Kota Surakarta (Humas) – Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Surakarta Ahmad Ulin Nur Hafsun bersama dengan jajaran Pemerintah Kota, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat di Kota Surakarta pada Senin (7/09/2026), melaksanakan Salat Istisqa di Halaman Balaikota Surakarta. Salat dipimpin oleh Ketua MUI Kota Surakarta Imam Suhadi.
Salat Istisqa yang berlangsung sekitar pukul 12.30 WIB, dipimpin langsung oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Surakarta Imam Suhadi. Rangkaian ibadah berlangsung khidmat selama 30 menit seolah menyiratkan sinergitas antarlembaga dalam menghadapi ujian kebencanaan melalui jalur spiritual.
Wali Kota Surakarta Respati Ardi, dalam kesempatan wawancara di hadapan awak media usai salat, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud tawakal setelah seluruh ikhtiar maksimal dilakukan.
“Ini sebagai bentuk tawakal saja, melihat keprihatinan tentunya di Kota Solo (kebakaran TPA Putri Cempo), dan seluruh Indonesia, terkait erupsi, kebakaran hutan, gempa NTT, dan seluruh bencana di Indonesia. Ini sesi kita doa bersama, ikhtiar sudah kita kerjakan, kita dalam bentuk tawakal menyerahkan diri kepada yang Maha Pencipta,” ujarnya dengan nada penuh harap.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa fokus utama saat ini adalah penanganan kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo yang telah memasuki hari keenam. Pemerintah Kota Surakarta telah menempuh berbagai upaya darurat, termasuk pengajuan surat permohonan modifikasi cuaca kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk memicu hujan buatan di area tersebut.
“Kami sudah bersurat ke semuanya (permintaan modifikasi cuaca), ke BNPB. Semuanya, sudah ke BNPB karena statusnya sudah kebencanaan. Nanti dari BNPB akan meneruskan ke BMKG, TNI AU, dan lainnya. Kita menunggu dari BNPB,” jelasnya.
Respati Ardi menegaskan bahwa pihaknya terus berkomunikasi intensif dengan pimpinan BNPB agar proses modifikasi cuaca dapat segera direalisasikan. Meski jadwal pasti belum ditentukan, ia memastikan bahwa pasokan air untuk pemadaman di lokasi kebakaran masih dalam kondisi aman, baik dari sumber hydrant maupun bantuan dari PDAM.
“Kita sudah upayakan, semoga disegerakan oleh BNPB. Kami komunikasi terus dengan pimpinan BNPB,” tambahnya.

Dalam keterangan terkait perkembangan kebakaran, Respati Ardi menyampaikan bahwa upaya lokalisasi api di Zona C dan D telah berhasil dilakukan. “Zona C dan D sudah kita lokalisir. Tadi malam kita pantau lewat geotermal, sudah bisa dipadamkan, sehingga tidak merembet. Lokalisir sudah berhasil, tinggal kita fokus ke zona B setelah ini,” pungkas Respati Ardi.
Dengan semangat kebersamaan yang dipupuk melalui salat Istisqa ini, Pemerintah Kota Surakarta berharap seluruh rangkaian upaya, baik secara teknis maupun spiritual, dapat segera membawa keselamatan dan pemulihan bagi kota dan bangsanya. (detikJateng/rmd)


*Sumber foto/dokumentasi:Humas Pemkot Surakarta
















