Surakarta (Humas) – Menyambut Hari Guru Nasional (HGN) Tahun 2026, Kelompok Kerja Pengawas (Pokjawas) Kementerian Agama Kota Surakarta menginisiasi Lomba Karaoke Guru Madrasah yang mendapat dukungan dari madrasah negeri dan swasta se-Kota Surakarta. Kegiatan berlangsung selama dua hari (4–5/11/2026) di Aula R. Oesman Pudjotomo Kankemenag Kota Surakarta, dengan diikuti 43 peserta yang terdiri atas 16 guru putra dan 27 guru putri.
Dalam laporannya, Kepala Pokjawas Kemenag Kota Surakarta, Sarkin, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut mengusung tema “Mengekspresikan Kelenturan dan Keluwesan Guru Madrasah”. Menurutnya, lomba ini bertujuan menggali potensi dan talenta guru madrasah di bidang seni suara sekaligus menyediakan ruang berekspresi bagi para pendidik dari jenjang RA, MI, MTs, hingga MA, baik negeri maupun swasta.

Ia menjelaskan bahwa pendanaan kegiatan bersumber dari Pokjawas, Kantor Kemenag Kota Surakarta, serta kelompok kerja kepala madrasah se-Kota Surakarta. Sarkin berharap seluruh rangkaian lomba dapat berjalan lancar dan mendapat bimbingan serta dukungan dari Kepala Kantor Kemenag Kota Surakarta.
Ceremony dimeriahkan oleh penampilan tari MTs Negeri Surakarta 1, Paduan Suara oleh anak-anak RA, MTs dan MA Negeri se-Surakarta, dihiasi pula dengan pemberian bunga dari murid-murid kepada semua guru yang hadir saat itu.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Kankemenag Kota Surakarta, Ahmad Ulin Nur Hafsun. Dalam sambutannya, ia menyampaikan ucapan selamat Hari Guru Nasional dan HUT ke-78 PGRI serta mengapresiasi Pokjawas atas inisiatif penyelenggaraan lomba tersebut.

Ia menjelaskan bahwa bernyanyi bukan sekadar hiburan, melainkan salah satu cara membangun suasana kerja yang menyenangkan. “Segala pelayanan dan tugas harus kita jalankan dalam suasana senang dan gembira. Dengan bernyanyi, energi positif dapat tumbuh sehingga kita semakin ikhlas dalam menjalankan tugas pelayanan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Ahmad Ulin memaparkan sejumlah agenda peringatan Hari Guru Nasional 2026, antara lain kegiatan SRAWUNG sebagai ruang berbagi wawasan layanan guru, pemberian penghargaan kepada guru berprestasi tingkat nasional dan internasional, serta rencana program RISE (Ruang Inklusif dan Setara) untuk memperkuat layanan pendidikan dan keagamaan yang inklusif, termasuk bagi anak berkebutuhan khusus. Selain itu, akan dilaksanakan anjangsana dan silaturahmi kepada guru-guru madrasah yang membutuhkan melalui bantuan dana UPZ.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, diharapkan semangat kebersamaan, kegembiraan, dan keikhlasan semakin tumbuh di kalangan guru madrasah. Dengan demikian, para pendidik tidak hanya semakin berkembang dalam potensi dan kreativitas, tetapi juga mampu memberikan pelayanan pendidikan yang prima, humanis, inklusif, dan berkualitas kepada masyarakat. (may)


















