Surakarta (Humas) – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Surakarta melalui Kepala Kantor Ahmad Ulin Nur Hafsun membuka Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (PORSADIN) Tahun 2026 di Gedung MUI Kota Surakarta, Minggu (6/9/2026). Kegiatan mengusung tema “Membentuk Generasi Qurani, Berprestasi, Berakhlakul Karimah untuk Masa Depan Gemilang.”
Pembukaan PORSADIN turut dihadiri Ketua Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kota Surakarta Fachrudin, Ketua PORSADIN Provinsi Jawa Tengah Yuniarto Harjanto, serta para peserta dari berbagai Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) se-Kota Surakarta.
Ketua PORSADIN Provinsi Jawa Tengah, Yuniarto Harjanto, menyampaikan bahwa PORSADIN menjadi bagian dari upaya FKDT dalam menjaring calon kontingen yang akan mewakili Kota Surakarta pada PORSADIN tingkat berikutnya di Kabupaten Tegal.
“PORSADIN ini kita laksanakan atas arahan FKDT Provinsi Jawa Tengah karena kita akan mencari calon-calon kontingen dari Kota Surakarta yang nantinya akan mengikuti kegiatan di Kabupaten Tegal,” ujarnya.
Yuniarto menjelaskan, PORSADIN 2026 di Kota Surakarta diikuti santri dari sejumlah Madrasah Diniyah dengan mempertandingkan berbagai cabang olahraga dan seni. Dari sejumlah cabang yang ada, sebanyak 12 cabang lomba diselenggarakan pada tingkat Kota Surakarta.
Sementara itu, Kepala Kemenag Kota Surakarta Ahmad Ulin Nur Hafsun mengapresiasi konsistensi FKDT dalam menyelenggarakan PORSADIN. Menurutnya, pelaksanaan PORSADIN di Kota Surakarta telah memasuki penyelenggaraan ke-8 atau telah berlangsung selama kurang lebih 16 tahun.
“Kita bersyukur PORSADIN di Kota Surakarta sudah masuk penyelenggaraan ke-8. Artinya sudah 16 tahun PORSADIN diselenggarakan, dan kita bersyukur FKDT selalu berjuang agar PORSADIN tetap terselenggara,” ungkapnya.
Ulin menegaskan bahwa prestasi akademik saja belum cukup untuk membentuk generasi yang sukses di dunia maupun akhirat. Santri juga membutuhkan karakter, pemahaman agama, serta kemauan untuk mengamalkan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.
“Pinter saja tidak cukup untuk sukses dunia akhirat. Cakap saja tidak cukup. Kita membutuhkan karakter santri yang saleh dan salehah, yang paham dan mau melaksanakan ajaran agama,” tegasnya.
Menurutnya, hal tersebut menunjukkan pentingnya keberadaan Madrasah Diniyah bagi masyarakat Kota Surakarta. Selain memberikan pendidikan keagamaan, Madrasah Diniyah turut berperan dalam membentuk karakter dan akhlak generasi muda.
“Maka Madrasah Diniyah sangat penting bagi Kota Surakarta. Kita bersyukur FKDT selalu menjaga semangat itu. Kami mengucapkan terima kasih kepada FKDT Kota Surakarta dan Provinsi Jawa Tengah yang selalu mengawal terselenggaranya pendidikan Madrasah Diniyah,” tambahnya.
Melalui PORSADIN 2026, Kemenag Kota Surakarta berharap semangat berprestasi, kecintaan terhadap Al-Qur’an, serta pembentukan akhlakul karimah terus tumbuh di kalangan santri. Ajang tersebut diharapkan tidak hanya menjadi ruang kompetisi, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi dan memperkuat eksistensi Madrasah Diniyah di Kota Surakarta. (Za)
Kemenag Surakarta Gelar Bimtek EWS Si-Rukun, Perkuat Deteksi Dini Kerukunan Umat Beragama
Surakarta (Humas) – Kantor Kementerian Agama Kota Surakarta melaksanakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Aplikasi Early Warning System (EWS ) Si-Rukun bersama...
Selanjutnya












