Surakarta (Humas) — Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Surakarta, Ahmad Ulin Nur Hafsun didampingi Kepala Seksi Pendidikan Madrasah, Rifhamdani Agam melakukan peninjauan langsung ke MA Al-Islam Jamsaren Surakarta yang terdampak bencana banjir akibat tingginya curah hujan dalam beberapa hari terakhir (15/04/2026). Kunjungan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab moral Kementerian Agama terhadap keberlangsungan layanan pendidikan madrasah, khususnya pada satuan pendidikan yang terdampak musibah. Dalam peninjauan tersebut, Ahmad Ulin melihat kondisi ruang kelas, perpustakaan, halaman madrasah, serta sejumlah fasilitas belajar yang sempat tergenang air. Selain memastikan keselamatan warga madrasah, kegiatan ini juga bertujuan memetakan tingkat kerusakan sarana prasarana agar proses pembelajaran dapat segera kembali berjalan normal. Kehadiran pimpinan Kemenag Kota Surakarta disambut hangat oleh kepala madrasah, guru, tenaga kependidikan, serta perwakilan siswa yang turut membantu proses pembersihan lingkungan sekolah.
Dalam kesempatan tersebut, Ulin menyampaikan keprihatinan mendalam atas musibah banjir yang menimpa MA Al-Islam Jamsaren Surakarta. Ia menegaskan bahwa madrasah tidak boleh berjalan sendiri dalam menghadapi situasi darurat, melainkan harus mendapatkan dukungan penuh dari seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah dan masyarakat. “Kami hadir untuk memastikan bahwa madrasah tetap kuat dalam menghadapi ujian ini. Banjir memang membawa dampak pada fasilitas dan aktivitas belajar, namun semangat pendidikan tidak boleh surut. Kemenag Kota Surakarta akan mengupayakan langkah cepat agar kegiatan belajar mengajar dapat kembali berlangsung dengan aman dan nyaman,” ujarnya. Pernyataan tersebut menjadi penegas komitmen Kementerian Agama dalam menjaga mutu pendidikan madrasah di tengah situasi bencana. Selain memberikan motivasi kepada civitas madrasah, beliau juga mengapresiasi gerak cepat pihak sekolah yang segera melakukan penanganan awal untuk meminimalisasi dampak kerusakan.
Sementara itu, Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Kota Surakarta menambahkan bahwa hasil peninjauan lapangan akan segera ditindaklanjuti melalui koordinasi teknis dengan pihak madrasah dan unit terkait agar kebutuhan mendesak dapat segera dipenuhi. Fokus utama penanganan meliputi kebersihan ruang kelas, penyelamatan dokumen administrasi, pengecekan instalasi listrik, serta pendataan sarana pembelajaran yang rusak akibat terendam air. Langkah ini penting agar proses pembelajaran siswa tidak terganggu dalam waktu yang terlalu lama. Pihak madrasah juga diarahkan untuk mengutamakan keselamatan siswa dan guru sebelum memulai kembali aktivitas belajar secara penuh. Selain itu, Kemenag Kota Surakarta mendorong adanya gerakan gotong royong bersama alumni, wali murid, dan masyarakat sekitar untuk mempercepat proses pemulihan lingkungan madrasah. Semangat kolaborasi tersebut dinilai menjadi kekuatan utama dalam menjaga ketahanan lembaga pendidikan berbasis nilai-nilai keislaman di tengah bencana alam. Kegiatan peninjauan ditutup dengan doa bersama dan penyerahan dukungan moril kepada keluarga besar MA Al-Islam Jamsaren Surakarta agar tetap tabah serta optimis menghadapi masa pemulihan pascabanjir. Momentum ini sekaligus menjadi simbol bahwa madrasah memiliki perhatian serius dari Kementerian Agama dalam setiap kondisi, baik pada situasi normal maupun saat menghadapi bencana. Agenda kunjungan tersebut diharapkan mampu memperkuat semangat seluruh warga sekolah untuk segera bangkit dan menata kembali lingkungan belajar yang kondusif. Kemenag Kota Surakarta juga menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pendampingan hingga kondisi madrasah benar-benar pulih. MA Al-Islam Jamsaren Surakarta diharapkan kembali menjadi ruang pendidikan yang aman, nyaman, dan tetap unggul dalam membentuk generasi berilmu serta berakhlak mulia. (kkh/my)




















