Kota Surakarta (Humas) – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) kembali menggelar kegiatan yang berperan dalam pengentasan mengentaskan kemiskinan melalui program pemberdayaan ekonomi berbasis zakat pada Kamis (26/2/2026). Bertempat di Hotel Harris Solo, Ketua BAZNAS Jateng KH. Ahmad Darodji secara simbolis menyerahkan bantuan senilai Rp630.000.000 untuk 200 mustahik produktif wilayah Kota Surakarta, Kabupaten Wonogiri, Kabupaten Karanganyar, dan Kabupaten Sragen. Bantuan yang ditasharrufkan berupa dana segar tersebut diharapkan menjadi injeksi vital bagi para pelaku usaha kecil untuk mengembangkan skala usahanya.
Sejumlah tokoh penting yang turut menghadiri kegiatan tersebut diantaranya Asisten II Pemerintahan Kota Surakarta Purwanti, yang mewakili Wali Kota Respati Ardi, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kota Surakarta Ahmad Ulin Nur Hafsun, jajaran Ketua BAZNAS Solo Raya serta jajaran takmir Masjid Agung Kota Surakarta. Hal ini menunjukkan sinergi kuat antara lembaga zakat dan pemerintah daerah dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di wilayah Solo Raya.

Dalam sambutannya sesaat sebelum membuka acara secara resmi, KH. Ahmad Darodji memberikan wejangan praktis kepada para mustahik. Ia menekankan bahwa keberhasilan usaha tidak hanya ditentukan oleh modal dan manajemen yang baik, tetapi juga oleh kualitas pelayanan kepada pelanggan. “Selain manajemen usaha yang baik, perlu untuk belajar dan menerapkan sikap ramah kepada pembeli. Berikanlah layanan berorientasi kepuasan pelanggan dengan sebaik mungkin, layani mereka layaknya saudara sendiri dan dengan cepat, karena itu adalah keharusan demi keberlangsungan dan kemajuan usaha yang dirintis,” pesannya di hadapan para penerima manfaat.
Sementara itu, sambutan Wali Kota Surakarta yang dibacakan oleh Purwanti menggarisbawahi apresiasi dan dukungan penuh Pemkot Solo terhadap program-program pemberdayaan berbasis zakat. Purwanti menyatakan bahwa Kota Surakarta merasa terhormat menjadi tuan rumah kegiatan strategis ini. Ia menegaskan bahwa bantuan modal usaha ini merupakan langkah nyata untuk mentransformasi mustahik menjadi muzaki, sejalan dengan program prioritas Pemkot Surakarta dalam meningkatkan pemberdayaan UMKM. Pemerintah Kota, lanjutnya, telah memfasilitasi para pelaku usaha mulai dari sektor packaging hingga pemasaran melalui sentra-sentra usaha kreatif seperti Solo Techno Park.
Peran strategis Kantor Kementerian Agama Kota Surakarta dalam ekosistem pemberdayaan ini tidak bisa dilepaskan. Kehadiran Ahmad Ulin Nur Hafsun, dalam acara tersebut menjadi simbol penguatan layanan keagamaan yang berdampak nyata pada sektor ekonomi umat. Di bawah kepemimpinannya, Kankemenag Kota Surakarta secara aktif memberikan informasi dan pendampingan layanan keagamaan yang aplikatif, seperti bimbingan mengenai sertifikasi halal bagi produk UMKM serta literasi zakat produktif yang sesuai syariat. Langkah ini memastikan bahwa para mustahik tidak hanya mendapatkan suntikan modal, tetapi juga kepastian hukum dan nilai-nilai keagamaan dalam menjalankan usahanya, sehingga keberkahan dan keberlanjutan usaha dapat terjaga.

Lebih jauh, sinergi antara Kankemenag, BAZNAS, dan Pemerintah Kota ini menciptakan ekosistem pemberdayaan yang menyeluruh. Program Kampung Zakat yang digalakkan Kemenag, misalnya, menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi lintas lembaga mampu menghadirkan solusi komprehensif bagi masyarakat. Dengan adanya pendampingan dari penyuluh agama, para mustahik tidak hanya dibina secara ekonomi, tetapi juga secara mental dan spiritual. Mereka dibekali pemahaman bahwa zakat bukan sekadar bantuan sosial, melainkan instrumen Islam untuk menciptakan keadilan dan kemandirian ekonomi umat.
Menutup sambutannya, Purwanti menyampaikan pesan penuh harap kepada seluruh penerima bantuan. Ia mengingatkan agar bantuan yang diberikan dapat dikelola dengan sebaik-baiknya dan penuh tanggung jawab. “Momen ini adalah titik di mana Pemerintah berupaya menjadikan UMKM naik kelas serta menjadi pelaku usaha yang tangguh dan mandiri,” tegas Purwanti. Melalui kolaborasi apik antara BAZNAS, Kankemenag, dan Pemerintah Daerah, para mustahik di Solo Raya kini memiliki pijakan lebih kokoh untuk bangkit, berkarya, dan pada gilirannya nanti mampu berkontribusi sebagai muzaki bagi kemaslahatan umat yang lebih luas. (rmd)



















