Surakarta (Humas) – Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) tingkat Kota Surakarta tahun 2026 resmi dimulai. Kegiatan yang mempertemukan siswa madrasah dan sekolah dari berbagai jenjang tersebut diawali dengan pembukaan yang berlangsung di Aula Lantai 4 Gedung Jenderal Sudirman MAN 1 Surakarta, Senin (7/9/2026).
OMI Tingkat Kota Surakarta dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Surakarta, Ahmad Ulin Nur Hafsun. Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala MAN 1 Surakarta, Ketua Komite OMI Kota Surakarta sekaligus Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Kota Surakarta Rifhamdani Agam, Kepala Cabang Dinas Regional 7 Jawa Tengah, serta para kepala MI/SD, MTs/SMP, dan MA/SMA negeri maupun swasta se-Kota Surakarta.
OMI Tingkat Kota Surakarta tahun ini diikuti 292 peserta didik yang telah melalui tahapan seleksi dan verifikasi. Para peserta berasal dari tiga jenjang pendidikan, yakni 133 siswa jenjang MA/SMA, 95 siswa jenjang MTs/SMP, dan 64 siswa jenjang MI/SD.

Ketua Komite OMI Kota Surakarta, Rifhamdani Agam, menjelaskan bahwa jumlah peserta pada tahap seleksi awal mencapai 308 siswa. Setelah dilakukan proses verifikasi, sebanyak 292 siswa dinyatakan lolos dan berhak mengikuti OMI Tingkat Kota Surakarta.
Menurut Agam, OMI tidak hanya menjadi ajang kompetisi akademik, tetapi juga memiliki peran penting dalam membangun budaya riset dan inovasi di kalangan peserta didik. “OMI merupakan wahana untuk membina budaya riset pada murid-murid, berkolaborasi serta menghasilkan inovasi. Sehingga bisa berkontribusi pada pembangunan bangsa,” ujar Agam.
Ia berharap pelaksanaan OMI dapat memberikan pengalaman berharga bagi para peserta untuk mengembangkan kemampuan akademik sekaligus membangun semangat kolaborasi dan inovasi.
Sementara itu, Kepala MAN 1 Surakarta, Wardimin, dalam sambutannya mengajak seluruh peserta untuk mengikuti kompetisi dengan menjunjung tinggi kejujuran, semangat, serta karakter positif. “Mari kita bersama-sama mengikuti kompetisi hari ini dengan hati yang jujur, semangat serta menghasilkan murid-murid yang berkualitas dan berkarakter,” tuturnya.
OMI Tingkat Kota Surakarta dilaksanakan selama tiga hari, mulai 7 hingga 9 September 2026. Kompetisi ini mencakup berbagai bidang keilmuan sesuai dengan jenjang pendidikan peserta. Pada jenjang MA/SMA, peserta berkompetisi dalam bidang Biologi, Ekonomi, Fisika, Geografi, Kimia, dan Matematika.
Sementara itu, peserta jenjang MTs/SMP mengikuti kompetisi bidang IPA, IPS, dan Matematika. Adapun peserta jenjang MI/SD berkompetisi pada bidang IPAS dan Matematika.
Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi para siswa untuk menguji kemampuan, mengembangkan daya pikir kritis, serta mengasah kemampuan dalam memecahkan berbagai persoalan melalui kompetisi yang sehat dan sportif.
Dalam sambutannya, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Surakarta, Ahmad Ulin Nur Hafsun, menyampaikan bahwa peningkatan mutu pendidikan harus dilakukan secara berkelanjutan, salah satunya melalui budaya belajar. “Untuk meningkatkan mutu pendidikan salah satunya adalah dengan terus belajar. Hal ini agar murid selalu siap menghadapi tantangan-tantangan ke depan,” ungkapnya.
Ia juga berpesan agar para peserta mengerjakan setiap soal secara mandiri dan mengedepankan kejujuran selama mengikuti kompetisi. “Saat mengerjakan soal OMI, diharapkan murid berusaha memecahkan secara mandiri dan tidak mencari jawaban kepada orang lain,” tegasnya.
Lebih lanjut, Ahmad Ulin Nur Hafsun menjelaskan bahwa OMI menjadi salah satu ruang kolaborasi antara sekolah dan madrasah. Menurutnya, penyelenggaraan OMI tahun 2026 merupakan pelaksanaan yang kedua. “OMI menjadi ruang kolaborasi antara sekolah dan madrasah. Tahun 2026 adalah penyelenggaraan kedua. Sebelumnya bernama KSM yang berfokus pada bidang olimpiade dan MYRES yang fokus pada bidang riset. Keduanya kemudian dijadikan satu menjadi OMI,” jelasnya.
Menurutnya, penggabungan tersebut diharapkan mampu menghadirkan sebuah ajang yang tidak hanya mendorong prestasi akademik, tetapi juga menumbuhkan kemampuan riset, kreativitas, inovasi, dan kolaborasi peserta didik.
Kepala Kemenag Kota Surakarta juga memberikan motivasi kepada seluruh peserta agar tidak berhenti pada kompetisi tingkat kota. Ia berharap siswa-siswa terbaik dari Kota Surakarta dapat melanjutkan perjuangan hingga tingkat nasional.
“Semoga murid-murid Kota Surakarta bisa lolos ke OMI tingkat nasional yang akan berlangsung di Bandung, Jawa Barat,” harapnya.

Dengan semangat kompetisi, kejujuran, kolaborasi, dan inovasi, OMI Tingkat Kota Surakarta diharapkan mampu melahirkan peserta didik yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat dan kesiapan menghadapi tantangan masa depan.
OMI 2026 menjadi momentum untuk membangun generasi madrasah dan sekolah yang berprestasi, berkarakter, inovatif, serta mampu memberikan kontribusi bagi kemajuan bangsa. (rsd/my)
















