Surakarta (Humas) — Kantor Kementerian Agama Kota Surakarta menggelar Koordinasi Persiapan Pembelajaran Tahun Pelajaran 2026/2027 bagi RA, MI, MTs, dan MA se-Kota Surakarta dengan mengusung tema “Satukan Visi dan Bersinergi dalam Aksi untuk Mewujudkan Madrasah Unggul dan Terintegrasi” di Aula R. Oesman Pudjotomo, Kamis (9/7/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penyamaan persepsi seluruh pemangku kepentingan dalam menyambut tahun ajaran baru.
Kepala Seksi Pendidikan Madrasah, Rifhamdani Agam, mengawali kegiatan dengan menyampaikan informasi teknis persiapan pembelajaran sekaligus memperkenalkan lima fokus orientasi madrasah yang akan dilaksanakan maksimal lima hari pada pekan pertama tahun pelajaran. Menurutnya, orientasi tidak hanya mengenalkan lingkungan belajar, tetapi juga membangun karakter peserta didik sejak hari pertama.

“Lima fokus orientasi madrasah harus menjadi pedoman bersama agar peserta didik baru tidak hanya mengenal lingkungan madrasah, tetapi juga memahami nilai-nilai yang akan membentuk karakter mereka,” ujar Rifhamdani.
Ia menjelaskan, fokus pertama adalah kemadrasahan, meliputi pengenalan profil, fasilitas, tata tertib, serta budaya madrasah sebagai bekal peserta didik beradaptasi dengan lingkungan belajar. Fokus kedua menanamkan nilai-nilai madrasah berupa pembiasaan adab, ibadah, dan akhlakul karimah sebagai fondasi pembentukan karakter.
Selanjutnya, melalui program SENYAMAN, peserta didik dibekali pemahaman tentang pencegahan perundungan (anti-bullying), BRUS, serta literasi digital agar mampu berinteraksi secara aman dan bertanggung jawab di ruang nyata maupun digital. Fokus berikutnya menanamkan moderasi beragama, cinta tanah air, toleransi, serta budaya anti-kekerasan guna memperkuat kerukunan dan kehidupan berbangsa. Adapun fokus kelima diwujudkan melalui Program ASRI yang mengintegrasikan ekoteologi, penghijauan, dan kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari implementasi ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Surakarta, Ahmad Ulin Nur Hafsun, mengingatkan seluruh madrasah agar meningkatkan kepedulian terhadap pengelolaan sampah dan kebersihan lingkungan. Ia juga menyoroti pentingnya memperhatikan aspek thaharah, seperti penataan area suci dan tidak suci, posisi toilet yang tidak lebih tinggi dari sumber air, serta melakukan pengecekan kembali arah kiblat melalui metode rashdul kiblat. “Madrasah harus menjadi contoh dalam menjaga kebersihan lingkungan sekaligus memastikan sarana ibadah telah sesuai dengan ketentuan syariat,” tegasnya.
Koordinasi kali ini terasa istimewa karena diikuti 33 Raudhatul Athfal (RA) yang untuk pertama kalinya dipertemukan dalam satu forum bersama jenjang MI, MTs, dan MA se-Kota Surakarta. Pertemuan lintas jenjang tersebut diharapkan memperkuat kesinambungan layanan pendidikan madrasah sejak usia dini hingga pendidikan menengah.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Kelompok Kerja Pengawas (Kapokjawas), Sarkin, turut menyampaikan informasi terkait penguatan pengawasan akademik, sedangkan Pengawas RA, Istikomah, menjelaskan kesiapan satuan RA dalam menyambut peserta didik baru melalui berbagai program yang telah disusun agar proses transisi belajar berlangsung menyenangkan, aman, dan bermakna. (may)














