Kota Surakarta (Humas) — Kantor Kementerian Agama Kota Surakarta kembali menggelar Rembug Mentes (Remen) pada Kamis (9/7/2026) di Aula R. Oesman Pudjotomo, Kantor Kementerian Agama Kota Surakarta. Kegiatan yang menjadi forum koordinasi dan penyelesaian berbagai isu strategis di lingkungan Kemenag Kota Surakarta tersebut diikuti oleh jajaran pimpinan serta seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN).
Dalam pertemuan tersebut, sejumlah agenda penting dibahas, salah satunya persiapan pelaksanaan Masa Ta’aruf Murid Madrasah (Matamuda) yang akan dilaksanakan secara serentak pada pekan pertama tahun ajaran baru di seluruh madrasah.
Kepala Seksi Pendidikan Madrasah, Rifhamdani Agam, menyampaikan bahwa para murid akan mulai memasuki madrasah pada Senin mendatang dan mengikuti rangkaian kegiatan Matamuda.

“Senin depan murid akan mulai masuk ke madrasah masing-masing dan pelaksanaan Matamuda akan dimulai. Kami meminta dukungan dan kerja sama dari IPARI untuk memberikan pendampingan selama kegiatan Matamuda, khususnya melalui program Bina Remaja Usia Sekolah (BRUS),” ujarnya.
Ia menjelaskan, pelaksanaan BRUS tidak hanya menyasar madrasah. Melalui koordinasi dengan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Surakarta, IPARI juga akan memberikan materi BRUS di tiga lembaga pendidikan lainnya di luar madrasah yang berada di bawah naungan Kementerian Agama Kota Surakarta.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Surakarta, Ahmad Ulin Nur Hafsun, menyampaikan bahwa Kementerian Agama kini menggunakan istilah murid sebagai penyebutan resmi bagi peserta didik di madrasah maupun sekolah.
“Mulai sekarang kita tidak lagi menggunakan istilah peserta didik atau siswa, tetapi menggunakan istilah murid. Istilah murid merupakan penyebutan yang lebih tepat untuk madrasah maupun sekolah,” jelasnya.
Lebih lanjut, Ulin mengungkapkan bahwa untuk memastikan kesiapan pelaksanaan Matamuda, Kementerian Agama Kota Surakarta akan mengundang seluruh kepala madrasah negeri maupun swasta se-Kota Surakarta, serta para kepala Raudhatul Athfal (RA), guna melakukan koordinasi teknis sebelum pelaksanaan kegiatan.

“Kami akan mengumpulkan seluruh kepala madrasah negeri dan swasta se-Kota Surakarta, termasuk kepala RA, agar pelaksanaan Matamuda berjalan serentak, terarah, dan memberikan pengalaman yang positif bagi para murid baru,” katanya.
Menutup arahannya, Ulin berharap kolaborasi bersama Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) melalui program BRUS dapat memberikan bekal yang baik bagi para murid dalam memasuki lingkungan pendidikan yang baru.
“Kami berharap melalui pendampingan BRUS oleh IPARI, para murid madrasah di Kota Surakarta dapat lebih siap, lebih matang, serta memiliki karakter yang kuat dalam menghadapi proses pembelajaran dan kehidupan sosial di lingkungan madrasah,” pungkasnya.














