Kota Surakarta (Humas) – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Surakarta kembali menggelar pertemuan staf (meeting staff) rutin bulan Juni melalui kegiatan “Rembug Mentes” yang berlangsung di Aula R. Oesman Pudjotomo pada Kamis (4/6/2026) pagi. Rembug Mentes yang dijadwalkan setiap Kamis pekan pertama di tiap bulan ini tidak hanya menjadi forum koordinasi program layanan keagamaan antar seksi atau unit kerja, tetapi juga menjadi wadah mulai ditunjukkannya konsistensi Kemenag Solo dalam pengembangan praktik ekoteologi, sebuah pendekatan yang menghubungkan nilai-nilai keagamaan dengan kesadaran ekologis.
Rembug Mentes dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Kemenag Kota Surakarta Ahmad Ulin Nur Hafsun, didampingi jajaran Kepala Seksi dan Penyelenggara, antara lain Kasi Bimas Islam Achmad Arifin, Kasi Pendidikan Madrasah Rifhamdhani Agam, serta Penyelenggara Kristen Desember Darsini. Dalam sambutannya, Ahmad Ulin menekankan pentingnya menyelaraskan program kerja dengan nilai keberlanjutan lingkungan.
“Setiap laporan dan usulan harus kita lihat sebagai peluang untuk menciptakan layanan yang tidak hanya ramah pengguna, ramah lingkungan, tetapi juga inklusi, menyeluruh untuk menyasar semua kelompok dan semua agama” ujar Ahmad Ulin Nur Hafsun.

Cukup mencuri perhatian pagi ini, langkah kecil namun cukup memberi warna yang berbeda dalam Rembug Mentes Kamis pagi adalah himbauan kepada seluruh pegawai untuk membawa tempat minum sendiri atau tumbler. Gerakan ini merupakan pengembangan konkret dari konsep ekoteologi yang selama ini digaungkan.
“Dengan membawa tumbler, kita mengurangi sampah plastik dari Air Minum Dalam Kemasan (AMDK). Ini akan kami teruskan ke depan sebagai kebiasaan baru di lingkungan kerja Kankemenag Kota Surakarta,” ungkap Penata Keprotokolan May Hidayah sebagai pembawa acara. Langkah ini dinilai sejalan dengan konsistensi Kemenag Solo berpartisipasi mengurangi limbah plastik dari setiap kegiatan rapat.
Rembug Mentes kali ini diawali dengan sesi penyampaian informasi dari para pegawai, kemudian dilanjutkan pemaparan laporan dari masing-masing Kepala Seksi/Penyelenggara, dan terakhir ditanggapi oleh Ahmad Ulin Nur Hafsun. Sebanyak lima pegawai menyampaikan pemaparan, mulai dari Kepala KUA Pasar Kliwon Miftah Arif Budi Kusumo yang melaporkan kelancaran program Bimbingan Perkawinan (Bimwin) Calon Pengantin Mandiri setiap Kamis, hingga pelaksanaan akad nikah Golek Garwo edisi ketiga yang berjalan lancar.

Pemaparan menarik datang dari Pengawas Pendidikan Agama Kristen Suripto, yang melaporkan bahwa setelah proses panjang, Tunjangan Hari Raya (THR) Tunjangan Profesi Guru (TPG) untuk Guru Pendidikan Agama Kristen tahun anggaran 2023–2025 akhirnya telah dicairkan. Dan saat ini, pemetaan Guru dan Pengawas Agama Kristen masih dalam proses menunggu undangan dari Dinas Pendidikan.
Penyuluh Agama Ahli Madya sekaligus Ketua Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kota Surakarta Pardi, turut melaporkan kesuksesan kegiatan penyembelihan hewan kurban sapi pada 28 April lalu yang menghasilkan 194 besek daging terdistribusi merata. Ia juga menyampaikan bahwa perwakilan Penghulu dan Penyuluh baru saja selesai bertugas mengikuti sosialisasi penerapan hukum dari Kejaksaan Tinggi di Boyolali terkait gratifikasi dan suap kemarin, serta kegiatan GEMARI (Gerakan Rumah Ibadah Berseri) selanjutnya akan dilaksanakan di Masjid Darussalam, Kecamatan Serengan.
Puncak Rembug Mentes, Ahmad Ulin Nur Hafsun lebih banyak memberikan apresiasi terhadap seluruh laporan yang disampaikan. Ia mengusulkan agar program GEMARI dapat dikembangkan menjadi Gerakan Masyarakat Rukun dan Inklusif. Ia juga mengingatkan kembali tentang keberadaan Taman Ecotheology Kampung Toleransi di Kelurahan Ketelan.
“Atas masukan dari Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah, Taman Ecotheology Kampung Toleransi akan kita pertimbangkan untuk dinobatkan menjadi program unggulan Kemenag Solo,” pungkasnya.
Hal tersebut menegaskan bahwa ekoteologi bukan sekadar wacana, tetapi telah menjadi pijakan utama dalam merumuskan kebijakan penyelenggaraan layanan publik bidang keagamaan di lingkungan Kankemenag Kota Surakarta. (rmd)


















