Kota Surakarta (Humas) — Sabtu (23/5/2026), bertempat di lantai 4 Gedung Jenderal Sudirman Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Surakarta, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Surakarta Ahmad Ulin Nur Hafsun didampingi Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Rifhamdhani Agam dan Pengawas Madrasah Sarkin, beserta seluruh Kepala Madrasah se-Kota Surakarta berkesempatan hadir secara langsung dalam pembukaan babak Final Olimpiade Sains Madrasah (OSMA) Tingkat Jawa Tengah Tahun 2026. Pembukaan OSMA Tahun 2026 ini dilaksanakan secara hybrid yang terpusat di Aula MAN Salatiga dan dipimpin oleh Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah Saiful Mujab.
Dalam sambutannya, Saiful Mujab menegaskan bahwa ajang OSMA ini memegang peranan penting sebagai barometer mutu pendidikan madrasah di Jawa Tengah. “Ajang OSMA ini bukan sekadar kompetisi sains biasa, melainkan wadah untuk membentuk generasi madrasah yang percaya diri serta tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga berintegritas dan berkarakter,” tegas Saiful Mujab.
Di titik lokasi Kota Surakarta, babak final OSMA Tahun 2026 Tingkat Jawa Tengah digelar di dua lokasi yang berbeda, yakni di MAN 1 dan MTs N 2. Dominasi peserta dari MAN 1 Surakarta menjadi perhatian tersendiri dalam ajang OSMA tahun ini. Dengan total 21 siswa yang lolos ke babak final, MAN 1 Surakarta menjadi madrasah dengan jumlah finalis terbanyak di Kota Surakarta.
Para finalis MAN 1 Surakarta berasal dari berbagai cabang lomba, meliputi Matematika, Fisika, Biologi, Kimia, Ekonomi, Geografi, Astronomi, Kebumian, dan Informatika. Capaian tersebut menunjukkan kuatnya budaya akademik dan pembinaan prestasi di lingkungan madrasah.

Kepala MAN 1 Surakarta Ahmad Wardimin, menyampaikan rasa bangga atas keberhasilan para siswa yang mampu menembus babak final tingkat provinsi. “Alhamdulillah, capaian ini menjadi kebanggaan bagi MAN 1 Surakarta. Sebanyak 21 siswa berhasil lolos ke final OSMA Jawa Tengah dari berbagai bidang lomba. Ini menunjukkan bahwa semangat belajar, budaya riset, dan pembinaan akademik di madrasah terus berkembang dengan baik,” ujar Ahmad Wardimin.
Ia juga berharap para siswa mampu memberikan hasil terbaik sekaligus membawa nama baik madrasah dan Kota Surakarta di tingkat Jawa Tengah.
“OSMA bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga wadah untuk membangun semangat ilmiah, daya saing, dan karakter siswa madrasah agar siap menghadapi tantangan masa depan,” tambah Ahmad Wardimin.
Keberhasilan ini semakin menegaskan posisi MAN 1 Surakarta sebagai salah satu madrasah unggulan di Kota Surakarta dan Jawa Tengah dalam bidang akademik dan sains. Dukungan fasilitas pembelajaran, pembinaan intensif, serta kolaborasi antara guru, siswa, dan orang tua menjadi faktor penting lahirnya prestasi-prestasi tersebut.
Berikut rincian jumlah peserta dari masing-masing madrasah:
MAN 1 Surakarta : 21 siswa
MAN 2 Surakarta : 4 siswa
MAS Al Kahfi : 1 siswa
MTsN 1 Surakarta : 8 siswa
MTsN 2 Surakarta : 2 siswa
MTs Muhammadiyah Surakarta : 1 siswa
MTs Al Islam Jamsaren : 1 siswa
MIN Surakarta : 3 siswa
MI PK Al Islam Pucangsawit : 2 siswa
MI Takmirul Islam : 2 siswa
MI Ulumul Quran ABAT Surakarta : 2 siswa
(rsd/rmd)




















