Surakarta (Humas) – Kebahagiaan, rasa syukur, dan haru berpadu menjadi satu dalam pelaksanaan Akhirussanah murid kelas IX MTs Negeri 2 Surakarta yang berlangsung meriah dan penuh makna (03/06/2026). Kegiatan yang menjadi penanda berakhirnya masa belajar murid di jenjang madrasah tsanawiyah tersebut tidak hanya menjadi ajang pelepasan, tetapi juga menjadi bukti nyata kuatnya kolaborasi antara orang tua dan madrasah dalam mendukung pendidikan putra-putri mereka.
Mengusung semangat kebersamaan, panitia Akhirussanah tahun ini merupakan gabungan antara perwakilan orang tua murid kelas IX dan bapak ibu guru MTsN 2 Surakarta. Sejak jauh hari sebelum pelaksanaan, keduanya bahu-membahu menyusun konsep, membagi tugas, dan mempersiapkan berbagai kebutuhan acara. Semangat gotong royong yang menjadi ruh kegiatan tersebut menjadikan seluruh proses berjalan lancar dan penuh kekeluargaan.
Berbagai rapat koordinasi dilakukan dengan suasana yang hangat. Orang tua dan guru tidak hanya berperan sesuai tugas masing-masing, tetapi juga saling membantu dan melengkapi. Perbedaan latar belakang justru menjadi kekuatan yang menyatukan berbagai ide kreatif demi menghadirkan acara terbaik bagi para murid yang akan meninggalkan bangku madrasah.
Pada hari pelaksanaan, suasana kebersamaan itu tampak begitu terasa. Para orang tua hadir dengan penuh kebanggaan mendampingi putra-putri mereka. Sementara para guru menyambut dan mendampingi murid dengan senyum yang menyimpan rasa haru. Ruangan dipenuhi wajah-wajah bahagia yang menjadi saksi perjalanan panjang para muid selama tiga tahun menempuh pendidikan di MTsN 2 Surakarta.
Rangkaian acara berlangsung meriah dengan berbagai penampilan murid yang menampilkan bakat, kreativitas, dan hasil pembinaan selama belajar di madrasah. Tepuk tangan para hadirin menggema di setiap penampilan. Namun di balik kemeriahan tersebut, tersimpan cerita perjuangan yang panjang dan penuh makna.
Bagi para murid, hari itu menjadi puncak dari perjalanan belajar yang tidak selalu mudah. Mereka telah melewati berbagai tantangan akademik maupun non-akademik, menjalani pembelajaran, mengikuti berbagai kegiatan pengembangan diri, serta berjuang meraih prestasi sesuai bidang masing-masing. Semua proses itu tidak lepas dari dukungan guru dan keluarga yang senantiasa membersamai mereka.
Suasana haru semakin terasa saat prosesi pelepasan murid dilaksanakan. Beberapa orang tua tampak menyeka air mata ketika menyaksikan putra-putri mereka menerima penghargaan atas perjalanan pendidikan yang telah dilalui. Tidak sedikit pula guru yang larut dalam suasana emosional, mengenang kebersamaan dengan murid yang selama ini mereka dampingi.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Surakarta, Ahmad Ulin Nur Hafsun dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Akhirussanah yang menunjukkan kuatnya sinergi antara orang tua dan madrasah. “Hari ini kita menyaksikan bahwa pendidikan bukan hanya tugas guru atau madrasah semata. Pendidikan adalah kerja bersama yang melibatkan keluarga, madrasah, dan masyarakat. Saya mengapresiasi kolaborasi luar biasa antara orang tua dan MTsN 2 Surakarta yang telah menghadirkan kegiatan penuh makna ini. Semoga kebersamaan seperti ini terus menjadi kekuatan dalam mencetak generasi yang berilmu, berakhlak, dan berdaya saing,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala MTsN 2 Surakarta Kirno Suwanto menyampaikan rasa syukur atas suksesnya penyelenggaraan kegiatan yang menjadi penutup perjalanan murid kelas IX di madrasah.
“Kami sangat bersyukur karena Akhirussanah tahun ini dapat terlaksana dengan baik berkat dukungan seluruh pihak. Orang tua bukan hanya hadir sebagai tamu, tetapi benar-benar menjadi mitra yang bekerja bersama madrasah sejak awal hingga akhir. Inilah wajah pendidikan yang sesungguhnya, ketika madrasah dan keluarga berjalan beriringan untuk mengantarkan anak-anak meraih masa depan terbaik mereka,” ungkapnya.
Kirno juga menegaskan bahwa keberhasilan murid hari ini merupakan hasil dari kerja keras banyak pihak yang selama ini bersama-sama mendampingi proses tumbuh kembang mereka. “Setiap prestasi yang diraih murid adalah buah dari sinergi yang panjang. Ada doa orang tua, ada ketulusan guru, ada semangat belajar murid, dan ada dukungan lingkungan yang saling menguatkan. Karena itu, hari ini adalah milik kita semua,” tambahnya.
Ketua Panitia Akhirussanah yang berasal dari unsur orang tua murid, Fathoni Afif Fauzi mengungkapkan bahwa keterlibatan orang tua dalam kepanitiaan menjadi pengalaman yang sangat berkesan. “Kami merasa terhormat dapat menjadi bagian dari momen penting ini. Selama proses persiapan, kami merasakan betapa luar biasanya semangat kebersamaan yang dibangun bersama bapak dan ibu guru. Tidak ada yang merasa lebih penting, semuanya bekerja dengan tujuan yang sama, yaitu memberikan kenangan terbaik bagi anak-anak kami,” ujarnya.
Ia juga berharap kolaborasi yang telah terjalin dapat terus menjadi budaya positif di lingkungan madrasah. “Akhirussanah ini bukan sekadar acara perpisahan. Ini adalah simbol bahwa pendidikan anak berhasil ketika orang tua dan madrasah saling percaya, saling mendukung, dan saling menguatkan. Semoga semangat gotong royong ini terus hidup dan menjadi teladan bagi generasi berikutnya,” tambahnya.
Di tengah kehidupan yang semakin dinamis, pelaksanaan Akhirussanah MTsN 2 Surakarta memberikan pesan kuat tentang pentingnya kebersamaan dalam pendidikan. Acara ini menunjukkan bahwa keberhasilan sebuah generasi tidak lahir dari usaha satu pihak saja, melainkan dari kolaborasi yang dibangun dengan ketulusan, kepercayaan, dan rasa tanggung jawab bersama.
Saat acara berakhir dan para murid memberikan salam perpisahan kepada guru serta orang tua, suasana haru kembali menyelimuti ruangan. Senyum, pelukan, dan air mata menjadi bahasa yang tidak perlu diterjemahkan. Semua hadir sebagai ungkapan syukur atas perjalanan yang telah dilalui bersama.
Akhirussanah MTsN 2 Surakarta tahun ini bukan hanya meninggalkan kenangan indah bagi para lulusan, tetapi juga menghadirkan pelajaran berharga tentang arti gotong royong. Bahwa ketika orang tua dan madrasah bergandengan tangan, tidak hanya sebuah acara yang sukses diselenggarakan, tetapi juga lahir generasi yang siap melangkah menuju masa depan dengan bekal ilmu, karakter, dan nilai-nilai kebersamaan yang kuat. (bla/my)




















