Kota Surakarta (Humas) – Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kota Surakarta kembali menggelar giat kerja bakti sebagai bagian dari implementasi Ekoteologi dan aksi nyata tebus karbon. Kegiatan yang biasanya dilaksanakan setiap Kamis pekan ketiga setiap bulan ini kali ini digelar lebih cepat, yakni pada Kamis (10/09/2026). Seluruh pegawai Kankemenag Kota Surakarta tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan yang dipimpin langsung oleh Penyelenggara Zakat dan Wakaf sekaligus Penanggung Jawab (PJ) Kerja Bakti, Arif Ansori.
Berbeda dari giat sebelumnya, aksi tebus karbon kali ini dilanjutkan dengan penanaman benih sayuran yang lebih beragam. Jika sebelumnya hanya menanam beberapa jenis tanaman, kini benih yang disiapkan mencakup seledri, terong ungu, sawi sendok, dan tomat. Tempat penanaman pun masih memanfaatkan galon bekas, pilihan yang sama dengan giat sebelumnya. Langkah ini menjadi simbol nyata bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari hal-hal sederhana dan berkelanjutan.
Dalam briefing yang digelar untuk mengawali kegiatan kerja bakti, Arif Ansori menegaskan bahwa implementasi ekoteologi melalui tebus karbon harus terus dilanjutkan. Ia menyebut kegiatan bulan lalu telah terlaksana dengan baik, dan hari ini kembali dilanjutkan dengan variasi benih yang lebih beragam.

“Implementasi ekoteologi melalui tebus karbon ini harus continued. Bulan lalu sudah terlaksana. Hari ini kita lanjutkan lagi dengan variasi benih yang lebih beragam dan sudah disiapkan. Di antaranya ada seledri, terong ungu, sawi sendok dan tomat,” ujar Arif Ansori.
Ia juga menyampaikan rencana penambahan pupuk dari kotoran hewan (Kohe) untuk mendukung pertumbuhan tanaman. “Nanti kita berencana menambahkan pupuk dari Kohe. Mari kita habiskan sisa media tanamnya dan Bapak/Ibu nanti monggo jangan lupa untuk manfaatkan CKG dari Puskesmas Banyuanyar,” tambahnya.
Ajakan tersebut sekaligus menandai bahwa giat pagi itu tidak berhenti pada isu lingkungan, tetapi juga menyentuh aspek kesehatan pegawai. (rmd)















