Surakarta (Humas) – Prestasi membanggakan berhasil diukir oleh kontingen MTsN Surakarta 1 pada ajang Pekan Olahraga Daerah (Popda) Tingkat Provinsi Jawa Tengah 2026 yang diselenggarakan pada (01–05/09/2026). Dalam ajang bergengsi tersebut, para atlet muda madrasah sukses membawa pulang total tujuh medali yang terdiri dari dua medali emas, dua perak, dan tiga perunggu. Torehan membanggakan ini sekaligus mengukuhkan MTsN Surakarta 1 sebagai madrasah dengan perolehan medali terbanyak di antara seluruh madrasah se-Kota Surakarta.
Dua medali emas berhasil disumbangkan oleh Gibraltar Ibrahimovic (Athar) dari kelas 9 S5 pada cabang olahraga Taekwondo serta Muhammad Aslan (Aslan) dari kelas 9 S4 pada cabang olahraga Menembak. Sementara itu, medali perak diraih oleh Ziad Afiarrasyad (9B) di cabang Atletik Lari 400m dan Khenzuero Satria Aji (9D) di cabang Taekwondo. Lengkapnya capaian prestasi ini makin disempurnakan oleh raihan tiga medali perunggu yang dipersembahkan oleh Ziad Afiarrasyad pada cabang Atletik Lari Estafet, Jazzinda Shafiya (8A) pada cabang Taekwondo, serta Hadania Mawla (8D) pada cabang Tenis Meja.
Keberhasilan luar biasa ini tidak lepas dari kerja keras para atlet, dukungan penuh pihak madrasah melalui perizinan dispensasi, serta strategi matang dari Dispora Surakarta. Menariknya, dua peraih emas, Aslan dan Athar, menempuh jalur persiapan yang berbeda menuju podium tertinggi pada Sabtu (5/9/2026). Aslan memilih pola latihan terukur tiga kali seminggu dan menganggap atlet asal Purworejo sebagai lawan terberatnya. “Saya menjaga konsistensi latihan tiga kali seminggu agar kondisi fisik tetap prima tanpa mengalami kelelahan berlebih saat kompetisi,” ungkap Aslan. Di sisi lain, Athar menempuh porsi gemblengan intensif setiap hari di bawah bimbingan pelatih dan menganggap kontingen Magelang sebagai pesaing paling sengit. “Disiplin latihan setiap hari melatih mental dan fisik saya untuk siap menghadapi tekanan tinggi di gelanggang,” tutur Athar.
Di balik padatnya jadwal latihan, kedua siswa ini tetap menjunjung tinggi disiplin akademik dengan rajin menyelesaikan tugas sekolah seusai latihan serta aktif meminta susulan ulangan kepada para guru. Bagi Aslan dan Athar, medali emas ini dipersembahkan khusus untuk sosok yang paling berperan dalam perjuangan mereka, sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk melangkah ke ajang yang lebih tinggi.
Atas capaian luar biasa tersebut, Kepala MTsN Surakarta 1, Nurul Qomariyah, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh atlet dan tim pendukung. “Kami sangat bangga dan bersyukur atas perjuangan luar biasa para siswa yang telah mengharumkan nama madrasah di tingkat provinsi. Prestasi ini membuktikan bahwa siswa madrasah mampu bertengger di puncak prestasi olahraga tanpa mengesampingkan kewajiban akademisnya,” ujarnya. (dna/my)













