembangkan berbagai inisiatif ramah anak, mulai dari Sekolah Ramah Anak, Madrasah Ramah Anak, hingga program Pesantren Ramah Anak.
“Kami berharap deklarasi yang telah ditandatangani bersama menjadi langkah awal terwujudnya pesantren yang benar-benar ramah anak di Kota Surakarta,” ujarnya.

Kegiatan ditutup dengan foto bersama dan pekik semangat yang dipimpin Kabid Perlindungan Anak, disambut antusias oleh seluruh peserta.
“Pesantren Surakarta, Siap Wujudkan Pesantren Ramah Anak!” serunya, diiringi gemuruh tepuk tangan santri yang memenuhi serambi masjid. (may)



















